Teknologi

Di Indramayu, Petani Melon Budidaya Smart Green House Berbasis IoT untuk Sweetnet 9

×

Di Indramayu, Petani Melon Budidaya Smart Green House Berbasis IoT untuk Sweetnet 9

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tinggalkan Cara Konvensional, Petani Melon di Indramayu Ini Manfaatkan IoT untuk Budidaya

jurnalistik.co.id – Di sudut Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebuah instalasi pertanian modern berdiri dengan luas sekitar 200 meter persegi. Bangunan itu dikenal sebagai Smart Green House, dan menjadi ruang tumbuh baru bagi budidaya melon varietas premium bernama Sweetnet 9.

Di balik dinding yang transparan, sepuluh petani melon yang tergabung dalam Kelompok Tani Jati Bening sedang mempersiapkan langkah yang berbeda dari kebiasaan lama mereka. Transformasi dari pertanian konvensional menuju praktik yang lebih terukur mulai dibangun melalui penerapan teknologi.

Retno Indra, fasilitator yang mendampingi petani, menyebut perubahan ini telah berjalan. Ia mengatakan, “Gebrakan ini resmi dimulai pada Rabu kemarin, melalui kick-off program CSR bertajuk Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan atau yang disingkat Jari Tangan yang diinisiasi oleh PT Pertamina EP (PEP) Zona 7,”

Smart Green House tidak hanya hadir sebagai bangunan baru, tetapi juga membawa perangkat budidaya hidroponik yang diklaim canggih. Instalasi ini dirancang mampu menampung hingga sebanyak 480 tanaman melon dalam satu ruang.

Keunggulan utama di dalamnya datang dari penerapan teknologi Internet of Things (IoT) auto dosing. Sistem tersebut membantu mengendalikan kebutuhan tanaman, khususnya air dan pupuk, agar dapat diberikan secara ideal untuk nutrisi pertumbuhan.

Dengan skema pengaturan yang lebih presisi, petani diproyeksikan bisa mengoptimalkan hasil panen. Retno menuturkan bahwa lewat teknologi tersebut, para petani diharapkan mampu menghasilkan hingga dua buah melon pada setiap pohonnya, dengan bobot satu buahnya bisa mencapai 1,5 kilogram.

Sweetnet 9 dipilih bukan sekadar karena varietas unggul, melainkan juga karena karakter nilainya di pasar. Retno menjelaskan, melon yang dibudidayakan di Smart Green House bukan melon biasa, tetapi varietas premium dengan potensi harga lebih tinggi.

Ia menegaskan perbedaan harga yang menjadi daya dorong bagi petani. “Jika melon lokal di pasaran umumnya dibanderol sekitar Rp 12.000 per kilogram, melon Sweetnet 9 ini bisa menembus harga Rp 35.000 per kilogram,” ungkapnya.

Menurut Retno, tingginya nilai jual tersebut selaras dengan kualitas yang nantinya diterima konsumen. Ia menyebut karakter yang diharapkan muncul meliputi cita rasa yang khas, tingkat kemanisan yang konsisten, hingga tekstur daging buah yang premium.

Meski target produksi diarahkan pada hasil panen yang lebih melimpah, proses budidaya petani saat ini masih berada pada tahap persemaian. Di momen ini, fokus petani adalah menyiapkan bibit agar siap berpindah ke media tanam utama.

Dalam sepuluh hari ke depan, bibit yang telah disemai akan dipindahkan ke media tanam utama sebagai kelanjutan tahapan budidaya. Setelah fase pemindahan ini, rangkaian perawatan di Smart Green House akan berjalan mengikuti sistem pengaturan yang memanfaatkan IoT auto dosing.

Ke depan, para petani menaruh harapan besar pada panen raya yang akan menjadi penentu. Dengan kapasitas instalasi mencapai 480 tanaman dan target produksi per pohon yang diproyeksikan lebih tinggi, program ini diarahkan untuk membantu petani menikmati hasil panen yang melimpah serta memperkuat kesejahteraan Kelompok Tani Jati Bening.

Retno menambahkan, pada fase awal ini para petani masih menyiapkan bibit agar proses berikutnya berjalan sesuai rencana budidaya. Persiapan tersebut penting supaya saat masuk ke media tanam utama, tanaman bisa mengikuti pola perawatan yang lebih terukur di Smart Green House.

Setelah perpindahan bibit ke media tanam utama dilakukan dalam rentang sekitar sepuluh hari, sistem pengaturan di dalam instalasi akan menjadi acuan perawatan. IoT auto dosing dipakai untuk menjaga kecukupan air dan pupuk agar pemberian nutrisi tetap konsisten selama tanaman tumbuh.

Dari sisi produksi, program ini diarahkan agar target panen dapat lebih mendekati skenario yang sudah diproyeksikan. Dengan kombinasi kapasitas instalasi dan penerapan kontrol nutrisi, petani berharap kualitas yang dihasilkan sejalan dengan nilai jual Sweetnet 9 yang lebih tinggi dibanding melon lokal di pasaran.