jurnalistik.co.id – Hukuman dari Moto3 World Championship membuat suasana di GP Catalunya berubah drastis. Pebalap rookie asal Spanyol, Brian Uriarte, dijatuhkan diskualifikasi dari seluruh hasil balapan di seri tersebut akibat pelanggaran regulasi teknis.
Keputusan itu sekaligus memberi dampak langsung di klasemen sementara. Veda Ega Pratama, yang bernaung bersama Red Bull KTM Ajo, otomatis naik satu peringkat setelah poin Uriarte dicoretnya.
Penetapan sanksi ini berangkat dari pemeriksaan teknis pasca-kualifikasi di Sirkuit Catalunya. Pada tahap tersebut, motor Uriarte kedapatan menggunakan oli mesin yang tidak sesuai dengan regulasi resmi Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM).
Berdasarkan aturan ketat Moto3, seluruh tim wajib memakai pelumas dari pemasok tunggal yang telah ditunjuk tanpa rekayasa tambahan. Regulasi FIM Moto3 menyatakan: “Hanya oli mesin dari pemasok oli yang ditunjuk yang diizinkan untuk digunakan di semua bagian mesin, termasuk crankcase, gearbox, dan kopling. Penggunaan oli resmi tanpa tambahan atau perubahan apa pun adalah wajib.”
Direktur Teknis disebut memiliki wewenang penuh untuk mengambil sampel pelumas dari tim mana pun secara acak dan kapan saja. Saat dipanggil dalam sidang di sela-sela GP Mugello, Uriarte sempat mengajukan banding serta meminta analisis sampel kedua (Sampel B).
Namun, hasil laboratorium tetap menunjukkan temuan yang sama dengan Sampel A. Setelah proses berlanjut, FIM Steward kemudian menjatuhkan hukuman berupa diskualifikasi total untuk Uriarte dari sesi kualifikasi dan balapan di Catalunya.
Menurut kronologi yang disebutkan, sidang lanjutan itu digelar di Hongaria pada Kamis pagi waktu setempat. Pada saat yang sama, Uriarte—yang sebelumnya baru merayakan kemenangan Grand Prix pertamanya di Sirkuit Mugello, Italia, pada Minggu lalu—harus menerima sanksi berat yang menghapus hasilnya di seri Catalunya.
Di GP Catalunya, Uriarte tampil impresif di atas lintasan. Ia mengamankan posisi start ketiga dan menyentuh garis finis di urutan keempat.
Kendati performanya di trek sudah terlihat, kehilangan poin krusial dari Catalunya membuat posisi Uriarte di klasemen kejuaraan dunia merosot tajam. Sebelum sanksi diketuk, ia bertengger di peringkat keempat dan tertinggal 78 poin dari Maximo Quiles di puncak klasemen.
Dengan revisi terbaru, Uriarte harus rela turun ke peringkat kedelapan. Perubahan ini menjadi angin segar bagi pebalap Tanah Air, Veda Ega Pratama, yang otomatis naik satu peringkat di papan klasemen sementara.
Veda Ega Pratama—berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta—sedang menjalani musim debutnya di kancah dunia Moto3. Pergeseran peringkat tersebut menjadi modal motivasi tambahan bagi Veda untuk terus mendulang poin dan mempertajam adaptasinya di kelas Moto3 pada seri-seri berikutnya.
Setelah pelanggaran tersebut terdeteksi lewat prosedur pemeriksaan teknis pasca-kualifikasi, fokus kemudian bergeser ke kepatuhan terhadap ketentuan pelumas yang telah ditetapkan FIM. Karena pasokan bersifat satu pemasok dan penggunaan harus sesuai aturan, temuan terhadap jenis oli menjadi dasar kuat bagi penilaian pelanggaran.
Dalam proses penanganan, pihak berwenang mengambil langkah berjenjang dari pemeriksaan awal hingga sidang. Uriarte tidak langsung menerima keputusan, melainkan sempat mengajukan banding serta meminta uji lanjutan melalui sampel kedua, agar verifikasi menyasar data yang sama. Ketika pemeriksaan ulang menunjukkan hasil identik, hukuman yang dijatuhkan kemudian menjadi diskualifikasi penuh untuk balapan dan sesi kualifikasi di Catalunya.
Dampak dari sanksi itu kemudian terlihat di papan klasemen, karena poin yang sebelumnya melekat pada hasil Uriarte di seri tersebut harus direvisi. Dengan perubahan perolehan poin, posisi Veda Ega Pratama ikut bergeser naik satu tingkat, sementara Uriarte harus menerima konsekuensi turun sampai menempati peringkat kedelapan dalam klasemen sementara. Bagi Veda, perubahan itu hadir sebagai dorongan di musim debutnya untuk menjaga ritme serta mempercepat adaptasi menghadapi rangkaian seri berikutnya.






