jurnalistik.co.id – Anita Le Brun, 82, baru saja merasakan kemenangan yang selama ini ia perjuangkan dengan cara yang tak biasa. Lelaki penghuni senior di Minnesota itu dikenal sebagai sosok yang selalu menanti momen kebersamaan, termasuk tradisi menikmati “Happy Hour” sejak pukul 5 sore bersama keluarganya.
Menurut laporan BBC, Le Brun memiliki kegemaran pada segelas pinot grigio dan terbiasa memulai hari dengan suasana santai di danau tempat keluarganya berkumpul. Namun kebiasaan yang tampak sederhana itu justru berhadapan dengan aturan di fasilitas tempat ia tinggal, yaitu Amira Choice Champlin, yang dilarang melayani minuman untuk penghuni karena fasilitas tersebut dinilai belum memiliki izin.
Ketika mengetahui pembatasan itu tahun lalu, Le Brun tak hanya menerima keadaan. Ia bersedia menjadi wajah dan suara sebuah upaya perubahan kebijakan, bahkan setelah terlibat dalam proses yang menuntut keberanian: memberi kesaksian di parlemen negara bagian.
Le Brun tercatat dua kali tampil di hadapan legislatif Minnesota. Pada pekan ini, ia kembali hadir dalam momen simbolik yang menandai keberhasilan proses panjang tersebut. Ia berbagi toast bersama Gubernur Tim Walz dalam upacara penandatanganan yang secara populer dijuluki “Grandparents’ Happy Hour”, dan upacara itu digelar di fasilitas tempat ia tinggal.
Legislasi yang mulai berlaku bulan ini memberi ruang bagi panti jompo dan fasilitas assisted living di Minnesota untuk menyajikan alkohol kepada penghuni beserta tamu untuk acara-acara khusus tanpa memerlukan izin, selama negara bagian diberi pemberitahuan sebelumnya. Bagi Le Brun, perubahan ini bukan sekadar soal aturan administrasi, melainkan pengakuan bahwa kebutuhan sosial para lansia semestinya tetap diberi tempat.
“I’m very proud, because everybody’s so excited about it,” kata Le Brun. Ia juga menambahkan bahwa sesama penghuni memandang pembatasan yang ada sebelumnya sebagai sesuatu yang “ridiculous”. Ia merasakan sendiri bagaimana perubahan regulasi dapat menggeser suasana dari keterbatasan menjadi peluang untuk merayakan momen-momen yang selama ini mereka jalani.
Dalam praktiknya, aturan terkait konsumsi minuman di fasilitas perawatan memang ditetapkan secara berbeda di setiap negara bagian di Amerika Serikat. Banyak fasilitas, termasuk yang ada di lingkungan tempat Le Brun tinggal, sebelumnya dikenal mendorong Happy Hours dan berbagai acara sosial untuk membantu proses sosialisasi penghuni.
Di Amira Choice, penghuni sebenarnya sudah diizinkan untuk menikmati minuman di kamar mereka serta membawa alkohol sendiri saat kegiatan komunitas. Sara Luehmann menyampaikan bahwa pembatasan di acara sosial tetap diberlakukan karena pertimbangan keselamatan: para lansia dinilai berisiko lebih tinggi mengalami hal-hal seperti jatuh. Karena itu, konsumsi alkohol dalam acara sosial dibatasi hingga dua minuman.
Berita Terkait
Saat upacara penandatanganan berlangsung, Gubernur Walz menekankan gagasan kebebasan yang tidak seharusnya hilang seiring bertambahnya usia. Ia menyatakan, “growing older shouldn’t mean giving up the traditions and freedoms you’ve enjoyed your whole life.” Walz juga mengatakan, “This law cuts unnecessary red tape so senior living communities can spend less time worrying about paperwork and more time creating opportunities for residents to celebrate birthdays, anniversaries, Happy Hours, and everyday moments together,”
Perjalanan perubahan kebijakan Le Brun berawal dari kabar yang diterima Amira Choice. Fasilitas tersebut dihubungi pemerintah setempat karena dinilai melanggar aturan setelah menyajikan sampanye dalam sebuah acara pada April 2025, yang dilakukan seusai renovasi. Dari sana, Amira Choice kemudian menghubungi LeadingAge Minnesota, sebuah organisasi nirlaba yang membantu penyedia layanan perawatan senior.
Le Brun dan pihak yang terlibat menemukan bahwa biaya memperoleh lisensi alkohol beserta persyaratan yang menyertainya menjadi hambatan yang terlalu besar. Namun, menurut Erin Huppert dari LeadingAge Minnesota, motivasi untuk mendorong perubahan tidak hanya bersifat finansial. “This is their home,” ujarnya tentang penghuni fasilitas. Ia menambahkan, “They should be allowed to take part in legal consumption of alcohol, just like they could if they lived in a single-family home in the community of their choice.”
Huppert juga menyebut bahwa penyedia layanan lain telah mulai mempertimbangkan langkah serupa. Bagian ini memperlihatkan bahwa kasus yang dialami satu fasilitas dapat membuka jalan bagi diskusi yang lebih luas, terutama ketika pendekatan yang diambil dianggap lebih sejalan dengan martabat dan kebiasaan para lansia.
Perhatian publik terhadap pembatasan semacam ini juga pernah muncul melalui contoh lain. Pada bulan lalu, muncul sorotan ketika Lillian Droniak, 96 tahun, yang dikenal luas sebagai bintang TikTok “Grandma Droniak” dengan 15,1 juta pengikut, menanggapi aturan alkohol di Connecticut. Ia membagikan surat peringatan dari manajemen fasilitasnya yang meminta ia menghentikan acara yang ia gelar di kamar, serta menyatakan ia tidak boleh menyajikan alkohol kepada penghuni lain demi alasan keamanan. Kevin Droniak, cucunya, menyampaikan kepada BBC bahwa ia menyambut kabar dari Minnesota, dan Le Brun menjadi berita yang turut memberi harapan setelah mendengar penyesuaian aturan yang akan berlaku.
“Let them drink!” demikian yang diceritakan oleh Kevin, saat kakek/keluarga menceritakan respons Lillian Droniak terhadap kabar tersebut.
Di Amira Choice, staf dan penghuni kini menyiapkan rencana perayaan pada bulan depan. Luehmann menyampaikan bahwa acara tersebut akan menjadi pesta sepanjang hari bagi penghuni. Ia juga menyebut Le Brun sebagai “the resident superstar” selama berbulan-bulan karena menjadi motor perubahan aturan.
Le Brun sendiri pernah menyampaikan pandangannya di hadapan Dewan Perwakilan dan Senat Minnesota. Ia bahkan berlatih menyampaikan pernyataan, termasuk melalui telepon kepada putri-putrinya dan berlatih di depan cermin. Ia kemudian menegaskan kepada komite Senat bahwa, “Just because we are older and live in assisted living doesn’t mean that we should have fewer freedoms than anyone else.”
Dalam kesaksiannya, Le Brun menempatkan Happy Hour sebagai ruang berbagi cerita dan kedekatan sosial. “My friends and I love happy hour, just like many of you do,” katanya. Ia melanjutkan bahwa “Over a shared drink, we get to reminisce about parts of our life, military service, raising a family, the loss of a friend, and celebrating the golden phase of our lives.”









