jurnalistik.co.id – ACEH TENGAH, Aceh. Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah terus bergerak, salah satunya melalui percepatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Linge. Kehadiran jembatan itu ditujukan untuk memulihkan jalur yang sempat terputus dan mengembalikan kelancaran mobilitas warga.
Jembatan Perintis Garuda dibangun untuk menghubungkan Desa Reje Payung dan Desa Jamat. Sebelumnya, bencana hidrometeorologi membuat penghubung kedua desa tidak dapat dilalui, sehingga aktivitas harian masyarakat terganggu.
Dampaknya terasa di berbagai lini kehidupan. Anak-anak kesulitan mencapai sekolah, petani terhambat dalam mengakses lahan pertanian, sementara perpindahan warga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi ikut menjadi terbatas.
Pada masa tanggap darurat, pembangunan jembatan sementara dilakukan agar aktivitas tetap dapat berjalan. Prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0106/Aceh Tengah bersama personel Yonif TP, relawan, dan masyarakat bergotong royong membangun jembatan darurat tersebut.
Namun, ketika musim hujan datang, kondisi di lapangan tidak sepenuhnya mendukung. Jembatan darurat beberapa kali hanyut karena debit sungai meningkat, sehingga solusi sementara tidak cukup untuk menjamin akses yang stabil bagi warga.
Dibangun sejak April, target penyelesaian 15 Juli 2026
Menjawab kebutuhan akan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda mulai dilaksanakan sejak April 2026. Jembatan ayun permanen ini dirancang sebagai koneksi yang lebih kuat untuk mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Linge.
Pekerjaan pembangunan melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Kodim 0106/Aceh Tengah dan jajaran Komando Rayon Militer (Koramil). Di lapangan, ikut terlibat 25 prajurit Yonif TP, tenaga teknis Zidam, serta dukungan masyarakat setempat.
Berita Terkait
Kolaborasi lintas unsur tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri respons pascabencana. Dengan keterlibatan banyak pihak, proses pembangunan diupayakan tetap berjalan sesuai sasaran waktu.
Komandan Koramil (Danramil) 05 Kodim 0106/Aceh Tengah, Mukhlis, menyampaikan bahwa pembangunan terus berjalan sesuai target. “Progresnya sudah mencapai 53 persen dan kami berupaya menyelesaikannya dalam sekitar 10 hari ke depan atau tepatnya pada 15 Juli 2026,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (5/7/2026).
Mukhlis juga berharap keberadaan jembatan segera membuat akses warga kembali lancar. Jembatan tersebut, menurutnya, diharapkan mendukung kegiatan penting, mulai dari akses pendidikan hingga distribusi hasil pertanian, serta mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di Kecamatan Linge.
Di sisi lain, pembangunan jembatan permanen dipandang sebagai langkah untuk mengurangi risiko terganggunya aktivitas warga saat cuaca ekstrem. Dengan konstruksi yang lebih kokoh, ketergantungan pada jembatan sementara yang mudah terdampak kondisi sungai diharapkan dapat dihindari.
Rehabilitasi dan rekonstruksi, bukan hanya bangunan fisik
Lebih dari sekadar menghadirkan infrastruktur, pembangunan Jembatan Perintis Garuda juga menjadi bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Fokusnya tidak hanya pada penyelesaian fisik, tetapi juga pada pemulihan kualitas hidup masyarakat yang terdampak.
Ketika jalur penghubung kembali berfungsi, mobilitas warga diharapkan dapat berjalan normal. Kondisi itu akan mempermudah akses ke layanan pendidikan, memperlancar pergerakan untuk urusan pertanian, serta menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi harian.
Dengan progres yang sudah mencapai 53 persen dan target penyelesaian pada 15 Juli 2026, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi tonggak penting pemulihan konektivitas antarwilayah. Upaya ini sekaligus memperkuat harapan agar akses warga Kecamatan Linge tidak lagi terputus pada masa-masa cuaca yang berubah ekstrem.
Gotong royong yang melibatkan TNI, tenaga teknis, relawan, dan masyarakat setempat menjadi landasan kuat dalam percepatan pembangunan. Melalui kolaborasi tersebut, jembatan permanen diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Reje Payung dan Desa Jamat.












