jurnalistik.co.id – Brimob Polda Gorontalo turun langsung membantu warga yang terdampak banjir di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Rabu (27/05). Kegiatan bakti sosial pascabanjir itu menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih berupaya memulihkan kondisi lingkungan dan aktivitas sehari-hari setelah air surut.
Dalam kegiatan tersebut, Satuan Brimob Polda Gorontalo mengerahkan 11 personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Gorontalo. Seluruh personel dipimpin oleh Ipda Arifin Mahadjani dan bersama warga setempat bergotong royong membersihkan area yang masih dipenuhi material banjir.
Fokus utama pembersihan adalah lumpur, sampah, serta berbagai sisa banjir yang masih menghambat mobilitas warga. Material yang menumpuk di lingkungan sekitar tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membuat aktivitas masyarakat belum bisa berjalan sepenuhnya normal. Karena itu, pembersihan dilakukan agar lingkungan lebih cepat kembali layak digunakan.
Brimob juga hadir bukan hanya untuk mengangkat material sisa banjir, tetapi juga memberi dukungan moril kepada masyarakat. Kehadiran personel di tengah warga menjadi dorongan agar proses pemulihan pascabencana tetap dijalankan dengan semangat, meski kondisi yang dihadapi masih terasa berat bagi sebagian warga.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kehadiran Polri, khususnya Korps Brimob, di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana alam. Dalam situasi seperti ini, peran personel di lapangan tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga dengan kerja kemanusiaan yang langsung dirasakan warga.
Dengan semangat kemanusiaan, personel Brimob dan masyarakat bahu-membahu mempercepat pemulihan lingkungan. Kerja bersama itu diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa setelah banjir membawa dampak pada lingkungan tempat tinggal mereka.
Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K., menyampaikan bahwa kehadiran personel Brimob dalam bakti sosial merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam situasi apa pun. Menurut dia, bencana alam harus dihadapi bersama, bukan hanya oleh warga yang terdampak, tetapi juga oleh seluruh unsur yang punya tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
“Bencana alam adalah ujian yang harus dihadapi bersama. Kehadiran personel Brimob di lokasi terdampak merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban warga serta mempercepat proses pemulihan pascabanjir sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ujar Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K.
Ia juga menegaskan bahwa Satbrimob Polda Gorontalo akan terus siap siaga mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Bagi jajaran Brimob, pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara tidak berhenti pada tugas-tugas pengamanan, tetapi juga mencakup kerja nyata saat warga memerlukan bantuan langsung di lapangan.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Satbrimob Polda Gorontalo berharap sinergi dengan masyarakat semakin erat. Semangat gotong royong yang terbangun di tengah pembersihan pascabanjir diharapkan menjadi energi bersama untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat bencana alam.
Semangat “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan” juga kembali ditegaskan sebagai nilai yang dipegang setiap personel Brimob dalam menjalankan tugas. Dalam konteks bakti sosial di Kecamatan Biau, semangat itu diwujudkan melalui kerja langsung bersama warga untuk memulihkan lingkungan dan mengembalikan harapan agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali.
Selain membantu membersihkan lingkungan, kehadiran personel di lapangan juga memberi ruang bagi warga untuk bekerja lebih ringan dalam proses pemulihan. Situasi itu menunjukkan bahwa penanganan pascabanjir tidak berhenti pada membersihkan sisa material, tetapi juga membangun kembali kesiapan masyarakat untuk kembali beraktivitas.
Langkah gotong royong antara Brimob dan warga di Kecamatan Biau menjadi gambaran sederhana bahwa pemulihan pascabencana akan lebih cepat tercapai ketika semua pihak bergerak bersama. Dari kerja bersama seperti inilah kondisi lingkungan sedikit demi sedikit dapat kembali pulih dan aktivitas masyarakat perlahan berjalan normal.












