jurnalistik.co.id – Perkara privasi Pangeran Harry di pengadilan Inggris kembali memasuki babak baru, menyusul putusan yang menolak gugatan sejumlah tokoh berprofil tinggi terhadap penerbit Daily Mail.
Setelah hakim menyingkirkan seluruh klaim dalam persidangan yang berlangsung 11 minggu, para pihak kini berada dalam agenda dengar pendapat dua hari di High Court guna menentukan siapa yang menanggung biaya hukum.
Dalam gugatan tersebut, Duke of Sussex beserta kelompok penggugat lain menggugat Associated Newspapers Limited (ANL) terkait tuduhan pengumpulan informasi yang dinilai melanggar hukum. Mereka yang ikut menggugat antara lain Sir Elton John, Baroness Doreen Lawrence, serta Elizabeth Hurley.
Hakim, yaitu Mr Justice Nicklin, sebelumnya memutuskan bahwa klaim para penggugat tidak dapat diterima, dan seluruh tuntutan mereka ditolak setelah proses persidangan yang panjang.
Rangka persidangan di High Court pada Rabu kemudian berfokus pada mekanisme biaya perkara. Para pihak memulai sidang dua hari untuk membahas rincian tanggung jawab biaya untuk “mammoth trial” tersebut.
Dalam dokumen tertulis, tim kuasa hukum Duke of Sussex dan penggugat lainnya menggambarkan besaran biaya yang dipersoalkan sebagai sesuatu yang “eye watering”. Mereka menilai ANL menimbulkan pengeluaran yang sangat besar di luar estimasi yang disepakati.
Menurut keterangan yang disampaikan di persidangan, biaya yang ditanggung penerbit Daily Mail hampir mencapai £34.5 juta per 9 Juli. Tim penggugat menyatakan bahwa ANL telah “exceeded its approved costs by over £18.6 million”, yaitu melampaui biaya yang semula disetujui.
Para penggugat juga mengaitkan perhitungan tersebut dengan skema asuransi yang mereka miliki, yang disebut menanggung sebagian biaya yang berpotensi timbul. Hal ini muncul sebagai argumen agar tanggungan penggugat tidak berujung pada kewajiban penuh yang tidak sebanding.
Nicholas Bacon KC, selaku kuasa hukum para penggugat, menyampaikan bahwa grup penggugat telah mengambil perlindungan asuransi dengan total nilai ÂŁ16.2 juta. Ia menambahkan bahwa ANL melakukan pengeluaran melebihi apa yang telah diberitahukan kepada mereka mengenai pengeluaran aktual.
Meski begitu, pengadilan tidak menetapkan angka final untuk potensi tagihan yang harus dihadapi para penggugat. Sebuah pernyataan yang disampaikan kepada pengadilan menyebut bahwa tingkat perlindungan asuransi yang ada “would be insufficient to meet their total costs exposure, possibly to the tune of many millions of pounds.”
Dengan kata lain, terdapat kemungkinan tagihan akhir bergulir hingga jumlah yang mencapai jutaan poundsterling, tergantung pada cara pengadilan menilai klaim biaya serta penerapan basis tanggungan yang diminta oleh pihak penerbit.
Berita Terkait
Di sisi lain, ANL berpendapat bahwa para penggugat seharusnya membayar penuh biaya yang timbul. Penerbit juga mengajukan agar biaya dibebankan dengan basis indemnity, yang menurut posisi ANL memberikan hasil keuangan yang lebih menguntungkan bagi penerbit dibanding basis lain.
ANL turut mengaitkan permohonan basis indemnity dengan penilaian terhadap perilaku proses litigasi para penggugat. Dalam argumentasi tertulisnya, pihak penerbit menyebut bahwa ada unsur ketidaklayakan sikap dari pihak penggugat selama perkara berlangsung.
Lebih spesifik, tim kuasa hukum ANL menyinggung adanya conduct clause, yaitu ketentuan yang dapat memicu skema indemnity. Mereka berpendapat bahwa perilaku penggugat selama proses litigasi berada pada tingkat yang tidak patut, sehingga skema indemnity layak dipertimbangkan.
Dalam dokumen tertulis yang dibacakan, pengacara ANL menyatakan, “Where claims involve wide-ranging allegations of dishonesty and serious criminal conduct against named individuals, a focused, responsible and proper approach is required as the norm.”
Pengacara ANL melanjutkan kutipan berikut: “The Claimants’ conduct of this litigation wholly disregarded these key disciplines. In many cases this was in the face of repeated warnings by the Court as to the proper approach to be taken.”
Tim kuasa hukum penggugat menanggapi tuduhan tersebut dengan menekankan bahwa mereka menjalani proses dengan itikad baik. Mereka mengatakan bahwa cara mereka membawa perkara dilakukan “honestly and in good faith”.
Para penggugat juga berargumen bahwa jika pengadilan memutuskan skenario para penggugat harus menanggung biaya penuh, hasil tersebut akan “unjustified”. Di mata tim penggugat, putusan seperti itu akan berdampak keras karena menyentuh tanggung jawab pribadi.
Menurut keterangan penggugat, dampaknya akan “particularly harsh” bagi para pihak yang menanggung kewajiban pribadi ketika nilai perlindungan asuransi tidak mencukupi untuk menutup eksposur biaya yang timbul.
Tim penggugat menyatakan bahwa pendekatan mereka selama perkara dipandu oleh keyakinan yang berangkat dari tekanan publik yang intens dalam jangka panjang, khususnya karena kehidupan pribadi para penggugat menjadi sorotan media selama puluhan tahun.
Sidang dua hari di High Court masih berjalan untuk memutuskan rincian tanggung jawab biaya, termasuk bagaimana pengadilan menilai besaran biaya yang diajukan, kepatuhan terhadap estimasi yang semula disepakati, serta penerapan basis indemnity.
Hasil dari pembahasan biaya perkara ini akan menentukan skala tagihan yang pada akhirnya dapat dibebankan kepada para penggugat, setelah gugatan privasi mereka dinyatakan gagal sepenuhnya pada putusan sebelumnya.












