jurnalistik.co.id – Di awal sidang Senat Amerika Serikat yang dipimpin kubu Republik, Anthony Fauci menyampaikan penolakan untuk menjawab pertanyaan terkait asal-usul pandemi Covid-19. Penolakan itu disampaikan dengan mengacu pada hak diam yang memberi perlindungan hukum melalui Amandemen Kelima.
Dalam penjelasannya, Fauci mengutip bunyi Amandemen Kelima Konstitusi AS yang menyatakan bahwa tidak ada seseorang yang dapat dipaksa menjadi saksi dalam perkara pidana dengan melawan dirinya sendiri. Ia menyampaikan, “Although it pains me to do so because of the respect I have for the legislative branch of government … under the advice of my attorneys, I will invoke my right under the Fifth Amendment of the constitution to refrain from answering your questions,” kata Fauci.
Fauci juga menekankan bahwa pengambilan hak diam bukan merupakan pengakuan bersalah. Menurut penjelasan yang ia sampaikan di ruang sidang, langkah itu dimaksudkan untuk melindungi individu dari paksaan, dari kemungkinan kekeliruan, serta dari skenario pergeseran beban yang tidak adil dalam proses pemeriksaan.
Saat sidang berlangsung pada Rabu, Fauci disebut tengah menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah Senator Rand Paul merilis catatan atau tulisan Fauci. Paul mengajukan pemeriksaan dengan basis dokumen-dokumen yang dibagikan sebelumnya, sementara Fauci menyatakan bahwa pemuatan entri-entri tersebut menjadi salah satu alasan ia tidak menjawab pertanyaan senator.
Alasan penolakan dan sikap Paul di ruang sidang
Fauci, yang pernah memimpin National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), menyebut bahwa perilaku Paul dinilai berkaitan dengan dorongan agar Fauci dapat diproses hukum. Dalam sidang, Fauci menyatakan bahwa ia tidak menjawab karena ia menilai ada “obvious obsession” yang mengarah pada upaya untuk menguji kemungkinan penuntutan.
Berita Terkait
Ia juga menggarisbawahi motif yang ia pahami dari pemanggilan dirinya. Fauci mengatakan, “The only conclusion I can reach is that the sole reason he is calling me before this committee is to get me to say something – anything – that could vindicate his repeated public pledges that I end up, in his words, ‘behind bars,’”
Meskipun Fauci menolak untuk merespons pertanyaan, Paul tetap melanjutkan pemeriksaannya. Pada bagian sambutan awal, Paul menyatakan bahwa catatan Fauci—yang telah ia sebar—dinilai bertentangan dengan apa yang Fauci sampaikan kepada publik mengenai asal-usul virus.
Menurut Paul, terdapat perbedaan antara pernyataan publik Fauci dan keyakinan yang disebut-sebut tersurat dalam catatan pribadi. Paul menyiratkan bahwa sementara Fauci mengemukakan secara publik Covid-19 berasal secara alami, Fauci disebut memiliki pandangan pribadi bahwa virus berasal dari laboratorium.
Paul sendiri berulang kali mempromosikan gagasan “lab-leak theory”, yaitu bahwa Covid-19 berasal dari Wuhan Institute of Virology di China. Sementara itu, banyak ilmuwan cenderung pada teori lain yang menyebut virus bermula ketika hewan membawa patogen kemudian menularkannya ke manusia, atau “animal spillover”. Namun, dalam pemberitaan ini ditegaskan bahwa bukti dan kesepakatan ilmiah belum mengerucut secara definitif pada salah satu teori secara penuh.
Fauci digambarkan memiliki catatan yang mencerminkan keterbukaan pada tahap awal pandemi terhadap dua kemungkinan asal-usul. Di masa awal, termasuk pada pembahasan yang ia tulis pada Februari 2020 mengenai panggilan konferensi antara para ilmuwan Covid, Fauci menyinggung bahwa para dokter belum sepenuhnya sepakat mengenai dari mana virus bermula.
Entri yang disampaikan dalam catatan tersebut memuat pernyataan: “[J]ust because two alternatives are possible that does not mean that they are equally probable,” demikian kutipan yang juga dimuat dalam laporan. Selain itu, dalam penulisan lain yang disebut Fauci kemudian, ia menuliskan bahwa, “is almost certain that the virus evolved naturally from a species jump, even though… I keep an open mind about the possibility of a lab leak”.
Dengan kata lain, catatan yang dipersoalkan dalam sidang memperlihatkan dinamika cara pandang Fauci sejak awal wabah: dari keterbukaan terhadap kemungkinan asal alami maupun skenario kebocoran laboratorium, hingga perkembangan keyakinan yang kemudian condong pada asal alami—meski ia tetap menyisakan ruang pikiran terbuka terhadap kemungkinan lain.












