Internasional

Iran Ancam Tutup Rute Perdagangan Lagi setelah AS Luncurkan Serangan Baru

×

Iran Ancam Tutup Rute Perdagangan Lagi setelah AS Luncurkan Serangan Baru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Iran threatens to block more trade routes as US launches fresh strikes

jurnalistik.co.id – Iran memperingatkan akan menutup atau membatasi rute perdagangan di kawasan itu lagi, menyusul serangan baru yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap target militer Iran.

Ancaman tersebut disampaikan ketika ketegangan Washington–Teheran kembali meningkat setelah AS melaporkan operasi serangannya pada Rabu pagi waktu setempat.

Menurut pernyataan IRGC, Selat Hormuz akan tetap dalam kondisi tertutup sampai AS menghentikan apa yang mereka sebut “acts of aggression”. IRGC juga menyatakan akan menutup akses jalur ekspor minyak dan gas lainnya di kawasan.

Di pihak AS, Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan pihaknya melakukan serangan ke Iran pada Rabu pagi, setelah operasi pada malam sebelumnya.

Centcom menambahkan bahwa pasukannya mengalihkan dua kapal yang berupaya melewati blokade pelabuhan Iran yang baru saja diberlakukan kembali.

Centcom juga menyebut gelombang serangan berlangsung selama 90 menit untuk menargetkan pertahanan pesisir serta fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Greater Tunb Island.

Dalam pernyataannya, Centcom mengatakan serangan itu “further degraded Iran’s ability to attack commercial shipping in the Strait of Hormuz”.

Ketegangan yang berlanjut di kawasan tersebut menegaskan posisi Selat Hormuz sebagai jalur strategis bagi perekonomian global.

Dampaknya, harga minyak dilaporkan melonjak tajam karena lalu lintas tanker melalui rute pelayaran penting itu “virtually stalled”.

Sementara itu, pada Selasa malam, blokade baru AS terhadap pelabuhan Iran diberlakukan. Blokade tersebut menghentikan kapal untuk bertransit ke dan dari pelabuhan Iran serta wilayah pesisir.

Blokade tersebut sebelumnya sempat dicabut pada bagian dari kesepakatan yang ditandatangani kedua negara bulan lalu, yang dikenal sebagai memorandum of understanding, dengan tujuan mengakhiri konflik selama berbulan-bulan.

Namun, sengketa terkait Selat Hormuz kemudian menjadi titik pertikaian utama yang memicu eskalasi berikutnya.

IRGC menyatakan kepada AS agar “expect the closure of other oil and gas export routes that serve the interests of the United States and its allies”. IRGC tidak menjelaskan rute mana yang berpotensi terkena dampak.

Di sisi lain, presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik Iran minggu depan jika negara itu tidak kembali ke meja perundingan.

Trump mengatakan, “I’ll save the energy targets for last, but ultimately we’ll hit energy targets”, dalam sebuah wawancara program Special Report dengan Bret Baier yang disiarkan pada Selasa malam.

Menurut laporan, eskalasi retorika itu muncul setelah Trump menyatakan pungutan 20% yang sempat diancam akan dikenakan di Selat Hormuz akan diganti dengan kesepakatan “massive” perdagangan dan investasi bersama negara-negara Teluk.

Ancaman menyerang infrastruktur sipil yang dibuat Trump pada April lalu juga menuai kecaman dari Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker TĂĽrk.

Türk menyatakan, “Under international law, deliberately attacking civilians and civilian infrastructure is a war crime.”

Dalam konteks diplomasi, negosiator utama Iran untuk pembicaraan dengan AS, Mohammed Bager Qalibaf, mengatakan keamanan nasional Teheran bergantung pada pemeliharaan “Iranian arrangements” di Selat Hormuz.

Ia menambahkan bahwa perundingan—bersamaan dengan perang—adalah bagian dari strategi perlawanan Iran ketika menghadapi konflik yang mereka sebut “existential” dengan AS.

Adapun televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa militer mereka menjalankan serangan terpisah terhadap target AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Pihak sekutu AS juga menyampaikan bahwa mereka telah mencegat drone dan rudal yang diluncurkan dari Iran.

Sebagai bagian dari rangkaian insiden terbaru, BBC melaporkan tayangan yang diverifikasi memperlihatkan dugaan serangan terhadap kota pelabuhan Chabahar di Iran bagian selatan pada Rabu.