Bisnis & Ekonomi

Berat Badan Normal, Perut Buncit Bisa Jadi Tanda Gangguan Metabolik

13
×

Berat Badan Normal, Perut Buncit Bisa Jadi Tanda Gangguan Metabolik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Timbangan Tak Naik Tapi Perut Buncit? Jangan-jangan Gangguan Metabolik

jurnalistik.co.id – Banyak orang mengira selama angka timbangan masih terlihat aman, kondisi tubuh juga baik-baik saja. Padahal, perhatian yang terlalu besar pada berat badan sering membuat lingkar perut justru luput diperiksa, meski perubahan di area ini bisa menjadi sinyal awal adanya risiko gangguan metabolik.

Kondisi seperti celana yang mulai terasa sempit di bagian pinggang, atau lingkar perut yang perlahan makin sulit dikendalikan meski berat badan tidak banyak berubah, kerap dianggap hal biasa. Namun, tanda sederhana itu bisa menunjukkan bahwa ada penumpukan lemak di area perut yang perlu diwaspadai, bahkan pada orang dengan berat badan yang tampak normal.

Risiko tidak selalu terlihat dari timbangan

dr. Shiela Stefani dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan bahwa risiko metabolik tidak hanya dialami orang dengan berat badan berlebih. Menurut dia, penumpukan lemak di area perut juga perlu diwaspadai meski berat badan terlihat normal.

“Banyak orang mengira risiko metabolik hanya terjadi pada orang dengan berat badan berlebih, padahal penumpukan lemak di area perut juga perlu diwaspadai meski berat badan terlihat normal. Lemak di area ini berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik seperti gula darah tinggi, kolesterol, hipertensi, hingga fatty liver,” jelas dr. Shiela Stefani, dikutip Selasa (19/5/2026).

Ia menambahkan, evaluasi kesehatan sebaiknya tidak berhenti pada angka timbangan. Lingkar perut dan sebaran lemak tubuh juga perlu diperhatikan secara menyeluruh agar gambaran kesehatan seseorang bisa dipahami dengan lebih tepat.

“Karena itu, evaluasi kesehatan sebaiknya tidak hanya melihat angka timbangan, tetapi juga memperhatikan lingkar perut dan sebaran lemak tubuh secara menyeluruh,” tambah dia.

Gejala bisa berkembang perlahan

Gangguan metabolik dan fatty liver disebut sering berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Banyak orang baru menyadarinya setelah hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan adanya perubahan pada kondisi tubuh.

Dalam situasi seperti ini, perubahan yang tampak sederhana sering kali menjadi petunjuk awal. Lingkar pinggang yang perlahan membesar, atau celana yang terasa semakin ketat di bagian perut meski berat badan tidak banyak berubah, bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih serius.

Karena itu, pengukuran lingkar perut dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu mendeteksi risiko metabolik sejak dini. Pemeriksaan ini menjadi penting karena tidak semua risiko kesehatan bisa dikenali hanya dari angka timbangan yang terlihat stabil.

Namun, ukuran lingkar perut saja juga tidak cukup jika ingin memahami kondisi tubuh secara utuh. Menurut penjelasan yang disampaikan, penilaian perlu dilakukan bersama faktor lain seperti gula darah, kadar kolesterol, tekanan darah, pola makan, aktivitas fisik, hingga komposisi tubuh secara keseluruhan.

Pemeriksaan menyeluruh untuk kesehatan liver dan metabolik

Untuk membantu masyarakat memahami kondisi metabolik dan kesehatan hati secara lebih menyeluruh, Mayapada Hospital Bandung memiliki Liver and Metabolic Wellness Center (LMWC). Layanan ini menyediakan perawatan komprehensif untuk kesehatan liver, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan, dengan fokus pada deteksi dini risiko seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik.

LMWC didukung tim dokter multidisiplin serta fasilitas modern seperti elastografi FibroScan® untuk memeriksa kesehatan hati secara non-invasif. Ada juga Total Body Matrix Assessment (TBMA) yang digunakan untuk evaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik.

Layanan tersebut merupakan bagian dari Gastrohepatology Center, yaitu layanan komprehensif untuk penanganan berbagai gangguan saluran pencernaan yang tersedia di berbagai unit Mayapada Hospital. Layanan ini hadir di Jakarta Selatan melalui Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said, Tangerang, Bogor, Surabaya, hingga Bandung, dan akan segera hadir di Jakarta Timur.

Informasi lengkap seputar layanan jantung di seluruh unit Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Articles and Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *