Olahraga

Cesc Fabregas Pasrah, Masa Depan Nico Paz di Como Diserahkan ke Mirwan Suwarso

0
×

Cesc Fabregas Pasrah, Masa Depan Nico Paz di Como Diserahkan ke Mirwan Suwarso

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cesc Fabregas Pasrah, Nasib Nico Paz di Como Diserahkan ke Mirwan Suwarso

jurnalistik.co.id – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, memilih pasrah soal masa depan Nico Paz di tengah ramai spekulasi transfer yang mengiringi pemain muda itu pada bursa kali ini. Keputusan akhir, menurut Fabregas, sepenuhnya ia serahkan kepada jajaran petinggi klub, terutama presiden klub, Mirwan Suwarso.

Sikap itu muncul bukan tanpa alasan. Nico Paz punya peran yang sangat vital dalam perjalanan Como 1907 musim ini, sampai-sampai kontribusinya ikut membantu I Lariani bersaing ketat untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

Di atas lapangan, gelandang asal Argentina itu memang tampil sangat menonjol. Dalam 35 penampilan di Liga Italia musim ini, Paz mencatatkan 12 gol dan 7 assist. Catatan itu membuat namanya menonjol di antara para pemain muda yang baru menjalani debut di kasta tertinggi sepak bola Italia.

Bukan hanya soal angka. Paz juga dikenal punya visi bermain yang genius, kemampuan mengeksekusi tendangan bebas, serta akurasi umpan yang spektakuler. Kombinasi itu membuat kontribusinya terasa besar bagi Como, baik saat membangun serangan maupun ketika menentukan hasil pertandingan.

Paz sendiri bergabung ke Como pada musim panas 2024 setelah didatangkan dari Real Madrid. Namun, ketika melepas sang gelandang, kubu Los Blancos menyelipkan klausul pembelian kembali atau buy-back clause dalam kontraknya. Klausul itu memberi hak kepada klub asal ibu kota Spanyol tersebut untuk memulangkan Paz dengan tebusan yang telah disepakati senilai 9 juta euro.

Adanya klausul itu membuat masa depan Paz terus menjadi bahan spekulasi. Berbagai laporan menyebut saat ini hanya ada dua skenario utama untuk pemain berusia 21 tahun itu, yakni tetap bertahan bersama Como atau kembali ke Bernabeu.

Jika klausul tersebut diaktifkan, maka Paz tidak punya banyak pilihan selain kembali berkarier di Spanyol. Situasi itu jelas menjadi perhatian Como, terlebih karena sosok seperti Paz dianggap sangat penting untuk menghadapi kerasnya persaingan Liga Champions musim depan.

Fabregas pun mengakui skuadnya masih sangat membutuhkan tenaga pemain tersebut. Meski demikian, ia memilih tidak mengambil alih keputusan dan menyerahkannya kepada manajemen klub. Dalam pandangannya, masa depan Paz memang harus diputuskan secara kolektif oleh pihak yang berwenang di Como.

Sosok muda dengan dampak besar

Perjalanan Paz di Como musim ini memperlihatkan betapa cepat ia beradaptasi. Sebagai pemain yang baru mencicipi sepak bola Italia di level tertinggi, ia langsung memberi dampak nyata lewat gol, assist, dan kualitas permainan yang konsisten.

Bagi Como, kehilangan pemain seperti itu tentu bukan perkara kecil. Karena itulah, keputusan soal masa depan Nico Paz kini menjadi sorotan utama, sementara Fabregas memilih menunggu langkah yang akan diambil Mirwan Suwarso dan jajaran klub lainnya.

Di tengah situasi itu, wajar jika nama Paz terus menempel di hampir setiap pembahasan mengenai proyek Como ke depan. Performanya bukan sekadar melengkapi tim, melainkan ikut membentuk identitas permainan yang membuat Como terlihat lebih berani dan tajam. Itulah sebabnya, setiap kabar yang menyangkut masa depannya langsung terasa lebih besar dari sekadar isu transfer biasa.

Fabregas sendiri tampak memahami betul bahwa keputusan seperti ini tak bisa hanya didorong oleh faktor emosional atau kebutuhan jangka pendek di lapangan. Meski ia tentu ingin mempertahankan pemain yang sedang berada dalam level terbaiknya, pelatih asal Spanyol itu memilih tetap berada pada jalur yang sama: menghormati struktur keputusan klub dan menunggu arah yang ditetapkan oleh pihak manajemen.

Pada akhirnya, nasib Nico Paz akan sangat menentukan bagaimana Como menatap musim berikutnya. Jika ia bertahan, klub masih punya satu sosok muda dengan kualitas yang sudah terbukti memberi pengaruh besar. Jika tidak, Como harus siap mencari cara lain untuk menutup lubang yang ditinggalkan pemain yang selama ini menjadi salah satu tumpuan utama mereka.