Bisnis & Ekonomi

AS, Eropa-China Umumkan Kabar Penting Saat Erupsi Gunung Krakatau Berlanjut

×

AS, Eropa-China Umumkan Kabar Penting Saat Erupsi Gunung Krakatau Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: AS, Eropa-China Umumkan Kabar Penting di Tengah Erupsi Gunung Krakatau

jurnalistik.co.id – Pergerakan pasar pada hari ini bergerak beragam, dipengaruhi kombinasi rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat serta berlanjutnya gangguan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Di pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dan gagal melanjutkan penguatan yang sempat dibangun, sementara surat berharga negara dan nilai tukar menunjukkan arah yang berbeda.

Bursa saham Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 4 September 2026. IHSG turun 31,42 poin atau 0,47% ke level 6.636,48.

Pada sesi tersebut, IHSG dibuka di level 6.695,69. Pergerakan harian mencatat level tertinggi 6.704,13 dan terendah 6.633,93.

Lebih dari setengah emiten bergerak variatif, dengan 276 saham menguat, 379 saham melemah, dan 308 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan juga tercermin dari volume sebesar 35,80 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 15,04 triliun.

Dalam aliran dana, asing mencatat net foreign outflow sebesar Rp 29,76 miliar untuk all market, meski pada pasar reguler terpantau net foreign sell sebesar Rp 317,01 miliar.

Jika dihitung year-to-date, bursa saham menunjukkan net foreign outflow senilai Rp 67,48 triliun pada all market dan Rp 96,11 triliun di reguler market.

Dari sisi sektor, mayoritas bidang perdagangan berakhir melemah. Koreksi terdalam tercatat pada sektor konsumer, kesehatan, industri, dan teknologi.

Di tengah tekanan itu, sektor energi justru menjadi penopang dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Rupiah menguat, tetapi penguatan tidak bertahan penuh

Pergerakan mata uang Garuda ditutup dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah terapresiasi 0,11% menjadi Rp 17.630 per US$ pada penutupan perdagangan Jumat, 4 September 2026.

Posisi tersebut membuat rupiah berada di titik terkuatnya dalam 15 pekan terakhir.

Sepanjang sesi, rupiah sudah mengawali perdagangan di zona hijau dengan menguat 0,23% ke level Rp 17.610 per US$. Namun, penguatan kemudian terpangkas hingga penutupan, selisihnya sekitar 20 poin.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau menguat 0,12% pada pukul 15.00 WIB menjadi 99,026.

Rupiah tetap mendapat dukungan dari pelemahan tajam dolar AS pada perdagangan sebelumnya, karena DXY tercatat anjlok 0,69% pada Kamis pekan lalu.

Penguatan yen juga menjadi salah satu faktor yang menekan dolar. Yen melesat lebih dari 2% terhadap dolar AS hingga mencapai 155,47 yen per US$, mendekati level terkuatnya sejak awal Mei.

Lonjakan yen disebut dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar terkait kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ). Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September disebut telah mencapai 75%.

Ekspektasi itu menguat setelah anggota Dewan Kebijakan BOJ, Hajime Takata, menyatakan bank sentral perlu menaikkan suku bunga secara lebih cepat guna menghadapi tekanan inflasi.

Kenaikan yen turut membebani DXY, mengingat mata uang Jepang menjadi salah satu komponen utama indeks dolar AS.

Tekanan terhadap dolar juga membesar setelah Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller membuka peluang kebijakan suku bunga bisa dipertahankan dalam pertemuan bulan ini.

Waller mengatakan dirinya cenderung mendukung keputusan mempertahankan suku bunga apabila data ekonomi berikutnya menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda.

Pernyataan Waller membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed untuk September bergeser. Peluang kenaikannya turun menjadi 48% dari 59% sebelum Waller menyampaikan pandangannya.

Meski demikian, di pasar muncul perhitungan yang menunjukkan kemungkinan 40% The Fed menahan suku bunga, sementara 60% mengerek naik suku bunga, merujuk pada FedWatch.

Imbal hasil SBN stagnan

Dari sisi Surat Berharga Negara (SBN), imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun Indonesia bergerak stagnan.

Yield SBN 10 tahun ditutup pada level 7,102% pada perdagangan Jumat kemarin, tanpa perubahan berarti dibanding penutupan hari sebelumnya yang juga berada di 7,102%.

Pasar AS melemah setelah data tenaga kerja melampaui ekspektasi

Perdagangan di Wall Street berakhir kompak melemah pada Jumat pekan lalu setelah rilis laporan tenaga kerja Agustus jauh melampaui ekspektasi.

Dow Jones Industrial Average turun 271,86 poin atau 0,51% menjadi 53.414,25.

S&P 500 terkoreksi 0,38% ke 7.718,60, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,29% menjadi 26.506,99.

Data tenaga kerja AS menunjukkan jumlah pekerja nonpertanian atau nonfarm payrolls bertambah sebanyak 162.000 pada Agustus.

Angka tersebut berada di atas konsensus ekonom dalam survei Dow Jones yang memperkirakan penambahan hanya 53.000 pekerjaan.

Tingkat pengangguran bertahan di level 4,1% dan sesuai ekspektasi pasar.

Selain pertumbuhan lapangan kerja yang kuat pada Agustus, data untuk Juni dan Juli juga direvisi naik.

Kondisi itu memperlihatkan pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh, sekaligus memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama.

Di jalur yang sama, yield obligasi pemerintah AS langsung melompat setelah laporan tenaga kerja dirilis.

Yield Treasury tenor dua tahun—yang sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter—mencapai level tertinggi sejak Januari 2025.

Pelaku pasar kemudian memperkirakan peluang sebesar 58% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dalam beberapa pekan mendatang, berdasarkan CME FedWatch Tool. Sehari sebelumnya, probabilitas tersebut masih berada di level 49,4%.

Bradford Smith, manajer portofolio Janus Henderson Investors, menyampaikan bahwa “Laporan tenaga kerja Agustus yang luar biasa mengingatkan kita bahwa statistik ketenagakerjaan ini telah menjadi sangat volatil, sekaligus sedikit meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September.”

Menurut Smith, arah kebijakan The Fed berikutnya akan sangat bergantung pada data inflasi yang akan datang.

Ia menambahkan, “Setelah penampilan hawkish Ketua The Fed Warsh di Jackson Hole pekan lalu, terdapat kecenderungan yang jelas bagi The Fed untuk mengambil tindakan apabila data mendatang tidak menunjukkan kemajuan lebih lanjut dalam proses disinflasi,” ujarnya.

Erupsi Krakatau mengganggu penerbangan dan aktivitas ekonomi daerah

Di saat pasar menunggu perkembangan ekonomi global, dampak bencana alam dari letusan Anak Gunung Krakatau juga tercermin pada sektor penerbangan.

Delapan bandara ditutup sementara dan sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan tersebut menyusul penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kondisi ini turut menyebabkan sekitar 170.000 penumpang tertahan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, berdasarkan hasil monitoring hingga pukul 17.00 WIB, penutupan delapan bandara terdampak diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB pada Minggu, 6 September 2026.

Dudy menjelaskan, arah angin menjadi pertimbangan dalam keputusan perpanjangan tersebut. Menurut BMKG, arah angin yang sebelumnya bergerak ke barat kemudian berubah mengarah ke timur dengan kecepatan 5 knot pada ketinggian 15.000 kaki.

Delapan bandara yang ditutup sementara meliputi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Dudy menyatakan, “Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai 24.00 WIB,” sebagaimana dikutip dari keterangan resmi pada Minggu, 6 September 2026.

Di Bandara Soekarno-Hatta, tercatat 963 penerbangan terdampak yang terdiri dari 453 kedatangan dan 510 keberangkatan.

Sementara di Changi, sedikitnya 19 penerbangan Singapore Airlines dibatalkan, dan sejumlah penumpang baru mengetahui pembatalan tersebut setelah tiba di bandara.

Kementerian Perhubungan memastikan hak penumpang tetap dipenuhi maskapai. Sejumlah bandara alternatif seperti Kertajati, Juanda, YIA, Semarang, dan Solo disiapkan sebagai opsi pengalihan.

Penumpang yang penerbangannya dialihkan juga mendapat transportasi lanjutan gratis berupa bus atau kereta api.

Gangguan dari letusan Anak Gunung Krakatau disebut berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi di wilayah Banten, Lampung, dan sekitarnya.

Secara spesifik, dampak penerbangan karena sebaran abu vulkanik menjadi gangguan yang cepat terasa, mulai dari pembatalan dan penundaan penerbangan hingga berimbas pada pendapatan maskapai, operasional bandara, serta sektor hotel, restoran, dan pariwisata.