Politik & Parlemen

Reform UK laporkan Zack Polanski ke polisi soal unggahan Instagram berisi “Nigel” dan gambar guillotine

×

Reform UK laporkan Zack Polanski ke polisi soal unggahan Instagram berisi “Nigel” dan gambar guillotine

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Reform UK reporting Green leader Zack Polanski to police over Instagram post

jurnalistik.co.id – Reform UK menyatakan tengah melaporkan pemimpin Green Party, Zack Polanski, kepada polisi terkait unggahan di Instagram yang memuat pesan berbahaya. Unggahan itu menampilkan gambar guillotine dan sosok yang mengenakan kaus bertuliskan “Nigel”.

Dalam laporan tersebut, Reform UK mengaitkan konten yang dibagikan Polanski dengan upaya provokasi. Salah satu gambar memperlihatkan seorang pria memakai kaus yang bertuliskan “We’re only making plans for Nigel”. Di unggahan yang sama, terdapat pula gambar guillotine.

Polanski, menurut laporan, menerima permintaan untuk berkolaborasi dengan akun lain. Setelah itu, ia membagikan rangkaian foto peristiwa Green Party pada hari Minggu kepada para pengikutnya, yang tercatat mencapai 713.000.

Green Party kemudian menyampaikan respons atas unggahan tersebut. Juru bicara Green Party menyatakan: “Once this image was brought to [Zack’s] attention he immediately unshared the post. He unequivocally does not support this type of dangerous message.” Pernyataan itu menegaskan Polanski tidak mendukung pesan seperti yang dinilai berbahaya.

Sebelum penjelasan dari Green Party, Nigel Farage mengkritik Polanski melalui platform X. Farage mengatakan dengan menyertakan tangkapan layar unggahan yang dipaparkan Polanski, serta menyatakan: “If I was to post anything as inciteful then I would expect to be arrested, and so should Polanski.” Kritik itu diarahkan langsung pada respons hukum yang menurutnya seharusnya berlaku bila kontennya dianggap menghasut.

Reform UK kemudian menyampaikan bahwa mereka memahami proses pelaporan tersebut akan dilakukan kepada polisi. Di internal partai, Zia Yusuf selaku juru bicara urusan dalam negeri menilai unggahan itu sebagai bagian dari tindakan yang berujung pada hasutan.

Zia Yusuf menyebut: “this is incitement to murder”. Pernyataan tersebut menjadi dasar penilaian Reform UK terhadap isi unggahan Polanski, yang dikaitkan dengan kombinasi gambar guillotine dan pesan pada kaus bergambar “Nigel”.

Hingga berita ini disampaikan, rincian lanjutan mengenai langkah penegakan atau hasil pemeriksaan tidak diuraikan dalam teks laporan. Namun, rangkaian peristiwa—mulai dari unggahan Polanski, penghapusan unggahan oleh pihak terkait, hingga kritik publik Farage dan pernyataan Reform UK—menjadi sorotan dalam perdebatan soal batas pesan yang dianggap berbahaya.

Dalam pemberitaan ini, fokus utamanya tertuju pada satu unggahan Instagram yang dinilai mengandung unsur provokasi. Reform UK menyatakan bahwa unggahan itu memperlihatkan simbol guillotine sekaligus pesan pada kaus yang menyinggung “Nigel”. Partai kemudian mengaitkan rangkaian visual tersebut dengan dugaan adanya upaya penghasutan, sebelum akhirnya memilih jalur pelaporan kepada polisi.

Menurut laporan, Zack Polanski tidak hanya membagikan materi terkait pesan yang dianggap bermuatan berbahaya, tetapi juga sebelumnya diklaim mendapat permintaan untuk berkolaborasi dengan akun lain. Setelah peristiwa di Green Party pada hari Minggu, Polanski membagikan rangkaian foto kepada pengikutnya—angka yang disebut dalam teks ini mencapai 713.000—sehingga jangkauan unggahannya turut menjadi bagian dari sorotan perdebatan.

Green Party kemudian merespons dengan menegaskan sikap mereka terhadap konten tersebut. Juru bicara menyampaikan bahwa begitu gambar itu mendapat perhatian, Polanski langsung melepas (unshare) postingan yang dimaksud. Dalam penjelasan yang dimuat, ditegaskan pula bahwa Polanski tidak mendukung pesan berbahaya seperti yang dinilai Reform UK.

Sementara itu, kritik publik juga datang dari Nigel Farage di platform X. Ia mengunggah tangkapan layar unggahan yang dipaparkan Polanski dan menyoroti konsekuensi hukum yang menurutnya seharusnya berlaku jika konten serupa dianggap menghasut. Reform UK sendiri menyatakan memahami proses pelaporan akan diarahkan kepada polisi, dan Zia Yusuf menyebut bahwa isi unggahan tersebut layak dipandang sebagai penghasutan untuk kekerasan.