Internasional

Starmer Terima Legion d’honneur, PM Inggris Pertama yang Dianugerahi Kehormatan Prancis

×

Starmer Terima Legion d’honneur, PM Inggris Pertama yang Dianugerahi Kehormatan Prancis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Starmer becomes first UK PM to receive top French honour

jurnalistik.co.id – Sir Keir Starmer menjadi perdana menteri (PM) Inggris yang sedang menjabat pertama kali yang menerima penghargaan tertinggi Prancis, Legion d’honneur.

Penganugerahan tersebut berlangsung di akhir pertemuan kelompok yang dikenal sebagai “Coalition of the Willing”, yakni koalisi negara-negara yang dibantu Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membentuk respons dukungan kepada Ukraina setelah invasi skala penuh Rusia pada 2022.

Dalam sambutannya saat menyerahkan penghargaan, Macron menyampaikan pujian atas kontribusi Starmer serta menegaskan rasa terima kasihnya. Macron memuji “decency” dan menyatakan terima kasih atas “commitments for obviously your country, but the security of Europe, Ukraine, the bilateral relationship”.

Macron juga menyinggung hubungan bilateral Prancis–Inggris dan peran Starmer dalam menjaga stabilitas kawasan Eropa, termasuk melalui dukungan yang relevan bagi keamanan Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berada di antara pihak yang turut memberikan penghormatan kepada Starmer. Zelensky disebut hadir untuk memberi apresiasi kepada PM yang akan mengakhiri masa jabatannya pekan depan.

Turut hadir dalam acara di Istana Kepresidenan Prancis, Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Starmer.

Macron menyampaikan kata-kata langsung kepada Starmer dalam upacara tersebut. Ia mengatakan: “I have to say, all the human qualities that we learn to appreciate, all those remain very important to all of us. We found with you a very reliable and friendly partner.”

Macron menambahkan: “I wanted to reiterate my gratitude and the gratitude of the French people, obviously for your years as prime minister.”

Ia menempatkan penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas kerja Starmer selama menjabat, sekaligus menekankan kualitas personal yang dianggap penting dalam kemitraan pemerintahan.

Legion d’honneur dan latar sejarahnya

Legion d’honneur merupakan penghormatan bergengsi yang diberikan Prancis setiap tahun kepada ribuan penerima. Setiap tahunnya, sekitar 2.000 warga Prancis dan 200 warga negara asing menerima Order of the Legion of Honour atas pengakuan “outstanding merits”.

Sir Winston Churchill termasuk di antara penerima yang menerima tingkatan tertinggi dalam ordo ini, Grand Croix (Grand Cross). Penganugerahan pada tingkat tersebut diberikan kepada tokoh-tokoh yang terus menunjukkan “outstanding merit” dalam jangka waktu tertentu.

Meski begitu, penghargaan ini juga memiliki sejarah kontroversi sejak pertama kali didirikan oleh Napoleon Bonaparte pada 1802.

Sejumlah nama besar pernah menerima Legion d’honneur, termasuk Nelson Mandela dan mantan Presiden Amerika Serikat Dwight Eisenhower, juga Volodymyr Zelensky. Penghargaan yang sama juga pernah diberikan kepada figur-figur yang memicu perdebatan, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin dan Muammar Gaddafi dari Libya.

Catatan penerima lainnya juga mencakup tokoh-tokoh dari periode lain, termasuk Benito Mussolini dari Italia pada masa perang dan diktator Spanyol Francisco Franco.

Menurut laporan tersebut, hingga saat ini hanya satu pemimpin asing yang pernah dicabut penghormatannya, yakni mantan Presiden Panama Manuel Norriega.

Pada masa pemerintahan Macron, dekorasi tersebut juga pernah ditarik kembali dari tokoh Hollywood Harvey Weinstein, menyusul rangkaian tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Bagi Starmer, penganugerahan ini menjadi tonggak pengakuan internasional ketika ia bersiap meninggalkan kursi PM pekan depan. Kehormatan dari Prancis itu sekaligus menegaskan peran Starmer dalam upaya dukungan kepada Ukraina serta fokus pada keamanan Eropa dan hubungan bilateral yang disebut Macron dalam pidatonya.

Dalam momen upacara tersebut, penghargaan tertinggi Prancis tidak hanya dipandang sebagai simbol formal bagi Starmer, melainkan juga penguatan pesan kolaborasi pemerintahan. Macron menempatkannya dalam kerangka hubungan Prancis–Inggris serta kemitraan yang dinilai bersahabat dan dapat diandalkan, khususnya saat respons dukungan kepada Ukraina menjadi fokus utama pertemuan.

Di sisi lain, Legion d’honneur juga dikenal memiliki dinamika dalam sejarah modernnya. Sejak awal berdiri pada 1802, dekorasi ini sempat melibatkan perdebatan, dan dalam beberapa kasus pengakuan kemudian dicabut, termasuk ketika penghormatannya ditarik kembali dari Harvey Weinstein pada masa pemerintahan Macron, serta satu-satunya pencabutan terhadap penerima asing yang disebut berasal dari Manuel Norriega.