Daerah

HUT RI ke-81 di Desa Jipang Banyumas: Kampung Bernuansa Lautan Cahaya Lewat Lomba Lampu Hias

×

HUT RI ke-81 di Desa Jipang Banyumas: Kampung Bernuansa Lautan Cahaya Lewat Lomba Lampu Hias

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Semarak HUT Ke-81 RI, Desa Jipang Banyumas Disulap Jadi Lautan Cahaya

jurnalistik.co.id – Desa Jipang di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, tampil berbeda sepanjang Agustus 2026. Kawasan itu dipenuhi lampu dan ornamen yang disusun warga untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perayaan tersebut dikemas dalam lomba lampu hias bertajuk “Jipang Menyala”. Kegiatan berlangsung mulai 1 hingga 31 Agustus 2026, dengan sejumlah titik dekorasi yang menarik perhatian di sepanjang jalan kampung.

Warga menghadirkan nuansa kemeriahan melalui ribuan lampu serta ragam hiasan yang membentuk pola-pola tertentu di area permukiman. Dari hari ke hari, suasana kampung terus dirawat agar tampil rapi dan konsisten selama periode perlombaan.

Di RT 2 RW 3, salah satu karya yang paling menonjol adalah sebuah menara bambu setinggi sekitar sembilan meter. Menara tersebut diberi nama “Menara Aspirasi 7 Pahlawan Revolusi” dan menjadi pusat perhatian pada bagian lingkungan tersebut.

Ketua RT 2 RW 3, Tasam, menyebut pembangunan menara dilakukan berdasarkan kesepakatan warga. Ia menuturkan prosesnya dikerjakan dengan gotong royong, mulai sekitar Juli 2026, dan membutuhkan waktu kurang lebih 20 hari.

Tasam mengatakan warga tidak keberatan menyumbang tenaga maupun biaya demi mewujudkan menara bambu itu. Menurutnya, pengerjaan dilakukan bersama selama kurang lebih 20 hari, dari bulan Juli lalu, sampai menara siap dipasang.

Dalam pengerjaan tersebut, sekitar 84 kepala keluarga di RT itu terlibat langsung. Biaya pembuatannya sekitar Rp 10 juta, yang berasal dari kas RT serta swadaya masyarakat di lingkungan setempat.

Salah seorang warga, Kirto, menjelaskan ide pembuatan menara muncul setelah warga mencari berbagai referensi melalui internet. Ia menyebut rujukan diperoleh dari YouTube, TikTok, dan Google, yang kemudian diterjemahkan menjadi bentuk dekorasi sesuai kebutuhan lingkungan.

Kreativitas warga juga terlihat jelas di RT 3 RW 2 yang memilih tema keberagaman budaya. Berbeda dengan RT lain, ornamen di wilayah ini diarahkan untuk menampilkan ragam elemen yang menggambarkan cerita dan identitas budaya.

Pada bagian jalan kampung di RT tersebut, berbagai ornamen dipasang agar pengunjung dapat merasakan suasana yang lebih semarak dan kaya visual. Beberapa contoh hiasan yang dipasang meliputi Gatotkaca, burung Garuda, hingga figur adu banteng yang ditata sepanjang jalur lingkungan.

Perancang dekorasi RT 3 RW 2, Anto, mengatakan seluruh warga terlibat dalam pengerjaan dekorasi. Ia menambahkan, keterlibatan itu tidak terbatas pada kaum laki-laki saja, karena para ibu juga ikut terlibat dalam proses pembuatan ornamen.

Anto menyebutkan prosesnya berjalan melalui kerja bersama, mulai dari pembuatan ornamen hingga pemasangan di lokasi. Ia juga menyinggung penggunaan tali rafia dalam salah satu bagian pengerjaan ornamen sebagai bahan yang membantu membentuk dan menata elemen dekorasi.

Menurut Anto, usaha warga tergolong besar karena pekerjaan dilakukan secara kolektif untuk memastikan dekorasi tampak utuh dan siap dinikmati selama masa lomba. Ia menekankan bahwa rangkaian aktivitas tersebut merupakan bentuk gotong royong yang dilakukan oleh seluruh elemen warga RT 3 RW 2.

Dengan menampilkan menara bambu di RT 2 RW 3 serta ornamen bertema keberagaman budaya di RT 3 RW 2, Desa Jipang menunjukkan keseriusannya dalam merayakan HUT RI ke-81. Lomba “Jipang Menyala” pun menjadi wadah bagi warga untuk menyalurkan kreativitas, keterampilan, dan kerja bersama.

Keterlibatan puluhan keluarga dalam persiapan, rentang waktu pengerjaan sejak Juli 2026, serta biaya sekitar Rp 10 juta untuk salah satu titik dekorasi memperlihatkan bahwa rencana ini tidak dibuat secara instan. Di sisi lain, referensi dari internet dan ragam bahan yang digunakan memperkaya cara warga merancang konsep masing-masing.

Seiring berlangsungnya lomba hingga 31 Agustus 2026, dekorasi-dekorasi tersebut terus menjadi daya tarik utama di lingkungan Desa Jipang. Kemeriahan yang terbentuk memperkuat semangat perayaan, sekaligus menegaskan nilai gotong royong yang menjadi ciri kerja warga.

Hari demi hari di Agustus 2026, suasana desa semakin hidup oleh lampu dan ornamen yang dipasang warga. Dari menara bambu hingga figur-figur budaya, seluruh elemen dekorasi berupaya menghadirkan kesan yang menegaskan perayaan kemerdekaan melalui karya yang lahir dari warga sendiri.