jurnalistik.co.id – Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, membahas beberapa isu transfer dan perkembangan tim di sela-sela Festival Serie A di Parma. Ia menyinggung dua bidikan yang gagal didatangkan, sekaligus menguraikan situasi Nico Paz serta penilaian terhadap pelatih Cesc Fabregas.
Menurut Mirwan, Como memiliki perhatian pada pasar pemain untuk musim depan, namun tidak semua pembicaraan berlanjut. Ia menyebut ada dua sosok yang diincar, tetapi prosesnya tidak menemukan titik temu.
Harga jadi penghalang dua bidikan
Mirwan Suwarso mengungkap bahwa Federico Chiesa dan Andrea Cambiaso termasuk dalam daftar incaran Como. Namun, keduanya “ditolak” karena kendala harga yang dinilai tidak sesuai dengan kisaran yang disiapkan klub.
Ia mengutip alasan penolakan itu dengan pernyataan yang menegaskan perbedaan angka. “Harga pemain-pemain itu sedikit lebih tinggi dari kisaran harga kami,” kata Mirwan Suwarso, seperti dikutip dari Tutto Mercato Web.
Dengan demikian, kegagalan mendatangkan dua nama tersebut bukan terkait kemampuan atau kebutuhan taktis yang spesifik, melainkan pertimbangan finansial yang menjadi batas dalam negosiasi. Dalam kerangka itulah Como memilih untuk mengakhiri atau tidak melanjutkan opsi yang ada.
Nasib Nico Paz menunggu Real Madrid
Selain membahas rumor dua pemain baru, Mirwan Suwarso juga menyinggung masa depan Nico Paz. Ia menjelaskan bahwa kendali terhadap keputusan tersebut berada di pihak lain, yaitu Real Madrid.
“Masa depan Nico tetap berada di tangan Real Madrid, dan kita akan menunggu,” sambung Mirwan Suwarso. Pernyataan ini memperjelas posisi Como yang menunggu proses dari klub yang memegang situasi Nico Paz.
Mirwan dengan demikian memposisikan rencana Como terkait Nico Paz sebagai bagian dari timeline yang ditentukan oleh Real Madrid. Ia tidak menyatakan perubahan sikap dari sisi Como, melainkan menegaskan waktu menunggu sebagai langkah yang perlu dijalani.
Apresiasi kerja Fabregas
Mirwan Suwarso turut mengomentari kinerja Cesc Fabregas selama menjalani peran sebagai juru taktik Como. Ia menyebut bahwa sejak awal menjabat, Fabregas sudah meninggalkan kesan mendalam melalui pendekatan yang dinilai tidak biasa.
“Dia adalah orang yang sangat unik dan kompleks. Ketika kami bertanya apakah dia ingin menjadi pelatih tim utama, dia membawakan kami presentasi setebal 40 halaman untuk menjelaskan visinya.” Mirwan menempatkan detail tersebut sebagai bukti kesungguhan dan cara Fabregas memaparkan gagasan.
Ia melanjutkan penjelasannya tentang rutinitas evaluasi setelah pertandingan. “Setelah setiap pertandingan, dia menjelaskan apa yang terjadi, untuk memahami apa yang berhasil dan apa yang tidak, seperti seorang manajer atau administrator,” ujar Mirwan.
Menurut Mirwan, apresiasi itu bukan hanya pada strategi di lapangan, tetapi juga pada cara Fabregas membangun pemahaman di sekitar tim. “Dia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan kerendahan hati yang besar, mencoba membuat kami memahami semuanya juga,” tambahnya.
Ia menilai kontribusi Fabregas mencapai puncak dengan catatan sejarah yang dihasilkan klub. Fabregas disebut menjadi pelatih pertama di Como yang menciptakan sejarah pertama kali tampil di Liga Champions.
Keputusan Fabregas dinilai masih dinamis
Sementara itu, Mirwan menyatakan masa depan Fabregas kini tak sepenuhnya pasti. Meski demikian, ia meyakini bahwa pelatih tersebut suatu saat akan pergi.
Mirwan menjelaskan dasar keyakinannya dari pengalaman tahun sebelumnya saat ada pertanyaan dari klub lain. “Tahun lalu, kami menerima pertanyaan dari klub lain tentang Fabregas, dan kami menyadari bahwa suatu hari nanti ia mungkin akan pergi,” kata Mirwan.
Meski demikian, ia tidak menutup harapan agar Fabregas bisa bertahan lebih lama. Ia menyebut Fabregas mampu mengubah Como menjadi tim yang diperhitungkan, sehingga kemungkinan kepergian pelatih tetap dipandang sebagai kemungkinan yang harus diantisipasi.
Walau memberi ruang pada kemungkinan tersebut, Mirwan menekankan sikap klub yang tetap menghormati keputusan Fabregas. “Jika ia memutuskan untuk tetap tinggal dalam waktu lama, kami akan senang dan itu akan fantastis, tetapi jika ia ingin pergi, kami akan mendoakan yang terbaik untuknya,” pungkas Mirwan Suwarso.










