jurnalistik.co.id – Langit Alun-alun Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026) dipenuhi balon udara bertema program pemerintahan. Di antara ragam visualnya, terdapat gambar Presiden RI Prabowo Subianto hingga ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rangkaian ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-201 Kabupaten Wonosobo. Dalam acara tersebut, panitia menempatkan balon udara sebagai daya tarik yang hadir langsung di ruang publik.
Kegiatan bertajuk Tunas Bumi Fest 2026 digelar oleh relawan Gerakan Mantep Pilih Prabowo (GMPP). Penyelenggara menyebut keterlibatan relawan membantu menghadirkan pesan program pemerintah kepada masyarakat lewat tampilan yang bisa dilihat langsung.
Dalam dokumentasi kegiatan, balon yang diterbangkan disebut mencapai 40 unit dan seluruhnya berupa balon udara tradisional dengan beragam motif. Motif yang disebut antara lain Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), MBG, Sekolah Rakyat, Badan Gizi Nasional (BGN), Jembatan Garuda, serta Batalyon Teritorial Pembangunan (TP).
Ketua panitia Abdul Ghoni menambahkan bahwa pada hari itu jumlah balon yang benar-benar diterbangkan sekitar “kurang lebih 30 balon” untuk memeriahkan HUT ke-201 Wonosobo. Ia menegaskan bahwa selain figur Prabowo, balon juga memuat ilustrasi program yang sedang didorong pemerintah pusat, termasuk MBG hingga Kopdes Merah Putih.
Balon dipilih karena dekat dengan keseharian warga
Menurut Abdul Ghoni, penggunaan balon dipandang efektif untuk menghadirkan pengenalan kebijakan yang sedang berjalan. Balon udara dipilih karena dinilai punya keterkaitan dengan budaya masyarakat setempat, sekaligus mampu menarik perhatian pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Abdul Ghoni juga menjelaskan bahwa panitia berupaya agar acara tidak berhenti pada hiburan. Setiap balon, kata dia, dirancang untuk membawa pesan program yang ingin disampaikan kepada publik.
Panitia menyatakan muatan festival tetap terarah pada pelestarian lingkungan. Abdul Ghoni menegaskan bahwa pihaknya mempertahankan tema tersebut dalam rangkaian festival tahun ini.
Berita Terkait
“Tema kami tetap ‘Lestarikan Bumi’. Pesan-pesan yang disampaikan melalui balon berkaitan dengan program-program Presiden Prabowo,” kata Abdul Ghoni.
Dengan penekanan itu, penyelenggara berharap pesan tidak berhenti pada slogan. Melalui balon, mereka ingin warga memahami hubungan antara perhatian lingkungan dan program yang sedang dijalankan.
Di luar tema lingkungan, penjelasan program pemerintah disampaikan lewat pilihan ilustrasi pada masing-masing balon. Dalam festival, panitia turut mengangkat Rumah Gizi Merah Putih, Jembatan Garuda, serta Sekolah Rakyat sebagai bagian dari narasi yang ingin disampaikan.
Abdul Ghoni menerangkan penentuan program-program tersebut terkait upaya mendorong pemerataan ekonomi hingga ke tingkat desa. “Program-program itu kami angkat karena tujuannya untuk pemerataan ekonomi di seluruh desa di Indonesia,” ujarnya.
Dari sisi tujuan komunikasi, penyelenggara berharap warga memahami manfaat yang ingin dituju. “Kami ingin masyarakat mengetahui manfaat yang ingin dicapai pemerintah,” tambah Abdul Ghoni.
Pengunjung dapat menyaksikan ilustrasi program secara langsung di lokasi. Dengan tampilan tersebut, panitia berharap maksud kebijakan yang sedang berjalan lebih mudah ditangkap dalam suasana perayaan.
Publik tetap punya ruang menyampaikan kritik
Selain berfokus pada sosialisasi, ketua panitia turut menyinggung keberatan atau kritik terhadap kebijakan pemerintah. Abdul Ghoni menyebut masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik apabila menemukan program yang perlu diperbaiki.
Dengan demikian, festival balon di Wonosobo berperan sebagai hiburan sekaligus medium komunikasi dua arah. Panitia berupaya menjaga agar pesan pelestarian lingkungan tetap menjadi bagian utama acara, sambil menghadirkan informasi program yang dapat dilihat dan dipahami oleh warga.












