jurnalistik.co.id – Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo menyatakan akan menjalin komunikasi dengan kubu PB XIV Purboyo/PB XIV Purbaya terkait akses menuju kawasan Keputren. LDA menegaskan persoalan akses tidak boleh membuat agenda revitalisasi Keraton Solo berhenti.
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan proyek revitalisasi semestinya tidak terhambat hanya karena adanya kendala akses menuju Keputren. Ia menyebut komunikasi adalah langkah awal yang akan ditempuh terlebih dahulu.
Eddy menjelaskan, akses secara prinsip tidak boleh diblokir. Menurutnya, proses komunikasi diperlukan agar kesepahaman dapat dicari tanpa mengorbankan rencana revitalisasi.
“Akses secara prinsip tidak ada seorang pun yang boleh menghalang-halangi. Nanti kita lakukan komunikasi,” kata Eddy dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (18/7/2026).
Eddy juga menambahkan bahwa hingga Sabtu tersebut, pembicaraan dengan kubu PB XIV Purboyo belum terlaksana. Meski demikian, LDA memastikan upaya komunikasi akan segera dijalankan.
“Per hari ini belum, tapi nanti akan kita lakukan,” tegas Eddy.
Dalam kesempatan berbeda, Eddy mengaitkan isu akses Keputren dengan dinamika yang sebelumnya sempat menjadi hambatan dalam rencana revitalisasi kawasan Keraton Solo. Namun, ketika revitalisasi kini masuk dalam program pemerintah, LDA memilih mengedepankan pendekatan komunikasi lebih dulu sebelum langkah lain diambil.
“Kalau komunikasi tidak jalan, ya kita lakukan upaya lain,” ujar Eddy. Ia menyebut akan ada alternatif apabila komunikasi tidak membuahkan hasil, tetapi tidak merinci bentuk upaya tersebut.
Berita Terkait
Ketika ditanya mengenai kehadiran kubu PB XIV Purbaya dalam sosialisasi revitalisasi Keraton Solo pada Jumat (17/7/2026), Eddy menjelaskan fokus kegiatan tersebut ditujukan bagi kalangan tertentu. Ia menyebut sosialisasi diorientasikan untuk kalangan akademisi, keluarga besar Keraton Solo, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lain.
“Sosialisasi lebih kepada akademisi, keluarga besar, lalu juga para pemangku kepentingan dari pemerintah daerah dan seterusnya,” jelas Eddy.
Sosialisasi revitalisasi berlangsung di Sasana Handrawina. Acara itu dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jawa Tengah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah sentana dalem Keraton Solo.
Dalam forum tersebut, dipaparkan rencana revitalisasi kawasan Keraton Solo yang mencakup Keputren dan Museum. LDA menilai akses menuju Keputren menjadi bagian penting karena kawasan itu termasuk objek pelestarian cagar budaya yang akan direvitalisasi.
Sementara itu, Pengageng Sasana Wilapa dari PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, menyatakan belum pernah membahas revitalisasi kawasan Keputren bersama LDA Keraton Solo. Ia menyebut tidak ada pembahasan yang dilakukan sebelumnya terkait agenda tersebut.
Dengan kondisi tersebut, LDA menempatkan komunikasi sebagai pintu utama untuk memastikan akses tidak menjadi penghalang. Bila pembicaraan tidak berjalan, Eddy mengatakan LDA akan menempuh langkah lain sesuai kebutuhan, tanpa memaparkan detailnya pada saat pernyataan.
LDA juga menekankan bahwa isu akses bukan berarti menunda penyusunan rencana. Menurut pandangan Eddy Wirabhumi, keberlangsungan program revitalisasi tetap perlu dijaga sambil menuntaskan proses awal berupa komunikasi dan pencarian titik temu.
Dalam penjelasan yang ia sampaikan, Eddy mengakui pembahasan dengan kubu PB XIV Purboyo sampai tanggal Sabtu yang sama belum berlangsung. Meski begitu, ia menegaskan bahwa komunikasi akan dijalankan dan tidak berhenti hanya karena belum ada kesepakatan pada tahap awal.
Di sisi lain, PB XIV Purbaya yang diwakili GKR Panembahan Timoer Rumbay menyatakan belum pernah membahas agenda revitalisasi Keputren bersama LDA Keraton Solo. Ia menilai, tidak ada pembahasan yang dilakukan lebih dulu terkait rencana tersebut, sehingga posisi kedua belah pihak terkait akses dan pembicaraan sebelumnya tampak belum bertemu dalam forum maupun percakapan.












