Daerah

Wakapolda Gorontalo Perkuat Silaturahmi Lewat Jumat Keliling di Limboto

×

Wakapolda Gorontalo Perkuat Silaturahmi Lewat Jumat Keliling di Limboto

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jumat Keliling di Limboto, Wakapolda Gorontalo Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat

jurnalistik.co.id – Kegiatan Jumat Keliling di Limboto menjadi salah satu wujud pendekatan Polri untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Melalui agenda tersebut, Polri hadir langsung di lingkungan warga agar komunikasi berjalan lebih dekat dan terasa.

Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol. Dedy Suhartono, S. I. K., M. M., memimpin pelaksanaan Jumat Keliling di Masjid Agung Baiturrahman, Limboto, Kabupaten Gorontalo. Dalam kesempatan itu, ia didampingi Dirbinmas Polda Gorontalo Kombes Pol Imet Chaerudin Tamsil, S. I. K., M. M.

Agenda dilaksanakan pada Jumat (23/10). Kehadiran Wakapolda di tengah jamaah dan masyarakat setempat dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat hubungan yang harmonis melalui pendekatan keagamaan.

Polda Gorontalo menempatkan kegiatan ini sebagai ruang untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab serta menguatkan nilai kebersamaan. Dengan hadirnya pimpinan, diharapkan interaksi yang terbangun tidak berhenti pada formalitas, tetapi juga mendorong rasa saling percaya.

Wakil pimpinan kepolisian juga menegaskan bahwa tugas Polri tidak semata berfokus pada penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan. Pada saat yang sama, Polri berkepentingan membangun hubungan yang humanis sehingga masyarakat semakin yakin terhadap institusi.

Di tempat berbeda, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Marupa Sagala, S.I.K., S. H., M. H., menyampaikan bahwa Jumat Keliling merupakan upaya untuk memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan seperti ini membantu masyarakat merasa didengar dan dilibatkan dalam menjaga keamanan bersama.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dukungan serta partisipasi masyarakat sangat penting. Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami ingin terus membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar Kabid Humas Polda Gorontalo.

Lebih lanjut, Kabid Humas menyebutkan bahwa kedekatan antara Polri dan masyarakat menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis. Karena itu, Polda Gorontalo mendorong personelnya agar mengedepankan pendekatan yang mengutamakan kedekatan dengan warga serta membuka ruang komunikasi secara aktif.

Melalui kegiatan Jumat keliling, Polri berupaya mendengarkan langsung hal-hal yang berkembang di masyarakat. Hal yang disampaikan warga—mulai dari keluhan, saran, hingga kritikan, termasuk informasi dan masukan—dipandang sebagai bahan penting untuk membentuk langkah yang tepat dalam menjaga kamtibmas.

Dalam konteks tersebut, Polda Gorontalo juga menekankan tujuan agar suasana keamanan dan ketertiban tetap terjaga sesuai slogan Polri, yaitu Polisi Bersama Masyarakat. Dengan semangat tersebut, kegiatan keagamaan menjadi saluran untuk memperkuat kerja sama antara aparat dan warga.

Pelaksanaan Jumat Keliling di Limboto pun diposisikan sebagai jembatan komunikasi yang lebih terasa, terutama bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat atau kebutuhan terkait kondisi keamanan di lingkungannya. Melalui forum ini, hubungan yang dibangun diharapkan tidak hanya berlangsung saat kegiatan berlangsung, tetapi juga memberi dampak berkelanjutan.

Dengan rangkaian kegiatan yang dihadiri jajaran pimpinan, agenda Jumat Keliling di Masjid Agung Baiturrahman menjadi salah satu cara Polri menunjukkan komitmen pada pendekatan humanis. Masyarakat pun memperoleh ruang untuk berdialog, sementara Polri dapat menampung masukan guna mendukung terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Dalam pelaksanaan Jumat Keliling tersebut, masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal yang mereka rasakan terkait keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. Polri kemudian menanggapi masukan secara langsung agar setiap persoalan yang muncul dapat dipahami dengan lebih baik, sekaligus memperjelas komitmen bersama untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Melalui dialog yang berlangsung dalam suasana keagamaan, hubungan antara petugas dan warga diharapkan makin dekat dan terbangun secara berkelanjutan. Kedekatan ini menjadi pengingat bahwa upaya pemeliharaan kamtibmas membutuhkan sinergi, bukan sekadar penegakan hukum. Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, komunikasi yang dibangun ditujukan agar rasa saling percaya tumbuh dan berujung pada lingkungan yang aman, damai, serta harmonis.