Peristiwa

Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Bisa Memicu Gangguan Fungsi Hati, Begini Penjelasannya

1
×

Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Bisa Memicu Gangguan Fungsi Hati, Begini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Bisa Ganggu Fungsi Hati, Kok Bisa?

jurnalistik.co.id – Kebiasaan pulang malam lalu makan besar, terlalu sering minum minuman manis, gemar gorengan, atau minim aktivitas fisik kerap dianggap bagian dari rutinitas yang wajar. Padahal, pola hidup seperti itu bisa meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah secara perlahan, dan dampaknya tidak berhenti pada berat badan atau risiko diabetes saja.

Kondisi metabolik yang tidak terkontrol juga dapat berdampak pada liver atau hati. Salah satu risikonya adalah penumpukan lemak di hati atau fatty liver yang dikenal sebagai metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD).

Yang membuat kondisi ini berbahaya, gangguan hati sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Banyak orang baru menyadarinya ketika keadaan sudah cukup serius, karena pada fase awal tubuh masih terasa normal dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa.

Hubungan kolesterol, gula darah, dan kesehatan hati

Berdasarkan penjelasan Dr.dr. Kaka Renaldi, Sp.PD-KGEH, FINASIM dari Mayapada Hospital Kuningan, gangguan pada hati umumnya tidak berdiri sendiri. Kondisi itu berkaitan erat dengan gangguan metabolik yang berkembang perlahan tanpa disadari.

"Ketika kolesterol dan gula darah tidak terkontrol dalam jangka waktu tertentu, dampaknya tidak hanya memengaruhi metabolisme secara umum, tetapi juga fungsi hati. Karena itu, perubahan pada profil metabolik sebaiknya sudah menjadi sinyal untuk mulai memperhatikan kondisi hati sejak dini," ungkap dia dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan, pada tahap awal fatty liver sering tidak menimbulkan keluhan yang khas. Akibatnya, banyak orang tetap merasa sehat dan menjalani rutinitas seperti biasa, sehingga perubahan di dalam tubuh tidak terdeteksi sejak awal. Tidak jarang, kondisi ini baru diketahui setelah berkembang lebih jauh.

Dalam konteks ini, keterkaitan antara kolesterol, gula darah, dan kesehatan liver menjadi penting untuk dipahami. Kenaikan trigliserida, gula darah yang tidak stabil, berat badan bertambah, atau lingkar perut membesar dapat menjadi tanda bahwa metabolisme tubuh tidak berjalan optimal.

Dengan kata lain, menjaga kolesterol dan gula darah tetap stabil bukan hanya penting untuk mencegah penyakit jantung atau diabetes. Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan hati agar tidak ikut terganggu oleh masalah metabolik yang terus menumpuk.

Layanan deteksi dini dan pengelolaan kesehatan hati

Untuk mendukung deteksi dini dan pengelolaan kondisi tersebut, Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) menyediakan layanan kesehatan hati, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan. Layanan ini berfokus pada risiko seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik.

Sejumlah pemeriksaan juga tersedia untuk membantu evaluasi kondisi secara lebih akurat, antara lain USG abdomen, CT scan, MRI, dan endoskopi. Pemeriksaan itu ditujukan untuk membantu pemetaan kondisi tubuh secara lebih menyeluruh, terutama ketika gangguan metabolik mulai memunculkan risiko terhadap organ hati.

Layanan tersebut didukung oleh tim dokter multidisiplin dan fasilitas modern seperti USG elastografi untuk pemeriksaan hati non-invasif. Selain itu, tersedia juga Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk evaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik.

Seluruh layanan itu merupakan bagian dari Gastrohepatology Center, yakni layanan komprehensif untuk penanganan gangguan saluran pencernaan yang tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital. Jaringannya mencakup Jakarta Selatan, yaitu Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said, Tangerang, Bogor, Surabaya, hingga Bandung, dan akan segera hadir di Jakarta Timur.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau melalui aplikasi MyCare. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat juga bisa mengakses informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital lewat fitur Health Articles & Tips, serta fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).