jurnalistik.co.id – JAKARTA — Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyoroti rendahnya likuiditas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sorotan itu membuat GOTO berisiko didepak dari indeks tersebut apabila kondisi likuiditas yang minim terus berlanjut hingga tinjauan indeks pada Agustus 2026.
Tinjauan ulang itu akan dilakukan sejalan dengan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes. Dalam pengumuman resminya, MSCI menegaskan bahwa evaluasi pada Agustus 2026 akan menjadi penentu bagi kelanjutan GOTO di indeks, terutama jika perusahaan tidak memenuhi persyaratan likuiditas yang relevan pada saat peninjauan berlangsung.
“Sebagai bagian dari tinjauan indeks Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila gagal memenuhi persyaratan likuiditas yang relevan pada saat itu,” dikutip dari pengumuman resmi MSCI, Rabu (27/5/2026).
Pernyataan itu menempatkan likuiditas saham GOTO sebagai perhatian utama dalam penilaian MSCI. Dengan kata lain, yang menjadi sorotan bukan semata posisi GOTO di indeks, melainkan apakah saham emiten teknologi tersebut masih bisa memenuhi kriteria likuiditas yang dipakai MSCI saat evaluasi dilakukan nanti.
MSCI sendiri belakangan mengidentifikasi persoalan likuiditas saham GOTO yang seret itu sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026. Sejak titik itu, kondisi likuiditas GOTO menjadi bagian dari pantauan indeks global yang akan terus diperiksa sampai agenda tinjauan berikutnya tiba.
Dalam konteks pengumuman tersebut, MSCI menegaskan bahwa langkah yang diambil bukan keputusan final saat ini, melainkan peringatan yang terhubung langsung dengan hasil peninjauan pada Agustus 2026. Artinya, status GOTO masih bergantung pada apakah kondisi likuiditasnya membaik dan mampu memenuhi persyaratan yang relevan pada waktu evaluasi.
Karena itu, perhatian pasar kini tertuju pada perkembangan likuiditas saham GOTO sampai periode peninjauan mendatang. Selama kondisi seret itu belum berubah, risiko penghapusan dari indeks tetap terbuka sesuai dengan pengumuman resmi MSCI dan metodologi yang digunakan dalam Global Investable Market Indexes.
Dengan timeline yang sudah jelas, Agustus 2026 akan menjadi momen penting bagi GOTO dalam menjaga posisinya di indeks MSCI. Jika pada saat itu persyaratan likuiditas yang relevan tidak terpenuhi, MSCI menyatakan akan menghapus GOTO dari indeks. Sebaliknya, jika syarat tersebut bisa dipenuhi, status emiten itu tetap bergantung pada hasil tinjauan resmi yang dilakukan pada periode tersebut.
Situasi ini membuat GOTO berada dalam fase yang sensitif di mata pelaku pasar. Selama likuiditas belum membaik, setiap perkembangan perdagangan sahamnya akan dibaca sebagai sinyal penting tentang peluang bertahan di indeks. Bagi investor, pengumuman MSCI tersebut juga menjadi pengingat bahwa posisi suatu emiten di indeks global tidak hanya ditentukan oleh ukuran perusahaan, tetapi juga oleh kualitas perdagangan sahamnya pada periode evaluasi.
Di sisi lain, peringatan yang disampaikan MSCI menegaskan bahwa penilaian indeks bersifat dinamis dan bergantung pada pemenuhan syarat pada waktu yang telah ditetapkan. Karena itu, ruang bagi GOTO untuk mempertahankan posisinya masih terbuka, tetapi akan sangat ditentukan oleh apakah kondisi likuiditas sahamnya dapat menunjukkan perbaikan yang konsisten sebelum tinjauan Agustus 2026 berlangsung. Dengan kata lain, periode menuju evaluasi berikutnya menjadi masa pengamatan yang krusial.
Untuk pasar, perkembangan ini biasanya tidak hanya dipandang sebagai isu teknis indeks, melainkan juga sebagai sinyal yang dapat memengaruhi persepsi terhadap saham terkait. Saat likuiditas menjadi sorotan, perhatian cenderung bergeser pada kemampuan saham tersebut untuk tetap aktif diperdagangkan dan memenuhi parameter yang disyaratkan. Karena itu, langkah MSCI kali ini bisa dibaca sebagai penekanan bahwa keberlanjutan sebuah emiten di indeks sangat erat dengan konsistensi likuiditas hingga hari penilaian resmi tiba.












