Daerah

Guncangan Gempa Magnitudo 5,0 di Jepara, Getaran Terasa sampai Demak dan Batang

×

Guncangan Gempa Magnitudo 5,0 di Jepara, Getaran Terasa sampai Demak dan Batang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gempa M 5,0 Guncang Jepara, Getaran Terasa hingga Demak dan Batang

jurnalistik.co.id – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,0 mengguncang wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Jumat (7/8/2026) pukul 21.07 WIB. Getaran dilaporkan terasa hingga wilayah Demak dan Batang.

BMKG menyampaikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan ini disampaikan setelah BMKG melakukan analisis terhadap parameter gempa dan pemodelan dampaknya.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil analisis terbaru menunjukkan magnitudo gempa mencapai 4,9 dengan kedalaman 540 kilometer. Dengan kedalaman tersebut, BMKG menilai karakter gempa berkaitan dengan proses di dalam lempeng tektonik.

BMKG juga merinci posisi sumber gempa. Episenter gempa berada pada koordinat 5,73 derajat Lintang Selatan dan 110,21 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 108 kilometer barat laut Jepara, Jawa Tengah.

Dalam keterangan resmi, BMKG menyebutkan melalui pemodelan bahwa dampak tsunami tidak terindikasi. “Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” demikian bunyi pernyataan BMKG.

Karakter gempa dan mekanisme sumber

Lebih lanjut, BMKG menuturkan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut termasuk gempa bumi dalam. BMKG mengaitkannya dengan aktivitas deformasi di dalam lempeng tektonik.

Analisis mekanisme sumber juga diuraikan BMKG. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” kata Wijayanto dalam rilis BMKG.

Dari hasil estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, BMKG mencatat getaran dirasakan di wilayah Jepara dan Demak dengan intensitas II–III MMI. Pada skala tersebut, getaran dilaporkan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk melintas.

Di Kabupaten Batang, laporan penginderaan masyarakat berada pada intensitas II MMI. Pada level ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga pukul 21.20 WIB, BMKG menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan, belum terjadi gempa bumi susulan (aftershock). Meski demikian, BMKG tetap memperbarui informasi mengikuti perkembangan pemantauan di lapangan.

BMKG menegaskan akan terus memantau aktivitas kegempaan. Informasi yang diperoleh akan disampaikan kepada pemerintah serta masyarakat agar publik mendapatkan pembaruan yang sesuai dengan hasil pengamatan.

Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa sebelum dinyatakan aman.

BMKG juga mengingatkan publik agar hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi. Kanal tersebut di antaranya media sosial @infoBMKG, situs web BMKG, serta aplikasi InfoBMKG.

Dengan adanya keterangan tersebut, warga di wilayah yang merasakan getaran diharapkan tetap mengikuti arahan otoritas terkait keselamatan. BMKG menekankan bahwa pemantauan akan dilakukan berkelanjutan untuk melihat apakah terdapat perkembangan setelah kejadian gempa.

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa penilaian lanjutan dilakukan dengan menelaah parameter gempa serta menjalankan pemodelan kemungkinan dampak. Dari proses tersebut, otoritas kebencanaan menyimpulkan bahwa kejadian ini tidak menunjukkan indikasi terjadinya gelombang pasang atau ancaman tsunami. Karena itu, fokus perhatian diarahkan pada pemantauan getaran dan respons masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

Dalam pemaparannya, BMKG juga mengacu pada hasil pemetaan tingkat guncangan yang menunjukkan getaran dapat dirasakan di Jepara dan Demak dengan kisaran intensitas II–III MMI. Pada kondisi tersebut, masyarakat melaporkan sensasi getaran yang terasa di dalam bangunan serta menimbulkan persepsi seperti adanya kendaraan besar yang melintas. Untuk Batang, laporan penginderaan masyarakat berada pada intensitas II MMI, di mana guncangan umumnya dirasakan oleh sebagian orang dan cukup untuk membuat benda-benda ringan yang digantung ikut bergoyang.

Seiring proses pemantauan berjalan, BMKG menyatakan bahwa hingga pukul 21.20 WIB belum terpantau adanya gempa susulan. Namun, lembaga tetap akan memperbarui informasi mengikuti perkembangan data dari lapangan dan memastikan pemerintah serta publik memperoleh keterangan yang sesuai dengan hasil pengamatan terbaru. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpancing kabar yang belum jelas sumbernya, serta menghindari aktivitas di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan atau retak sebelum dinyatakan aman oleh otoritas terkait. Untuk rujukan, publik diminta mengutamakan kanal resmi BMKG, seperti akun @infoBMKG, situs web BMKG, maupun aplikasi InfoBMKG.