jurnalistik.co.id – Seorang pemulung bernama Dayat Suhanda ditemukan meninggal dunia di depan RS UKI, Kramat Jati, Jakarta Timur, dalam kondisi berada di atas gerobaknya. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (09/7/2026).
Menurut keterangan Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi, Dayat diduga meninggal karena sakit. Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Made menambahkan, berdasarkan keterangan saksi, korban sudah sekitar seminggu mengeluhkan kondisi kesehatannya sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal. “Korban meninggal karena sakit dan menurut saksi sudah seminggu mengeluh sakit,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Kamis (30/7/2026).
Jenazah kemudian menjalani rangkaian pemeriksaan oleh aparat dan tenaga kesehatan sebelum akhirnya dibawa untuk proses lanjutan.
Kronologi di lokasi
Awalnya, Dayat bersama kerabatnya, Burhannudin, berangkat mencari barang rongsok pada Rabu (08/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Keduanya memulai perjalanan dari kawasan Kayu Manis, Matraman.
Istri Dayat, Maya Komalasari, menjelaskan bahwa meski sedang sakit, suaminya tetap ikut mencari rongsok. Saat kondisinya terus menurun, Dayat memilih beristirahat dengan tidur di atas gerobak.
Pada pukul 02.00 WIB, Dayat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) di depan RS UKI. Setelah itu, ia beristirahat hingga akhirnya Burhannudin pergi lagi untuk mencari barang rongsok sekitar pukul 08.00 WIB.
Maya kemudian mendampingi korban di lokasi karena khawatir sesuatu terjadi. Ia ikut berada dekat gerobak Dayat sambil menunggu, sebelum peristiwa ditemukan lebih serius.
Sekitar pukul 12.30 WIB, Burhannudin kembali ke lokasi dengan niat mengajak korban untuk makan. Namun, Maya dan Burhannudin melihat Dayat sudah tidak bergerak.
Setelah diperiksa, keduanya memastikan korban telah meninggal dunia. Burhannudin kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk memastikan kondisi Dayat terlebih dahulu sebelum melaporkan kejadian tersebut.
Pemeriksaan aparat dan tim kesehatan
Berita Terkait
Langkah selanjutnya dilakukan setelah anggota polsek setempat tiba di TKP. Made menjelaskan bahwa dilakukan identifikasi, termasuk pengambilan sidik jari.
Pemeriksaan tubuh korban juga dilakukan oleh pihak Puskesmas Cawang. Pada saat itu, dokter yang melakukan pemeriksaan adalah Prima Yunia.
Dalam pemeriksaan tersebut, Made menyampaikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dengan demikian, jenazah diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur.
Setelah proses pemeriksaan awal selesai, jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum et repertum. Proses tersebut bertujuan memastikan temuan medis secara lebih lengkap berdasarkan hasil pemeriksaan.
Dugaan penyebab kematian
Meski penyebab pasti belum disebutkan secara rinci, polisi menyebut adanya dugaan bahwa kematian Dayat berkaitan dengan kondisi sakit yang dideritanya. Pernyataan itu merujuk pada keterangan saksi dan perilaku korban sebelum hari kejadian.
AKP I Made Budi menegaskan bahwa tidak ada temuan kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Made, sekaligus menekankan bahwa korban meninggal karena sakit berdasarkan keterangan saksi.
Dengan rangkaian penemuan di TKP, pemeriksaan awal oleh petugas dan tenaga kesehatan, serta rencana visum et repertum, proses penanganan kasus ini berjalan sesuai tahapan yang ditangani aparat di wilayah Kramat Jati.
Setelah Burhannudin kembali ke lokasi dan melihat Dayat tidak merespons, keduanya langsung melakukan pengecekan sederhana untuk memastikan kondisi korban. Warga kemudian turut diminta membantu agar laporan resmi dapat segera disampaikan dengan dasar pengamatan yang jelas di tempat kejadian.
Proses penanganan di TKP tidak berhenti pada temuan awal. Aparat mencatat identitas korban dan melakukan serangkaian pemeriksaan prosedural, termasuk pengambilan sidik jari, sebelum hasil observasi lapangan dipadukan dengan pemeriksaan medis dari tenaga kesehatan.
Pada tahap medis awal, pihak Puskesmas Cawang melakukan pemeriksaan fisik dengan melibatkan dokter yang bertugas saat itu, yaitu Prima Yunia. Dari pemeriksaan tersebut, polisi menyampaikan bahwa tidak ditemukan indikasi kekerasan sehingga jenazah diarahkan mengikuti langkah berikutnya sesuai tata cara pemeriksaan.
Polisi juga menyandarkan dugaan penyebab kematian pada keterangan saksi mengenai riwayat keluhan kesehatan korban dalam rentang waktu sebelum ditemukan. Dengan adanya temuan pemeriksaan awal dan rencana pemeriksaan lanjutan, pihak berwenang memastikan proses berjalan bertahap sambil menunggu hasil pemeriksaan medis yang lebih lengkap.












