jurnalistik.co.id – Lebih dari separuh wilayah Inggris kini berada dalam status kekeringan resmi. Keputusan tersebut diumumkan setelah cuaca panas dan kering menekan ketersediaan air di sejumlah daerah.
Environment Agency (EA) menyatakan bahwa tujuh kawasan—mencakup bentangan besar di Inggris bagian tengah, timur, dan selatan—telah masuk kondisi kekeringan secara resmi. Dampaknya sudah mulai terlihat, mulai dari aliran sungai yang rendah, musim panen yang berlangsung lebih awal, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan.
EA juga menyebut bahwa lebih dari 20 juta orang sudah berada di bawah larangan penggunaan selang penyiram. Dengan kata lain, upaya penghematan air diberlakukan untuk membantu menekan pemakaian saat cadangan sedang melemah.
Wilayah yang dinyatakan mengalami kekeringan
Untuk Inggris, EA merinci daftar wilayah yang berada dalam kondisi kekeringan sebagai berikut: East Anglia; Hertfordshire bersama seluruh London; Thames Valley; Hampshire dan Isle of Wight; Devon dan Cornwall; West Midlands; serta Wessex yang meliputi Dorset, Somerset, Wiltshire, dan South Gloucestershire.
Di sisi lain, North Wales dan cekungan sungai Upper Severn telah masuk kondisi kekeringan sejak pekan lalu, menurut Natural Resources Wales. Sementara itu, Skotlandia tidak menetapkan status “kekeringan”, tetapi melakukan pemantauan terkait “water scarcity”. Pada sebagian wilayah timur Skotlandia, kategori yang digunakan sudah mencapai tingkat paling ekstrem, yaitu “significant scarcity”, menurut Scottish Environment Protection Agency.
Alasan penetapan dan pengetatan respons
EA menjelaskan bahwa tidak ada satu definisi tunggal untuk kekeringan. Umumnya, istilah ini merujuk pada periode cuaca yang tidak biasa sangat kering dalam waktu cukup lama dan dapat menimbulkan dampak pada manusia, alam, serta lingkungan.
EA menilai berbagai faktor sebelum memutuskan mengumumkan kekeringan. Pengumuman tersebut merupakan sinyal publik bahwa pihaknya menaikkan tingkat respons, termasuk memperluas pemantauan serta kontrol terhadap seberapa banyak air dapat diambil dari sungai maupun air tanah.
Dalam banyak kasus, status kekeringan dapat berujung pada penerapan larangan penggunaan selang penyiram apabila larangan itu belum diberlakukan. Dengan mekanisme ini, kontrol terhadap pengambilan air dan pengaturan penggunaan menjadi bagian dari langkah penanganan.
“Cuaca panas dan kering membuat kami saat ini menggunakan air lebih cepat daripada alam dapat memulihkannya,” ujar Helen Wakeham, direktur air di Environment Agency sekaligus ketua National Drought Group.
Kekeringan kilat setelah pola hujan berganti cepat
Kondisi kekeringan tahun ini dinilai agak tidak biasa karena Januari dan Februari justru mengalami hujan yang cukup, sehingga membantu mengisi kembali cadangan dari reservoir serta air tanah. Namun, memasuki akhir musim semi dan musim panas, keadaan berubah menjadi sangat panas dan kering.
Peralihan cepat dari periode basah ke periode kering kadang disebut “climate whiplash”. EA menggarisbawahi bahwa sejauh ini Juli mencatat hanya 7% dari rata-rata curah hujan di Inggris, sedangkan untuk wilayah Inggris bagian selatan angkanya lebih rendah lagi, yakni 1%.
Beberapa bagian Devon dan Hampshire bahkan melewati lebih dari sebulan tanpa hujan. Situasi kombinasi antara curah hujan yang rendah dan suhu tinggi yang berlangsung lama—yang sekaligus meningkatkan penguapan—membuat cadangan air cepat menipis, baik di tanah, vegetasi, maupun aliran sungai.
Berita Terkait
EA menyebut kondisi tersebut telah mengarah pada “flash drought”, yaitu ketika awal kekeringan muncul mendadak, bukan berkembang selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pengumuman terbaru juga menandai adanya tiga episode kekeringan dalam lima tahun terakhir, yaitu pada 2022, 2025, dan kini 2026.
Risiko meningkat dan peringatan soal ketersediaan jangka panjang
Meskipun kekeringan dapat terjadi secara alami, para ilmuwan menyebut perubahan iklim turut meningkatkan risikonya. Suhu musim panas yang lebih tinggi membuat tanah menjadi lebih cepat kering, sehingga kekeringan berpotensi menjadi lebih parah dan berlangsung lebih lama.
Sejumlah peneliti juga menyoroti persoalan kurangnya investasi dalam infrastruktur air. EA sebelumnya pernah memperingatkan bahwa pasokan air publik di Inggris bisa menghadapi kekurangan hingga 5 miliar liter per hari pada pertengahan abad ini, bila tidak ada tindakan mendesak.
Prof Hayley Fowler dari Newcastle University mengatakan, “Kekeringan ini tidak hanya soal minimnya hujan. Ini adalah hasil dari suhu yang lebih panas akibat iklim yang menghangat, permintaan air yang terus meningkat, infrastruktur yang menua, serta terlalu banyak air yang hilang karena kebocoran.”
Pemerintah telah berkomitmen memperbaiki industri air, sementara perusahaan-perusahaan air juga telah menyampaikan rencana investasi. Namun, biaya yang ditanggung rumah tangga dan pelanggan ikut meningkat seiring kebutuhan pembiayaan tersebut.
Dampak ke alam, pertanian, dan kesiapsiagaan kebakaran
Cuaca kering memberi konsekuensi langsung bagi ekosistem. EA menyebut Atlantic salmon tidak mampu bergerak ke hulu karena aliran sungai yang rendah, sehingga mengganggu kondisi untuk pergerakan dan kelangsungan hidup biota tertentu.
Di sektor pertanian, kondisinya juga turut memburuk. Paul Tompkins, deputi presiden National Farmers’ Union of England and Wales (NFU), mengatakan bahwa petani dan pelaku usaha tani memang sejak dulu menghadapi cuaca, tetapi apa yang terjadi saat ini merupakan “perubahan iklim yang sedang berlangsung” dalam praktiknya.
Menurutnya, kondisi yang kian ekstrem membuat proses produksi semakin sulit, berisiko, dan mahal. Ia juga menegaskan persoalan kekeringan seharusnya menjadi perhatian semua pihak karena berhubungan langsung dengan ketahanan pangan negara.
Sejumlah wilayah bahkan sudah memasuki gelombang panas keempat tahun ini. Pada saat yang sama, peringatan kesehatan akibat panas berstatus amber dan yellow berlaku di sebagian wilayah Inggris, dengan suhu yang berpotensi mencapai 35°C di wilayah Inggris tenggara pada hari Rabu.
Cuaca panas dan kering juga menciptakan kondisi ideal bagi kebakaran hutan untuk menyebar. National Fire Chiefs Council memperingatkan bahwa risiko kebakaran hutan “masih tinggi di seluruh Inggris”. Dalam dua pekan terakhir, lebih dari 200 insiden kebakaran hutan dilaporkan terjadi di England dan Wales, menurut dewan tersebut.
Prospek hujan dan pembaruan rekor suhu
Met Office menyatakan beberapa bagian Inggris pada awal Agustus berpeluang menerima hujan, tetapi tidak ada tanda-tanda hujan yang menetap dan signifikan yang dapat mengubah keadaan kekeringan secara berarti. Will Lang, chief meteorologist di Met Office, menilai kondisi hangat yang sangat kering dalam beberapa bulan terakhir terus menimbulkan dampak yang signifikan.
Selain itu, Met Office juga mengumumkan bahwa rekor suhu musim panas Juni yang baru ditetapkan bulan lalu ternyata lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, setelah proses verifikasi. Angka yang sebelumnya dilaporkan sebesar 37,7°C di Lingwood, Norfolk, pada 26 Juni 2026 kini diperbarui menjadi 38,0°C, sekaligus melampaui rekor tertinggi sebelumnya untuk bulan Juni sebesar 35,6°C.












