jurnalistik.co.id – PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo mencatat volume penjaminan sebesar Rp 139,6 triliun hingga Juni 2026. Capaian tersebut disebut menjangkau lebih dari 2 juta pelaku usaha dan penerima manfaat.
Jamkrindo juga menyebut penjaminan yang disalurkan berkontribusi terhadap penyerapan hampir 5,9 juta tenaga kerja. Perusahaan menilai angka-angka itu mencerminkan perannya dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.
Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menyampaikan capaian penjaminan sebagai bukti langkah perusahaan memperbesar ruang akses bagi pelaku UMKM. Menurutnya, akses pembiayaan yang terbuka dapat menjadi pengungkit bagi aktivitas usaha yang lebih produktif.
Abdul Bari menegaskan bahwa melalui layanan penjaminan yang diberikan, puluhan juta UMKM dan koperasi telah memperoleh akses pembiayaan. Akses tersebut, kata dia, membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, memperkuat daya saing, hingga menciptakan lapangan kerja.
Dalam siaran pers, Abdul Bari menyatakan, “Selama 56 tahun berkontribusi pada perekonomian nasional, Jamkrindo telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan ekonomi nasional melalui perluasan aksesibilitas keuangan,” ujar Abdul Bari dalam siaran pers, Senin (20/7/2026).
Ia menambahkan, hingga pertengahan 2026 Jamkrindo terus memperkuat kontribusinya untuk mendukung perekonomian nasional. Penguatan itu ditempuh melalui penjaminan yang diarahkan pada peningkatan daya saing UMKM dan koperasi serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Momentum penguatan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Jamkrindo. Perusahaan menyatakan langkah yang dijalankan sejalan dengan kebutuhan untuk memperluas akses pembiayaan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi.
Selain itu, Jamkrindo juga menempatkan transformasi bisnis dan penguatan tata kelola sebagai agenda berkelanjutan. Perusahaan menyebut penguatan tata kelola, inovasi digital, serta pengelolaan risiko yang berkesinambungan dilakukan sebagai landasan untuk memperbesar dampak penjaminan.
Jamkrindo menyatakan bahwa pembangunan ekonomi yang inklusif perlu berjalan bersamaan dengan pembangunan manusia. Karena itu, perusahaan melaksanakan program-program sosial yang ditujukan untuk masyarakat.
Capaian penjaminan dan dampak ke pelaku usaha
Jamkrindo mencatat penjaminan sebesar Rp 139,6 triliun hingga Juni 2026. Nilai tersebut ditujukan untuk mendorong aktivitas UMKM dan koperasi agar lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan.
Menurut perusahaan, cakupan penjaminan melampaui 2 juta pelaku usaha dan penerima manfaat. Capaian itu diposisikan Jamkrindo sebagai kontribusi nyata terhadap penguatan kapasitas ekonomi pelaku usaha kecil.
Perusahaan juga menyebut dampak yang menyentuh lapangan kerja. Penjaminan dinilai berkontribusi terhadap penyerapan hampir 5,9 juta tenaga kerja, yang memperluas manfaat program hingga sektor pekerjaan.
Berita Terkait
Abdul Bari menyampaikan bahwa penjaminan yang dilakukan bukan hanya soal pembiayaan, tetapi juga soal keberlanjutan kemampuan usaha. Dengan akses pembiayaan yang terbuka, pelaku usaha dapat meningkatkan kemampuan produksi dan memperbesar peluang untuk bertahan di pasar.
Dalam penjelasannya, Jamkrindo menekankan bahwa akses tersebut dapat menguatkan posisi pelaku UMKM dan koperasi. Perluasan pasar, penguatan daya saing, dan terciptanya lapangan kerja dipandang sebagai rangkaian dampak dari penjaminan yang diberikan.
HUT ke-56: program sosial dan Mobil PELITA
Perayaan HUT ke-56 Jamkrindo diisi dengan beragam program sosial yang menyasar berbagai kebutuhan masyarakat. Jamkrindo menyebut Program Pustaka Lestari untuk ribuan anak Indonesia, Pelosok Mengajar, serta bantuan Pojok Membaca.
Selain program literasi, perusahaan menyampaikan adanya edukasi kesehatan mental keluarga. Jamkrindo juga menyebut program peningkatan kompetensi guru dan program dedikasi guru, termasuk kegiatan donor darah.
Rangkaian perayaan lainnya adalah Fun Walk yang diikuti jajaran direksi, dewan komisaris, karyawan, serta keluarga besar perusahaan. Abdul Bari menyatakan kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi dalam menjalankan transformasi perusahaan.
Abdul Bari mengatakan, “Fun Walk yang kami laksanakan pagi ini bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi menjadi simbol bahwa tujuan besar hanya dapat dicapai melalui kebersamaan. Dengan semangat tersebut, Jamkrindo terus menghadirkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Jamkrindo meluncurkan Mobil Pelayanan Empati, Literasi, dan Tumbuh Anak (PELITA). Perusahaan menyebut mobil tersebut sebagai sarana edukasi bergerak untuk memperluas akses literasi, edukasi, dan layanan pendampingan tumbuh kembang anak.
Jamkrindo menambahkan, layanan pendampingan itu juga mencakup konseling psikologis secara gratis. Perusahaan menyebut anak-anak dapat memperoleh ruang untuk berkonsultasi dengan psikolog profesional guna menjaga kesehatan mental.
Program ini diarahkan agar anak bisa membangun kepercayaan diri sekaligus menghadapi tantangan sosial di lingkungan sekolah maupun keluarga. Jamkrindo juga menyatakan layanan tersebut diharapkan membantu deteksi dini berbagai persoalan psikologis pada anak.
Abdul Bari menjelaskan bahwa Mobil PELITA merupakan pengembangan dari program edukasi kesehatan mental, pencegahan perundungan (bullying), dan kekerasan seksual yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan. Melalui Mobil PELITA, Jamkrindo akan menjangkau berbagai sekolah untuk menjalankan layanan edukasi dan pendampingan.
Abdul Bari menegaskan arah tujuan program dengan mengatakan, “Mobil PELITA merupakan bentuk kepedulian Jamkrindo untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat kepada masyarakat. Kami ingin membuka akses yang lebih luas terhadap literasi, edukasi, dan pendampingan tumbuh kembang anak, sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik,” kata Abdul Bari.
Dengan penjaminan yang terus diperluas serta program sosial yang berjalan bersamaan, Jamkrindo menempatkan perayaan HUT ke-56 sebagai penanda komitmen jangka panjang. Perusahaan menegaskan bahwa langkah yang diambil diarahkan agar dampak yang dihasilkan tidak berhenti pada pembiayaan, tetapi juga meluas ke penguatan kualitas hidup masyarakat.












