jurnalistik.co.id – Bayi perempuan ditemukan di area persawahan Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (29/6/2026). Saat ditemukan, bayi masih memiliki tali pusar dan mengalami luka pada wajah serta leher.
Bayi tersebut kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis. Kapolres Klaten AKBP Moh Faruk Rozi menyampaikan bahwa saat ini bayi dirawat di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten, dan kondisinya sudah menunjukkan perbaikan.
Faruk mengatakan, bayi terus dipantau secara intensif selama menjalani perawatan. Ia menyebutkan, “Kondisi bayi kini berangsur membaik dan terus dipantau secara intensif,” di Klaten, Jawa Tengah, Senin.
Menurut Faruk, pihak kepolisian tidak hanya menyiapkan proses penyelidikan, melainkan juga mengutamakan pemulihan kesehatan bayi. Upaya pemantauan kesehatan menjadi fokus yang berjalan bersamaan dengan tahapan pemeriksaan lanjutan.
Terkait luka yang dialami bayi, Kapolres menjelaskan bahwa polisi masih menunggu pemeriksaan medis lebih lanjut. Faruk mengatakan hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan yang dilakukan.
“Pihak kami masih memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan,” ujarnya. Dengan langkah itu, polisi berusaha memastikan penyebab dan kondisi luka secara lebih jelas dari sisi medis.
Kapolres juga menekankan bahwa fokus penyelidikan tidak berhenti pada penanganan medis. Selain mencari siapa orang tua atau keluarga bayi, polisi turut mendalami pihak yang membawa serta meletakkan bayi di lokasi kejadian.
Faruk menyebutkan, penelusuran dilakukan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan bayi. Dalam keterangan yang disampaikan, ia menegaskan bahwa pencarian keluarga atau pihak terkait dilakukan beriringan dengan upaya pemulihan kesehatan bayi.
Dalam proses awal penanganan kasus, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kumpulan informasi di lapangan bisa dimanfaatkan dalam penyelidikan lebih lanjut.
Selain menggelar olah TKP, penyidik juga mengumpulkan berbagai alat bukti. Tujuannya adalah mempercepat proses pengungkapan serta mengerucutkan siapa saja yang diduga terlibat dalam pembuangan bayi tersebut.
Langkah pemeriksaan dan pengumpulan petunjuk
Faruk menyampaikan bahwa penyidik memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan. Pemeriksaan itu diarahkan untuk memperoleh keterangan yang dapat membantu memahami kronologi dan pihak yang mungkin berhubungan dengan kejadian.
Ia juga menyebutkan polisi melakukan pengecekan CCTV pada jalur akses menuju lokasi penemuan. Pengumpulan petunjuk lain ikut dilakukan untuk memastikan bukti yang ditemukan dapat mengarah pada pelaku pembuangan.
Pernyataan Kapolres tersebut, “Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan, melakukan pengecekan CCTV jalur akses menuju lokasi, hingga mengumpulkan berbagai petunjuk lain yang dapat mengarah kepada pelaku,” kata dia.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, penyidik berupaya menyusun informasi yang saling melengkapi. Keterangan saksi, hasil pengecekan rekaman, serta petunjuk lain diharapkan dapat membantu memperjelas siapa pihak yang meninggalkan bayi dan bagaimana bayi itu akhirnya ditemukan.
Kapolres juga menempatkan proses penyelidikan dalam kerangka yang saling terkait. Pemeriksaan medis atas luka bayi menjadi salah satu pertimbangan penting, sementara penelusuran di lokasi penemuan dan pengumpulan bukti lapangan mendukung kerja penyidik untuk menelusuri pelaku.
Sejauh ini, bayi tetap berada dalam perawatan setelah ditemukan di persawahan. Kondisi yang berangsur membaik menjadi kabar yang terus dipantau oleh tim medis, sementara polisi melanjutkan tahapan pencarian pihak-pihak terkait.
Kasus penemuan bayi perempuan di Desa Sekarsuli itu kini memasuki proses penyelidikan. Penyelidikan diarahkan pada upaya menemukan orang tua atau keluarga bayi, sekaligus mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas pembuangan bayi tersebut di lokasi persawahan.
Pihak kepolisian menegaskan proses berjalan dengan dua arah yang sama-sama penting: memastikan pemulihan kesehatan bayi berlangsung optimal, dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk mengungkap pelaku. Dengan pemeriksaan medis serta penguatan bukti di lapangan, polisi berharap kasus dapat segera terungkap sesuai hasil penyelidikan.







