jurnalistik.co.id – Kabupaten Gorontalo menggelar Apel Akbar Sabuk Kamtibmas yang berlangsung di halaman Mapolda Gorontalo pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat sinergi Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan daerah.
Apel tersebut dihadiri Gubernur Gusnar Ismail bersama unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo. Kapolda Gorontalo, Irjenpol Widodo, menempatkan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat kolaborasi Polri dengan seluruh elemen masyarakat.
Dalam amanatnya, Irjenpol Widodo menyampaikan bahwa Apel Akbar Sabuk Kamtibmas menjadi upaya memperkuat kerja bersama. Sinergi tersebut diperlukan agar tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman serta kondusif di Kota Gorontalo.
Mempererat Kolaborasi dalam Kamtibmas
Kegiatan mengangkat tema Sambang Buka Komunikasi Kamtibmas sebagai kerangka untuk meningkatkan peran serta publik. Kapolda menjelaskan bahwa langkah itu dilakukan untuk memperkuat sinergitas Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Mengambil tema melalui kegiatan Sambang Buka Komunikasi Kamtibmas, kita tingkatkan sinergitas polri dan masyarakat dalam memerhatikan stabilitas keamanan, guna mendukung program pemerintah demi terwujudnya situasi yang kondusif di Provinsi Gorontalo,” ungkap Widodo.
Irjenpol Widodo juga menekankan bahwa menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi antara Polri dan masyarakat perlu terus diperkuat agar suasana yang tertib dan damai dapat terwujud di Gorontalo.
Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gangguan kamtibmas. Ia menyebut sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian, termasuk peredaran minuman keras, penganiayaan, pencurian, kekerasan dalam rumah tangga, serta pelecehan seksual terhadap anak.
Serangkaian perhatian tersebut menjadi dasar bagi penguatan peran komunitas dalam mendukung upaya pencegahan. Dengan komunikasi yang lebih terbuka, diharapkan informasi dan kepedulian warga dapat mempercepat respons atas situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Sabuk Kamtibmas sebagai Langkah Berbasis Komunitas
Sabuk Kamtibmas, yang merupakan program Sambang dan Buka Komunikasi Kamtibmas, dipaparkan sebagai langkah strategis untuk membangun sistem keamanan berbasis komunitas. Program ini diarahkan agar masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif di lingkungan masing-masing.
Melalui pendekatan komunitas, apel diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial semata. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi ruang bersama untuk membangun komitmen, menyelaraskan perhatian, serta menguatkan kebiasaan komunikasi dalam menjaga ketertiban.
Dalam konteks tersebut, Kapolda menegaskan bahwa komunikasi antara Polri dan masyarakat adalah kunci dalam merawat keamanan. Cara pandang ini menempatkan warga sebagai bagian dari sistem pemeliharaan kamtibmas, bukan hanya penerima imbauan.
Gusnar Ismail: Jembatan Komunitas, Pemerintah, dan Kepolisian
Di tempat yang sama, Gubernur Gusnar Ismail menyambut pelaksanaan Apel Akbar Sabuk Kamtibmas dengan antusias. Ia menilai kegiatan ini sebagai jembatan komunikasi antara komunitas masyarakat, pemerintah, dan kepolisian.
“Kami sambut dengan antusias karena ini merupakan jembatan antara komunitas-komunitas masyarakat dengan pemerintah termasuk didalamnya dari kepolisian RI. Jadi inu sebuah langkah yang strategis untuk terus kita membina kondisi kamtibmas,” ungkap Gusnar.
Bagi Gusnar, langkah semacam ini penting untuk terus membina dan menjaga kondisi kamtibmas agar tetap terawat. Ia memandang komunikasi yang terbangun dapat membantu memperkokoh stabilitas keamanan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kehadiran Forkopimda pada kesempatan tersebut turut menunjukkan dukungan lintas unsur. Apel menjadi titik temu untuk menyatukan arah, sekaligus memperjelas bahwa keamanan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Partisipasi Warga dan Ikrar Sabuk Kamtibmas
Apel Akbar Sabuk Kamtibmas diikuti sebanyak 755 warga dari 16 elemen masyarakat. Angka kehadiran tersebut menjadi penegasan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan daerah.
Pada kesempatan yang sama, dibacakan ikrar Sabuk Kamtibmas. Ikrar tersebut dimaknai sebagai wujud dukungan masyarakat terhadap terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.
Dengan adanya ikrar, partisipasi warga tidak hanya berupa kehadiran, tetapi juga pernyataan dukungan terhadap upaya pemeliharaan kamtibmas. Hal ini diharapkan memperkuat rasa tanggung jawab bersama dalam menghadirkan ketertiban di wilayah masing-masing.
Secara keseluruhan, apel memperlihatkan bahwa sinergi Polri dan masyarakat terus didorong melalui komunikasi yang terstruktur. Kegiatan ini menjadi penguat upaya menjaga kamtibmas agar tetap kondusif, sekaligus mendorong kewaspadaan terhadap sejumlah bentuk gangguan yang masih menjadi perhatian.












