jurnalistik.co.id – Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.
Menurut Dony, ketersediaan PFII masih dalam tahap persiapan menjelang periode operasional tersebut. Ia menyatakan harapannya agar rencana itu dapat berjalan sesuai jadwal.
“Mudah-mudahan [bisa beroperasi] akhir tahun ini,” ujar Dony saat ditemui di sela-sela Danantara Technology Investment Forum di Jakarta pada Senin (26/10/2026).
Dony menjelaskan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan personel yang dibutuhkan untuk mengisi struktur organisasi PFII. Ia menegaskan proses penyiapan tersebut merupakan bagian dari langkah menuju kesiapan operasional.
Ia juga menyebut adanya pembagian struktur di bawah PFII yang akan diisi secara bertahap. Meski demikian, Dony tidak merinci lebih jauh mengenai detail ketiga struktur yang dimaksud.
“Tinggal masalahnya beberapa strukturnya sedang diisi kan. Kan di bawahnya PFII itu ada tiga struktur kan. Ini sedang diisi. Mudah-mudahan akhir tahun ini,” lanjut Dony dalam keterangannya.
Dalam kesempatan yang sama, Dony menggambarkan bahwa penjadwalan kesiapan PFII tidak hanya terkait aspek rancangan, tetapi juga terkait pengisian unsur organisasi yang akan menjalankan fungsi-fungsi di dalamnya.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan proses persiapan bergantung pada pengisian struktur yang sedang berjalan. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi isyarat bahwa persiapan internal masih berlangsung menuju target operasional akhir tahun.
Berita Terkait
Dengan demikian, target PFII yang mulai beroperasi pada akhir 2026 diposisikan sebagai hasil dari tahapan koordinasi dan penyiapan sumber daya manusia yang diperlukan dalam struktur organisasi.
Lebih lanjut, Dony menempatkan pengisian tiga struktur sebagai elemen penting dalam tahapan menuju kesiapan PFII. Ia menyampaikan bahwa saat ini proses tersebut sedang berjalan dan diharapkan dapat rampung pada rentang waktu yang dituju.
Melalui pernyataan itu, PFII disebut tetap berada di jalur persiapan, dengan fokus pada pengisian personel dan kesiapan organisasi. Harapan yang disampaikan juga menegaskan agar pengoperasian dapat sesuai jadwal yang ditargetkan.
Sepanjang penjelasan Dony Oskaria, inti informasinya adalah dua hal: pertama, PFII diharapkan dapat beroperasi pada akhir 2026; kedua, pengisian struktur organisasi di bawah PFII—yang disebut terdiri dari tiga bagian—sedang berlangsung.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan target operasional akhir tahun menjadi terkait langsung dengan progres pengisian struktur dan kesiapan personel yang mengisi masing-masing unsur. Dony menyampaikan harapan agar tahapan ini dapat terselesaikan tepat waktu.
Dalam penjelasan tersebut, Dony juga menegaskan bahwa batas waktu operasional yang diarahkan pada akhir 2026 tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh tahapan kerja yang sedang dikejar. Penguatan kesiapan organisasi diposisikan sebagai pekerjaan yang harus berlanjut, sejalan dengan perkembangan pengisian internal yang dibutuhkan.
Ia menerangkan bahwa pemerintah tidak hanya berhenti pada sisi rancangan, tetapi juga mengerjakan kebutuhan kelengkapan struktural yang akan menjalankan aktivitas PFII. Dengan kata lain, progres persiapan dinilai tetap melekat pada upaya memastikan posisi-posisi dalam organisasi dapat segera terisi sesuai kebutuhan proses menuju operasional.
Lebih lanjut, pembagian struktur di bawah PFII disebut akan diisi secara bertahap. Meski rincian mengenai ketiga struktur tersebut tidak dijabarkan, arahnya menunjukkan bahwa pengisian elemen organisasi menjadi penentu utama agar PFII dapat memenuhi target kapan mulai beroperasi, sebagaimana yang disampaikan dalam kesempatan itu.
Dalam paparan tersebut, Dony menegaskan bahwa tahap menuju pengoperasian PFII dipandang sebagai proses berjenjang yang menyatukan rancangan dengan kesiapan kelembagaan. Pengisian personel dan penuntasan pembagian struktur di bawah PFII disebut sebagai bagian dari rangkaian pekerjaan yang terus dikerjakan sampai masa operasional yang ditargetkan tiba.












