jurnalistik.co.id – Hari perdana Andy Burnham sebagai perdana menteri Inggris langsung menjadi bahan utama di sejumlah surat kabar, dengan dua sorotan besar yang muncul di depan halaman: “Burnham era begins” dan “King Kev”. Dari pidato perdananya hingga susunan kabinet, media menekankan bahwa masa pemerintahan baru sedang dimulai dengan klaim-klaim yang saling menonjolkan semangat perubahan.
Surat kabar The i menyoroti kemunculan “Burnham era begins with radical pledge to transform UK”, merujuk pada pidato Burnham saat ia berpidato di langkah-langkah No 10 pada awal masa jabatannya. i juga mencatat Burnham adalah perdana menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade, sembari menyebut ia berjanji untuk “end the churn”.
Guardian menempatkan kutipan-kutipan dari pidato Burnham pada Senin, ketika ia menyatakan kedatangannya akan “bring back hope” bagi Inggris. Pemberitaan tersebut juga menyinggung pengakuannya bahwa masyarakat “fed up” dengan politik, serta janji awal untuk memperbaiki kerusakan yang dialami komunitas selama era Thatcher.
Financial Times menyoroti rencana pada Selasa, saat Burnham akan menguraikan paket langkah untuk menekan biaya hidup. Laman tersebut menyebut kemungkinan opsi seperti pembatasan tarif bus, bantuan untuk tagihan energi, atau potensi pembekuan sewa. Di saat yang sama, FT menuliskan bahwa Burnham “opened the door to flexibility within the fiscal rules”, serta menegaskan ia pada Senin mengatakan dirinya “acutely conscious” terhadap rangkaian pergantian perdana menteri sejak pemungutan suara Brexit.
Metro mengemasnya dalam nada “Seventh heaven?”, sebagai isyarat Burnham yang menjadi perdana menteri ketujuh dalam satu dekade. Koran ini menekankan adanya “bold promises” yang disebutnya sebagai awal dari “Burnham era”. Sementara itu, Daily Mirror memilih judul “It starts now” dan menyatakan Burnham akan “hit the ground running” dengan langkah-langkah cepat untuk membantu keluarga yang kesulitan.
Adapun Daily Mail menampilkan pendekatan yang lebih skeptis. Surat kabar tersebut melaporkan bahwa Burnham telah berjanji pada “biggest political changes for 40 years”, namun menyarankan agar masyarakat “pray he knows what he’s doing”.
Berita Terkait
Selain pidato dan paket kebijakan, Times menyoroti dinamika politik yang langsung terjadi setelah ia memulai masa jabatan. Times menulis bahwa Burnham memulai pemerintahannya dengan “purging the cabinet of MPs loyal to Sir Keir Starmer”, serta menyebut langkah itu sebagai bagian dari penataan ulang yang segera terasa. Koran ini juga menyebut John Healey diumumkan sebagai chancellor dan menggambarkannya sebagai “surprise choice” dari Burnham.
Times merinci perubahan lain yang turut dibawa: Ed Miliband sebagai foreign secretary, Yvette Cooper masuk ke Department of Health, dan Angela Rayner kembali sebagai Minister for Housing. Dalam narasi yang mirip, Independent menampilkan headline “Burnham vows to be ‘circuit-breaker’ PM as he purges cabinet”, yang menekankan dua elemen—gaya memimpin dan kebijakan pemangkasan internal—yang diletakkan berdampingan.
Telegraph memusatkan perhatian pada penunjukan Healey sebagai chancellor, yang juga disebut sebagai “surprise move” dari Burnham. Pemberitaan tersebut mengaitkannya dengan sinyal peningkatan belanja pertahanan, mengingat Healey telah mengundurkan diri dari jabatan defense secretary dengan alasan bahwa “Treasury was ‘unwilling’ to spend the money needed to keep the country safe”.
Sementara Express menekankan bagaimana Burnham berniat “bring back hope” bagi Inggris, koran ini mempertanyakan rincian arah kebijakan. Express menyebut Burnham “sketchy on the details” dalam pidatonya di luar No 10, dan memasukkan komentar dari anggota parlemen Reform UK, Robert Jenrick, yang mengatakan: “it’s clear Andy Burnham is blagging it without a plan”.
Di sisi lain, Daily Star menampilkan nada yang lebih tajam sekaligus dramatis dengan headline “Andy: I have a cunning plan…”. The Sun justru menjadi satu-satunya surat kabar yang menempatkan isu lain sebagai fokus utama, yakni kematian mantan pemain dan manajer sepak bola Inggris Kevin Keegan pada usia 75 tahun.
The Sun memuat foto satu halaman penuh “King Kev” pada masa kejayaannya, serta menuliskan bahwa Keegan didiagnosis kanker lambung hanya enam bulan sebelumnya. Dengan demikian, di tengah dominasi pembahasan “era” Burnham, liputan front page juga menghadirkan kontras: politik dalam negeri di satu sisi, dan kabar duka olahraga di sisi lain.












