Peristiwa

BMKG Peringatkan Gelombang Laut Berpotensi Capai 4 Meter di Perairan NTT hingga 8 Juli

×

BMKG Peringatkan Gelombang Laut Berpotensi Capai 4 Meter di Perairan NTT hingga 8 Juli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: BMKG Sebut Gelombang Tinggi 4 Meter Berpotensi Melanda Perairan NTT hingga 8 Juli

jurnalistik.co.id – KUPANG—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut yang dapat mencapai 4 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peringatan tersebut berlaku pada Minggu (5/7/2026) hingga Rabu (8/7/2026), dengan peluang gelombang tinggi yang diperkirakan muncul di beberapa wilayah perairan.

Peringatan dini dan wilayah yang berpeluang mengalami gelombang tinggi

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, menyampaikan bahwa “Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, dan perairan selatan Sabu-Raijua,” kata Yandri.

Dengan adanya potensi ketinggian gelombang dalam rentang tersebut, BMKG meminta pihak yang beraktivitas di laut untuk menyesuaikan perencanaan pelayaran, terutama pada periode berlakunya peringatan dini.

Pengaruh pola angin terhadap peningkatan tinggi gelombang

BMKG menjelaskan, kondisi gelombang tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah NTT yang umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara, dengan kecepatan berkisar 4–25 knot.

Angin dengan kecepatan yang lebih tinggi terpantau di sejumlah area, yang kemudian berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di perairan setempat.

Yandri menyebut, kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor-Rote.

Dalam situasi seperti itu, BMKG menilai perubahan dinamika angin dapat mendorong gelombang menjadi lebih tinggi, sehingga kewaspadaan di laut menjadi faktor penting bagi keselamatan.

Ambang kewaspadaan untuk nelayan dan operator kapal

BMKG juga menyampaikan imbauan operasional agar nelayan lebih waspada ketika kondisi mencapai ambang tertentu. Nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Untuk operator kapal tongkang, BMKG meminta agar meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Sementara itu, nakhoda kapal ferry diminta lebih waspada apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Imbauan tersebut menekankan bahwa setiap jenis aktivitas dan karakter kapal memiliki ambang batas berbeda, sehingga penilaian kondisi cuaca dan laut perlu dilakukan sebelum dan selama pelayaran.

Akses informasi cuaca dan kondisi maritim terbaru

BMKG mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca serta kondisi maritim terbaru melalui layanan resmi. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui nomor telepon 0812-1512-2192.

Selain kanal telepon, BMKG juga menyampaikan bahwa pembaruan informasi tersedia melalui laman resmi dan media sosial Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.

Dengan berlakunya peringatan dini selama 5–8 Juli 2026, masyarakat yang beraktivitas di perairan NTT disarankan tetap mengikuti perkembangan dan memastikan keselamatan operasional tetap menjadi prioritas utama selama periode gelombang berpotensi tinggi.

BMKG menegaskan masa peringatan ini dimulai Minggu 5 Juli 2026 dan berakhir pada Rabu 8 Juli 2026, sehingga evaluasi kondisi laut sebaiknya dilakukan berulang selama periode tersebut.

Bila beraktivitas di perairan yang disebutkan, masyarakat diimbau menyesuaikan rencana keberangkatan dan memperhatikan perkembangan tinggi gelombang dari waktu ke waktu.

Dalam prakiraan, gelombang tinggi berkaitan dengan angin yang bergerak dari timur laut hingga tenggara; ketika kecepatan meningkat di beberapa selat dan laut, kondisi gelombang dapat ikut bertambah.

Ambang kewaspadaan yang disebut BMKG memisahkan penanganan berdasarkan jenis aktivitas: nelayan, operator tongkang, hingga nakhoda ferry perlu mengacu pada kriteria kecepatan angin dan tinggi gelombang yang berbeda.

Untuk memperoleh pembaruan terkini, BMKG menganjurkan pemantauan melalui layanan informasi resmi, termasuk nomor 0812-1512-2192 serta pembaruan dari laman dan media sosial Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.