Hukum & Kriminal

Paman tersangka pembunuhan Ann Widdecombe: “nearly fell to floor” saat dengar penangkapan keponakan

×

Paman tersangka pembunuhan Ann Widdecombe: “nearly fell to floor” saat dengar penangkapan keponakan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Uncle of Ann Widdecombe suspect says he 'nearly fell to floor' over arrest

jurnalistik.co.id – Paman tersangka pembunuhan Ann Widdecombe menggambarkan momen ketika ia mengetahui keponakannya ditangkap. Ia mengatakan sempat merasa hampir jatuh setelah mendengar kabar penahanan tersebut.

Kepada BBC, pria yang tinggal di wilayah yang sama dengan keluarga tersangkanya bercerita bahwa kakinya “went like jelly”. Ia menambahkan, “My legs went like jelly,” serta menegaskan, “He’s the last person I would think would do anything like that.”

Menurutnya, ia memang mengenal keponakannya sebagai sosok yang berbeda dari bayangan yang kini muncul. Ia mengingat lelaki itu sebagai “quiet and unassuming boy” yang “gentle and polite”, “everything that a shy, young boy would be”.

Ia tinggal berdekatan dengan tersangka, tetapi tidak sempat bertemu secara intens selama sekitar 10 tahun. Meski demikian, ia merasa sulit memahami bagaimana seseorang dengan karakter yang ia kenal bisa berakhir di pusat perkara seberat ini.

Ann Widdecombe, yang berusia 78 tahun, diyakini menjadi korban serangan di rumahnya di Haytor, Devon, pada 8 Juli. Polisi menyebut tubuhnya ditemukan sehari kemudian dengan luka serius.

Dalam perkembangan penyelidikan, seorang pria kulit putih berusia 28 tahun ditangkap pada Sabtu di South Yorkshire. Ia ditahan dengan dugaan pembunuhan, sekaligus dugaan keterlibatan dalam rangkaian tindakan terorisme yang meliputi “commission, preparation or instigation of acts of terrorism”.

Petugas kontra-terorisme menyatakan pada Selasa bahwa mereka percaya Widdecombe tewas akibat “targeted attack”. Meski demikian, mereka masih bekerja untuk memahami motif di balik serangan tersebut.

Pada wawancara di Rotherham, pria paman itu menjelaskan bahwa keponakannya sebelumnya tinggal bersama ayahnya sampai ayahnya meninggal beberapa bulan lalu. Ia mengatakan keponakannya kemudian menjadi sosok yang jarang terlihat di lingkungan, setidaknya menurut ingatannya.

Seorang perempuan yang tinggal dekat properti tersangka juga menyampaikan pernyataan serupa mengenai rutinitas sehari-hari. Courtney Foster mengatakan, “he used to take his dad out shopping while he was still alive, but since then he never really went out much”.

Ia menambahkan bahwa aktivitas di sekitar rumah tersangka relatif tidak sering terlihat. Namun, ada catatan waktu perjalanan yang ia ingat cukup spesifik.

Menurut Foster, sebuah mobil meninggalkan properti di Rotherham pada Rabu pekan sebelumnya, sekitar pukul 07:30 hingga 08:00 waktu BST, lalu kembali sekitar pukul 17:30 atau 18:00. Ia mengaku sempat terkejut saat itu terjadi.

“I was quite surprised at the time. I thought ‘oh, the car’s gone,’” ucapnya. Reaksi itu ia kaitkan dengan kebiasaan lingkungan yang selama ini relatif tampak tenang dan tidak menunjukkan banyak aktivitas.

Sementara itu, paman tersangka juga menyoroti ketidaksesuaian dalam rangkaian kejadian yang ia pahami. Ia mengatakan, “Things don’t add up … To drive all that way and back in one day takes some doing.”

Ia lalu menambahkan detail keseharian yang ia yakini berbeda dengan gambaran penangkapan sekarang. “I would drive past his house nearly every day and 99 times out of a 100 the car would be there,” katanya.

Menurutnya, perbedaan antara pola yang selama ini ia lihat dan informasi tentang perjalanan mobil pada hari tertentu menjadi bagian dari kebingungan yang ia rasakan. Ia berharap penjelasan resmi penyelidikan bisa membuat semuanya menjadi lebih masuk akal.

Sejak pengumuman kematian Widdecombe pada Jumat, berbagai bentuk penghormatan telah disampaikan. Di saat yang sama, kabar bahwa penyelidikan pembunuhan telah diluncurkan juga memicu gelombang keterkejutan sekaligus mendorong pembahasan lebih luas mengenai keselamatan anggota parlemen.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pemberitaan, Widdecombe adalah anggota Parlemen Konservatif untuk Maidstone di Kent selama 23 tahun. Ia juga pernah menjabat sebagai menteri di bidang Home Office dan ketenagakerjaan dalam pemerintahan John Major pada periode 1994 hingga 1997.

Setelah meninggalkan parlemen, ia tampil di program Strictly Come Dancing pada 2010 dan Celebrity Big Brother pada 2018. Widdecombe kemudian menjadi anggota parlemen Eropa (MEP) dari Brexit Party, yang mewakili South West England di Parlemen Eropa pada 2019 hingga 2020.

Pada 2023, ia bergabung dengan Reform UK setelah nama partai berubah dari Brexit Party. Perjalanan karier politiknya itu membuat namanya tetap dikenal luas, sehingga berita mengenai serangan terhadapnya membawa dampak emosional yang besar bagi banyak pihak.

Di tengah proses penyelidikan, fokus kini tetap pada upaya memahami motif serangan yang polisi sebut sebagai “targeted attack”. Bagi keluarga tersangka, keterangan-keterangan dari lingkungan yang selama ini minim interaksi menjadi latar yang makin mempertajam rasa tidak percaya.