jurnalistik.co.id – Polisi mulai memanggil sejumlah influencer yang diduga bekerja sama dengan Hanania Travel. Dari sederet influencer yang dipanggil, Keanu Angelo telah memenuhi panggilan pemeriksaan pada Senin (8/6/2026).
Dalam pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Keanu membantah adanya aliran dana yang masuk padanya terkait kerja sama promosi tersebut. Ia menyatakan tidak menerima uang endorse untuk kerja sama yang dijalani.
Keanu juga menyebut bahwa ia telah memeriksa legalitas dan riwayat Hanania Travel sebelum memutuskan bekerja sama. Ia bahkan meminta maaf kepada masyarakat yang batal berangkat karena dugaan penggelapan uang dalam kasus ini.
Bantahan penerimaan uang endorse
Dalam pemeriksaan itu, Keanu menyampaikan keterangan yang isinya menegaskan tidak ada pembayaran berupa endorse yang diterimanya. Ia mengatakan, “Saya jelaskan di dalam (ruang pemeriksaan) bahwa dalam kerja sama dengan Hanania itu saya enggak menerima uang endorse-an sama sekali,” kata Keanu usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (8/6/2026).
Menurut Keanu, kerja sama dilakukan secara barter. Ia menjelaskan bahwa promosi melalui media sosial ditukarkan dengan kesempatan ibadah Umrah.
Ia menyatakan diberangkatkan Umrah oleh Hanania Travel dua tahun yang lalu. Dalam perjalanan tersebut, Keanu mengaku memberikan ulasan atas pelayanan yang ia terima sebagai bagian dari kerja sama yang disepakati.
Keanu kemudian menyerahkan dokumen sebagai bukti dalam pemeriksaan. Dokumen yang ia berikan berupa mutasi rekening koran pada periode keberangkatan umrah, serta satu bulan sebelum dan sesudah perjalanan pada 2024.
Keanu juga menegaskan tidak ada dana yang diterimanya dari pihak terkait. Ia menyatakan, “Jadi mereka (Hanania) berangkatkan aku (umrah), aku promoin testimoni aku, pengalaman aku selama di sana. Aku enggak menerima aliran dana apa pun dari Hanania Group,” ujar dia.
Pertemuan dan kesepakatan kerja sama
Keanu mengatakan ia bertemu pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan, pertama kali pada Mei 2024. Ia menyebut pertemuan tersebut terjadi setelah dikenalkan oleh salah satu kerabat di Bali.
Setelah perkenalan itu, Keanu menyampaikan bahwa mereka sepakat bekerja sama. Ia menyebut ia diberangkatkan Umrah pada 29 Juli sampai dengan 10 Agustus 2024.
Keanu menuturkan bahwa sebelum berangkat, ia sudah memeriksa legalitas dan riwayat Hanania Travel sehingga merasa yakin untuk mengikuti kerja sama tersebut. Ia juga mengatakan perusahaan Hanania sudah memenuhi aspek legalitas yang ia cek.
Ia menegaskan pemeriksaan yang ia lakukan sebelum keberangkatan. “Aku udah periksa, dia (Hanania) memang secara perusahaan sudah legal, sudah terakreditasi di bawah pengawasan Kementerian Agama, dan sebelum aku berangkat juga dia sudah punya reputasi yang cukup baik,” kata Keanu.
Ke depan, polisi juga akan memanggil para influencer lain yang belum hadir untuk diklarifikasi. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk memperjelas keterkaitan mereka dengan dugaan kerja sama promosi Hanania Travel.
Keanu menjelaskan bahwa dalam rangkaian kerja sama itu, bentuk yang ia terima lebih pada fasilitas ibadah, sementara promosi dilakukan lewat konten yang ia bagikan. Dengan skema seperti itu, ia menyatakan tidak ada hubungan langsung berupa pembayaran endorse yang kemudian mengalir kepadanya. Ia juga menegaskan bahwa materi promosi yang muncul merupakan rangkaian testimoni atas pengalaman pribadi selama mengikuti perjalanan yang disepakati.
Dalam pemeriksaan, Keanu turut menyinggung dampak dari kasus yang sedang diselidiki. Ia mengatakan sempat ada masyarakat yang batal berangkat karena dugaan penggelapan yang menjadi sorotan, sehingga ia menyampaikan permintaan maaf. Menurut Keanu, perasaan bertanggung jawab tersebut muncul karena ia telah terlibat dalam proses kerja sama promosi, meski dirinya bersikukuh bahwa tidak menerima dana dari pihak manapun terkait perjalanan maupun penulisan ulasan.
Keanu juga menyampaikan bahwa dokumen yang ia serahkan dipakai untuk memperkuat keterangannya di hadapan penyidik. Ia menyebut dokumen itu berupa catatan mutasi dan koran rekening pada periode keberangkatan umrah, sekaligus rentang waktu satu bulan sebelum serta sesudah perjalanan pada 2024. Ia menyatakan penyerahan dokumen tersebut dilakukan untuk membantu proses klarifikasi, termasuk mempertegas bahwa selama periode terkait tidak terdapat aliran dana dari Hanania Group sebagaimana yang dituduhkan.








