Bisnis & Ekonomi

CUAN dan SCMA Kompak Turun setelah Terdepak dari LQ45

×

CUAN dan SCMA Kompak Turun setelah Terdepak dari LQ45

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: CUAN-SCMA Kompak Melemah Usai Terdepak dari LQ45 - Market

jurnalistik.co.id – Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) kompak melemah pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Penurunan keduanya terjadi di tengah kondisi pasar yang juga membuat mayoritas saham bergerak turun, sekaligus sejalan dengan hasil rebalancing Indeks LQ45 yang mendepak CUAN dan SCMA.

Pergerakan CUAN dan SCMA terlihat jelas sejak awal sesi. Hingga pukul 09.31 WIB, SCMA menjadi salah satu saham yang mencatat koreksi lebih dalam, sementara CUAN juga terkoreksi namun dengan penurunan yang relatif lebih terbatas pada menit-menit awal perdagangan.

Saham SCMA tercatat turun 5,41% atau 8 poin ke level Rp140 per saham. Posisi tersebut berada di bawah harga pembukaan Rp144 dan sempat menembus level terendah Rp138 selama sesi berjalan hingga waktu yang sama.

Aktivitas perdagangan SCMA juga menunjukkan perputaran yang cukup padat di awal hari. Nilai transaksi saham emiten media itu tercatat sebesar Rp2,63 miliar dengan volume mencapai 186.540 lot sampai pukul 09.31 WIB.

Di sisi lain, saham CUAN terkoreksi 2,19% atau 10 poin ke level Rp446 per saham. Pergerakannya dimulai dari harga pembukaan Rp460, lalu bergerak dalam rentang perdagangan dengan sempat menyentuh level tertinggi Rp462 sebelum kemudian turun ke area terendah Rp440 pada sesi yang sama.

Perdagangan CUAN juga dibarengi nilai transaksi yang lebih besar dibandingkan SCMA pada waktu pantau tersebut. Nilainya tercatat Rp40,55 miliar dengan volume perdagangan 901.980 lot hingga pukul 09.31 WIB.

Penurunan CUAN dan SCMA muncul berbarengan dengan revisi evaluasi yang dilakukan BEI untuk mayor indeks. Bursa mengumumkan revisi evaluasi mayor indeks LQ45 dan IDX80 pada Selasa (27/10), yang kemudian menjadi faktor penyerta bagi pergerakan saham terkait di hari berikutnya.

Dalam revisi tersebut, CUAN dikeluarkan dari indeks LQ45 sekaligus IDX80. Sementara itu, SCMA hanya dikeluarkan dari indeks LQ45, sehingga keduanya sama-sama harus menghadapi perubahan komposisi indeks setelah keputusan evaluasi diumumkan.

Dengan pencabutan dari LQ45, perhatian pelaku pasar biasanya tertuju pada respons harga di sesi awal setelah pengumuman revisi. Pada perdagangan Rabu (28/10/2026), respons itu terlihat lewat tekanan jual yang membuat SCMA melemah 5,41% ke Rp140, dan CUAN turun 2,19% ke Rp446 hingga pukul 09.31 WIB.

Secara ritme pergerakan intraday, data harga juga memperlihatkan dinamika yang berbeda pada masing-masing saham. SCMA bergerak dari Rp144 ke rentang terendah Rp138, sedangkan CUAN berpindah dari Rp460 dengan rentang tertinggi Rp462 lalu turun ke Rp440 pada waktu yang sama.

Hingga akhir pantauan pagi itu, keduanya tetap menunjukkan kecenderungan melemah seiring kondisi pasar yang juga didominasi penurunan. Dengan demikian, pergerakan CUAN dan SCMA dapat dibaca sebagai kelanjutan dari momen rebalancing yang mendepak keduanya dari LQ45, termasuk revisi evaluasi yang sebelumnya diumumkan BEI untuk LQ45 dan IDX80.

Koreksi yang terjadi pada kedua saham itu juga tercermin dari jarak pergerakan terhadap harga pembukaan. SCMA yang dibuka di Rp144 kemudian berada di bawahnya saat sesi berjalan, sementara CUAN yang dibuka di Rp460 bergerak lebih lebar sebelum akhirnya terkoreksi ke area Rp440.

Jika dilihat dari sisi likuiditas pada jam-jam awal, perbedaan intensitas terlihat pada nilai transaksi dan volume yang dibukukan. SCMA mencatat transaksi Rp2,63 miliar dengan volume 186.540 lot, sedangkan CUAN mencapai Rp40,55 miliar dengan volume 901.980 lot sampai pukul 09.31 WIB.

Dengan keputusan BEI yang mengubah komposisi LQ45 serta IDX80, pelaku pasar cenderung merespons perubahan tersebut melalui aktivitas jual di sesi awal. Pada akhirnya, melemahnya CUAN dan SCMA pada perdagangan Rabu 28/10/2026 memperlihatkan bahwa dinamika setelah rebalancing ikut memengaruhi arah harga pada pantauan pagi hari.