Politik & Parlemen

Daftar wajah di kabinet baru Partai Buruh bentukan Andy Burnham

×

Daftar wajah di kabinet baru Partai Buruh bentukan Andy Burnham

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Who's in Andy Burnham's new Labour cabinet?

jurnalistik.co.id – Pembaruan kabinet Partai Buruh dimulai ketika Andy Burnham resmi menyusun jajaran menterinya setelah berkuasa. Langkah itu menyusul pengunduran diri Sir Keir Starmer, yang mundur hampir dua tahun setelah membawa Partai Buruh memenangkan pemilu pada Juli 2024.

Kepercayaan terhadap Burnham juga terlihat dari dukungan di dalam partai. Ia memperoleh backing dari 379 dari 403 anggota parlemen Partai Buruh yang memilihnya sebagai pengganti Sir Keir Starmer.

Dalam rencana pemerintahannya, Burnham berjanji menggeser pusat kekuasaan dari Whitehall. Ia juga menargetkan “greater public control” atas sektor air dan energi, sekaligus mendorong pembangunan lebih banyak rumah dewan (council houses).

Meski ada agenda perubahan kebijakan, Burnham menegaskan Partai Buruh akan mempertahankan janji pemilu untuk tidak menaikkan tarif utama pajak penghasilan, PPN (VAT), maupun Jaminan Sosial Nasional (National Insurance). Ia menempatkan komitmen itu sebagai salah satu batas kebijakan fiskal sejak awal masa jabatan.

Burnham lahir di Aintree pada tahun 1970. Ia menyatakan ketertarikannya pada perjuangan mogok pekerja tambang yang menginspirasinya bergabung dengan Partai Buruh saat masih remaja, sebelum akhirnya menjadi anggota parlemen pada 2001.

Sebelum kembali memainkan peran pemerintahan, Burnham pernah menjabat Menteri Kesehatan dan dua kali gagal menjadi pemimpin partai. Ia kalah dari Ed Miliband pada 2010 dan dari Jeremy Corbyn pada 2015, lalu setelah tidak lagi berada di parlemen ia sempat memimpin sebagai Wali Kota Greater Manchester.

Burnham kembali ke parlemen sebagai anggota dari Makerfield pada bulan Juni, lalu satu bulan kemudian menggantikan Sir Keir Starmer. Ia juga dikenal sebagai penggemar Everton sejak lama, serta pernah bermain dalam tim sepak bola Partai Buruh “Demon Eyes FC” ketika Tony Blair menjadi perdana menteri.

Jajaran kunci di kabinet

John Healey mendapat posisi kembali sebagai kanselir. Ia ditugaskan setelah kurang dari dua bulan meninggalkan jabatan sebagai menteri pertahanan, dengan catatan bahwa surat pengunduran dirinya sangat mengkritik rencana belanja pertahanan pemerintah.

Dalam surat itu, Healey menyampaikan bahwa Starmer “unable” dan Treasury “unwilling” untuk mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan negara agar mampu mempertahankan diri. Penunjukan ini juga dipandang mengejutkan bagi anggota parlemen dari Rawmarsh dan Conisbrough di South Yorkshire, karena banyak pihak sempat menduga peran tersebut jatuh ke Ed Miliband atau Shabana Mahmood.

Riwayat Healey mencakup peran asisten parlementer untuk kanselir Gordon Brown pada 1999 hingga 2001. Setelahnya, ia menjadi menteri bidang adult skills, Treasury, pemerintahan daerah, dan perumahan selama periode 2001 hingga 2010, serta disebut memiliki reputasi kuat di panggung internasional melalui jejaring dengan mitra ekonomi utama di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

Louise Haigh dan fokus “redistribusi kekuasaan”

Louise Haigh kini menjabat sebagai kanselir Duchy of Lancaster, sekaligus menjadi first secretary of state dan menteri Cabinet Office. Haigh—yang disebut sebagai salah satu sekutu terdekat Burnham—akan memimpin “Number 10 North”, sebuah unit baru yang dijanjikan Burnham untuk mendistribusikan ulang kekuasaan dan mendukung wilayah dalam reformasi utilitas, reindustrialisasi, serta regenerasi.

Haigh masuk parlemen sebagai anggota dari Sheffield Heeley pada 2015. Pada 2016, ia dinobatkan sebagai “hardest-working new MP” berdasarkan jumlah pidato dan pertanyaan di Commons, serta mendapat pujian dari mantan Speaker John Bercow atas “terrier-like intensity”.

Pada 2025, Haigh—yang sebelumnya bekerja sebagai mantan special constable dan shop steward Unite—menjadi orang pertama yang mundur dari kabinet Starmer saat menjabat sebagai menteri transportasi. Mundur itu terjadi setelah terungkap bahwa ia pernah mengakui adanya tindak pelanggaran penipuan pada 2013.

Di kursi backbenches, Haigh kemudian dipandang sebagai penentu arah kekuasaan di kubu “soft left” Partai Buruh. Ia juga disebut berada di pusat pemberontakan besar yang membuat pemotongan kebijakan kesejahteraan pemerintah gagal pada 2025.

Ed Miliband dan agenda energi-nol emisi

Ed Miliband ditunjuk sebagai foreign secretary. Ia berpindah dari fokus energi dan net zero yang sebelumnya ia pegang sejak Partai Buruh kembali berkuasa.

Ia sempat disebut sebagai kandidat kanselir, tetapi penilaian terbagi di internal partai. Pendukung menunjuk pada pengalamannya di Treasury, sementara penentang mempertanyakan pandangannya, terutama terkait energi.

Sejak pemilu, Miliband mengemukakan penolakan terhadap dorongan agar pemerintah meninggalkan target net zero. Ia juga menegaskan transisi energi hijau Partai Buruh akan membantu menjaga keadilan sosial sekaligus keamanan nasional.

Miliband telah menjadi anggota parlemen Doncaster North sejak 2005. Ia juga berada di pusat politik Partai Buruh jauh lebih lama, termasuk bekerja untuk anggota parlemen Partai Buruh sebelum kemenangan pada 1997 dan pernah menjadi penasihat khusus bagi Gordon Brown ketika Brown menjabat sebagai kanselir.

Dikenal luas sebagai mantan pemimpin Partai Buruh, Miliband pernah mengalahkan saudaranya David—di antara kandidat lain—dalam kontestasi kepemimpinan setelah kekalahan Partai Buruh pada pemilu umum 2010. Ia juga menjadi pembawa podcast “Reasons to be Cheerful” sejak 2017.

Shabana Mahmood: pengawasan keamanan, imigrasi, dan kepolisian

Shabana Mahmood tetap menjadi home secretary. Ia memegang jabatan itu sejak September 2025, dengan reputasi di internal Partai Buruh sebagai figur garis keras terhadap isu imigrasi.

Dalam perannya, Mahmood bertanggung jawab atas agenda imigrasi, keamanan nasional, serta kepolisian di Inggris dan Wales. Sebelum menjabat di kabinet, ia bekerja sebagai koordinator kampanye nasional Partai Buruh dan ikut mengawal kemenangan pemilu sela (by-election) Batley & Spen pada 2021.

Beberapa pihak menghubungkan kemenangan tersebut dengan upaya menjaga kepemimpinan Starmer setelah kekalahan di Hartlepool beberapa bulan sebelumnya. Mahmood juga mengklaim dirinya sebagai perempuan Muslim pertama yang menjadi anggota parlemen, berdasarkan pernyataan bahwa hitungan suara yang ia dapat selesai lebih dulu pada malam pemilihan, meski ia terpilih pada 2010 bersama Yasmin Qureshi dan Rushanara Ali.

Anggota parlemen Birmingham Ladywood ini mewakili kota tempat ia lahir dan dibesarkan bersama saudara kembarnya. Ia pernah menyampaikan bahwa keyakinannya “drives me to public service”.