jurnalistik.co.id – Ant Group yang didukung Jack Ma sedang menguji perombakan total aplikasi super Alipay, dengan fokus pada antarmuka agen kecerdasan buatan (AI agent interface). Pengujian ini digambarkan Bloomberg News berdasarkan informasi dari orang-orang yang mengetahui rencana tersebut serta demo video yang mereka lihat.
Laporan Bloomberg News juga menyoroti bahwa laba Ant Group sebelumnya tercatat naik 10% berkat peran AI dan ekspansi global. Untuk tahap berikutnya, perusahaan berencana meluncurkan desain yang memungkinkan pengguna mengajukan permintaan melalui AI langsung di dalam Alipay.
Ant yang berbasis di Hangzhou disebut sedang menyiapkan rancangan baru bagi Alipay. Dalam rencana itu, pengguna dapat meminta berbagai layanan menggunakan perintah yang diketik atau diucapkan.
Melalui fitur berbasis AI agent, pengguna bisa meminta pemesanan tumpangan mobil, memesan kopi, maupun memesan makanan. Dengan cara ini, aktivitas yang sebelumnya memerlukan beberapa langkah terpisah diharapkan bisa dijalankan melalui satu antarmuka percakapan.
Asisten yang diucapkan dalam bahasa Mandarin disebut “Ah Bao”. Nama itu merujuk pada cara kerja sistem ketika berinteraksi dengan pengguna untuk mengeksekusi permintaan yang diajukan.
Selain urusan pemesanan layanan, agen AI pada Alipay juga disebut mampu menjalankan tugas-tugas manajemen keuangan. Salah satu kemampuan yang disebut adalah melakukan pembelian reksa dana, dengan otorisasi pengguna.
Bloomberg News menyatakan bahwa orang-orang yang mengetahui rencana itu meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasi yang mereka berikan bersifat pribadi. Mereka menggambarkan adanya pengujian perombakan Alipay yang masih dalam tahap sedang dicoba.
Langkah Ant Group ini dipandang mencerminkan tren yang lebih luas yang melanda arena AI. Kemudahan agen kecerdasan buatan—sebagai alat yang dapat melakukan tugas-tugas kompleks atas nama pengguna—menjadi pusat perhatian industri.
Dalam konteks persaingan aplikasi pembayaran dan layanan harian, platform seperti Alipay dan WeChat milik Tencent Holdings Ltd juga disebut berupaya mewujudkan janji tersebut. Ant kemudian menempatkan pembaruan Alipay sebagai bagian dari dorongan agar platform tetap relevan dalam perebutan pengguna.
Bloomberg News juga menempatkan pengembangan ini sebagai langkah untuk memperluas kemampuan Alipay melampaui fungsi-fungsi konvensional. Dengan antarmuka AI agent, Alipay diarahkan agar bisa memahami permintaan pengguna dan membantu menyelesaikan proses di dalam aplikasi.
Pada saat yang sama, kemampuan AI untuk menangani permintaan layanan sehari-hari dan pekerjaan manajemen keuangan menunjukkan cakupan penggunaan yang ingin diperluas. Agen AI yang dapat memesan kopi atau makanan, serta melaksanakan pembelian reksa dana melalui persetujuan pengguna, memperlihatkan bahwa fitur tidak hanya berhenti pada urusan permintaan sederhana.
Dengan demikian, pengujian yang tengah dilakukan Ant Group menjadi sinyal persaingan yang semakin menekankan pengalaman pengguna berbasis AI. Alipay diuji untuk mendekatkan proses permintaan dan eksekusi dalam satu percakapan, sementara WeChat sebagai kompetitor utama juga disebut menjalankan strategi serupa di bawah payung perusahaan teknologi raksasa.
Jika pengujian tersebut berjalan sesuai rencana, desain Alipay yang menghadirkan agen AI berbasis perintah teks atau suara diharapkan bisa menjadi pembeda dalam layanan sehari-hari. Namun, pada tahap laporan ini, rincian yang tersedia masih berputar pada pengujian, kemampuan yang telah disebut, serta arah pembaruan yang sedang disiapkan oleh Ant Group.
Dalam skema perombakan yang diuji, Alipay diposisikan sebagai ruang kerja percakapan: pengguna cukup menyampaikan kebutuhan, lalu sistem membantu menerjemahkan permintaan tersebut menjadi tindakan di aplikasi.
Pengujian juga menekankan otorisasi, terutama saat menyangkut aktivitas keuangan seperti pembelian reksa dana. Dengan demikian, perintah AI tetap berada di bawah persetujuan pengguna.
Sementara itu, narasi di laporan Bloomberg mengaitkan langkah Ant dengan perlombaan membangun pengalaman ‘superapps’ yang makin cerdas. Fokusnya bukan sekadar mempercepat transaksi, melainkan memusatkan layanan harian dan administrasi finansial pada satu antarmuka.






