Bisnis & Ekonomi

Tiga Negara Teratas Asal Impor Nonmigas RI: China, Jepang, Australia

×

Tiga Negara Teratas Asal Impor Nonmigas RI: China, Jepang, Australia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 3 Negara Asal Utama Impor Nonmigas RI: China, Jepang, Australia - Market

jurnalistik.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Januari hingga Juli 2026, tiga negara dan kawasan asal utama impor nonmigas Indonesia adalah China, Jepang, dan Australia. Ketiganya menyumbang 52,69% dari total impor nonmigas.

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menyampaikan hal tersebut dalam rilis BPS pada Selasa (1/9/2026). Menurut Ateng, kontribusi gabungan dari China, Jepang, dan Australia menjadi salah satu penopang terbesar arus impor nonmigas sepanjang periode tersebut.

Untuk rincian komposisi, impor nonmigas yang berasal dari China tampil sebagai yang paling dominan. China berkontribusi sebesar 42,38% terhadap total impor Indonesia pada Januari-Juli 2026 dengan nilai sebesar US$58,29 milliar.

Dalam impor dari China, BPS menyebut mesin atau peralatan elektrik dan bagiannya sebagai komponen yang paling menonjol. Nilainya mencapai US$12,81 milliar dengan share sebesar 21,98%.

Selain itu, mesin atau perlengkapan mekanis dan bagiannya juga tercatat memiliki peran besar. Komponen tersebut bernilai Rp12,65 miliar dengan kontribusi sebesar 21,07% terhadap seluruh impor dari China.

Pada kelompok berikutnya, impor dari China juga melibatkan plastik serta barang dari plastik. BPS mencatat nilai impor dari kategori ini mencapai US$3,48 milliar, dengan kontribusi sebesar 5,97% terhadap total impor dari negara tersebut.

Setelah China, Jepang menjadi sumber impor nonmigas terbesar berikutnya dalam periode Januari-Juli 2026. Jepang menyumbang 5,61% terhadap keseluruhan impor nonmigas Indonesia, dengan nilai US$7,71 milliar.

Dengan demikian, peta asal impor nonmigas sepanjang Januari hingga Juli 2026 menunjukkan bahwa China menjadi pusat utama, sementara Jepang menempati posisi terbesar kedua. Sementara itu, Australia juga termasuk dalam tiga asal utama yang menyumbang 52,69% dari total impor nonmigas Indonesia.

Rilis BPS tersebut memperlihatkan bahwa dominasi asal impor nonmigas tidak hanya terlihat dari nilai total, tetapi juga dari peran jenis komoditas tertentu dalam arus impor dari China. BPS menempatkan mesin atau peralatan elektrik dan bagiannya, mesin atau perlengkapan mekanis dan bagiannya, serta plastik dan barang dari plastik sebagai bagian yang menonjol dalam komposisi impor dari negara tersebut.

Secara keseluruhan, angka-angka yang disampaikan Ateng Hartono menegaskan konsentrasi impor nonmigas pada beberapa negara utama. China dengan kontribusi 42,38% (US$58,29 milliar) menjadi sorotan utama, diikuti Jepang sebesar 5,61% (US$7,71 milliar), sementara gabungan China, Jepang, dan Australia mencapai 52,69% dari total impor nonmigas periode Januari hingga Juli 2026.

Dalam keterangan yang dirilis pada Selasa (1/9/2026), Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menekankan bahwa konsentrasi asal impor nonmigas selama Januari hingga Juli 2026 tidak tersebar merata. China menjadi sumber utama, sedangkan Jepang berada di urutan berikutnya, dengan Australia ikut masuk dalam kelompok tiga negara dan kawasan asal terbesar.

Rangkaian rinciannya menunjukkan bahwa ketika arus impor nonmigas ditarik ke asal China, komposisinya juga memperlihatkan pola yang dominan pada barang-barang berbasis peralatan. BPS mencatat nilai impor untuk kelompok mesin atau peralatan elektrik dan bagiannya mencapai US$12,81 miliar dengan share 21,98%, sementara kelompok mesin atau perlengkapan mekanis dan bagiannya bernilai Rp12,65 miliar dengan kontribusi 21,07% terhadap total impor dari China.

Selain kelompok peralatan tersebut, BPS juga memasukkan kategori plastik serta barang dari plastik sebagai salah satu komponen penting dalam impor dari China. Untuk bagian ini, nilai impor dicatat US$3,48 miliar dengan kontribusi 5,97% terhadap total impor dari negara tersebut. Dengan komposisi seperti itu, China tidak hanya besar dari sisi total, tetapi juga dari sisi jenis barang yang menyokong nilai impor.

Secara keseluruhan, data rilis BPS yang disampaikan Ateng Hartono menggambarkan bahwa impor nonmigas Indonesia pada Januari–Juli 2026 mengalami penumpukan pada beberapa asal utama. China menjadi sorotan terbesar dengan kontribusi 42,38% (US$58,29 miliar), Jepang sebesar 5,61% (US$7,71 miliar), sedangkan gabungan China, Jepang, dan Australia mencapai 52,69% dari total impor nonmigas pada periode tersebut.