Hukum & Kriminal

Daniel Siad Terkait Jeffrey Epstein Ditemukan Tewas di Colombes, Paris

×

Daniel Siad Terkait Jeffrey Epstein Ditemukan Tewas di Colombes, Paris

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Modelling scout linked to Epstein found dead in Paris

jurnalistik.co.id – Daniel Siad, mantan model yang namanya muncul dalam berkas kasus Jeffrey Epstein, ditemukan tewas di Colombes, sebuah kawasan pinggiran barat laut Paris. Ia berusia 69 tahun.

Kantor kejaksaan Nanterre menyatakan Siad ditemukan pada Senin. Peristiwa itu terjadi di Colombes, yang berada di bagian barat laut wilayah Paris.

Jaksa membuka penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian. Menurut keterangan kantor tersebut, proses penyelidikan dimulai pada Senin malam.

Dalam tahap awal, dilakukan juga rencana pemeriksaan pascamati. Tujuannya adalah mengetahui faktor yang melatarbelakangi kematian Siad.

Nama Siad disebut ribuan kali dalam dokumen Epstein yang dilepas oleh pemerintah Amerika Serikat. Dalam berbagai pemberitaan, ia disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan yang berhubungan dengan Epstein.

Siad sempat membantah mengetahui ancaman yang pernah dipaparkan terkait Epstein. Pembantahan itu disampaikan dalam konteks penanganan perkara yang pernah dibahas dalam investigasi lintas pihak.

Investigasi Prancis dan klaim pembelaan

Kantor kejaksaan Paris mempertahankan langkah investigasi yang mereka mulai pada Februari. Kejaksaan menyebut ada kekurangan bukti sehingga tidak cukup dasar untuk melakukan penangkapan terhadap Siad.

Menurut kejaksaan, investigasi yang dibuka pada 18 Februari 2026 mencakup dugaan tindak pidana perdagangan manusia secara terorganisasi dan konspirasi melakukan kejahatan. Proses ini, kata kejaksaan, berlanjut untuk mengidentifikasi pihak lain yang mungkin terlibat meski perkara pidananya terhadap Siad telah dihentikan.

Siad, kata kejaksaan, juga menjadi sasaran teknik penyelidikan khusus, termasuk pemantauan telepon. Namun, kejaksaan menyatakan teknik tersebut belum menghasilkan bukti yang memadai untuk pembenaran penangkapan segera.

Di Prancis, Siad disebut pernah menghadapi sejumlah pengaduan. Di antaranya terdapat tuduhan pemerkosaan.

Pernyataan pengacara dan pembelaan “tidak diproses”

Pengacara Siad menekankan bahwa kliennya “tidak pernah diproses” di pengadilan. Dalam pernyataan tertulis, Ménya Arab-Tigrine mengatakan, “He is dead and he was innocent”.

Ia juga menyampaikan bahwa Arab-Tigrine tidak menanggapi pada saat investigasi BBC yang dirilis pada Sabtu. Saat itu, ia mengatakan kliennya tidak tersedia untuk komentar.

Dalam pemberitaan terpisah, seorang korban yang disebut Anya—bukan nama sebenarnya—pernah menceritakan kepada BBC bahwa Siad memperkenalkannya kepada Epstein. Ia menggambarkan perkenalan itu sebagai “It was a complete set-up”, serta menyebut Siad “essentially a professional trafficker”.

Dalam berkas email yang dirilis, Siad disebut menulis dalam bahasa Inggris dengan ejaan yang buruk. Kalimat yang dikutip adalah: “In This busyness I feel like fisherman some time I cache quick, some time no fish.”

Uraian Siad dalam wawancara dan penyangkalan

Dalam sebuah wawancara CNN, Siad menyatakan ia tidak mengetahui bahwa perempuan-perempuan tersebut mengalami pelecehan oleh Epstein. Ia mengatakan, “I trusted him, I believed this guy is a professional person.”

Pengaduan pertama terhadap Siad di Prancis diajukan pada Februari. Setelah itu, Siad membantah perbuatannya dalam beberapa wawancara media yang dilakukan belakangan.

Pada bulan Mei, Siad menyampaikan bantahan di hadapan BFMTV dengan kalimat, “I have never raped anyone in my life.”

Tanggapan keluarga korban dan kemarahan terhadap lambannya proses

Pengacara dari mantan model yang menjadi pihak pengaduan awal mengaku terkejut ketika mendengar kematian Siad. Mereka menyatakan, “We are at a loss for words to describe the anger and sadness we feel,” sembari menambahkan bahwa para korban “denied a criminal trial”.

Para pengacara juga mengatakan mereka merasa “immense anger” terhadap kejaksaan Paris. Mereka mengaitkan kemarahan itu dengan pengumuman pada Februari sebelumnya yang menyatakan akan membuka investigasi terkait “French accomplices” dari Jeffrey Epstein.

Mereka menuduh kejaksaan menunjukkan “scandalous” dalam tindakan, yang menurut mereka menggambarkan sikap tidak peduli otoritas publik terhadap korban kejahatan seksual. Tuduhan itu diarahkan bahkan ketika kejahatan tersebut terkait dengan jaringan perdagangan manusia yang dibangun bersama Epstein dan para sekutunya.

Seorang mantan model lain yang memberikan keterangan kepada polisi pada Juni, dalam penyelidikan terhadap Siad, mengatakan kematian Siad berarti informasi yang mungkin dimiliki tentang Epstein ikut hilang. Ia menyatakan, “An important link in the chain has just vanished into thin air, without there even having been a chance to recover the information Daniel Siad might have possessed, given that he was never questioned,” lalu menambahkan, “Too much time has been lost… and it is yet another way for the leads to go cold. I hope we won’t have to wait another seven years to see his home searched, even though I think it is already too late.”

Anne-Claire Le Jeune, pengacara yang mewakili enam perempuan dengan pengaduan terhadap Siad, menyebut korban kehilangan akses keadilan. Ia mengatakan para kliennya “found the strength to break a particularly heavy silence” dan menghadapi setiap tahap proses dengan “remarkable courage”.

Ia juga menilai kematian Siad terjadi sebelum ia bisa ditanyai atau ditahan polisi, sebagai dampak dari lambatnya proses. Pernyataannya berbunyi, “It is deeply regrettable that the slow pace of the investigation resulted in his death before he could be questioned or taken into police custody, thereby depriving the victims of a crucial step in their pursuit of truth and justice.”

Kasus keterkaitan lain dengan Epstein

Selain Siad, seorang rekan Epstein dari Prancis, Jean-Luc Brunel, juga ditemukan tewas dengan cara menggantung di sel penjara Paris pada 2022. Brunel berusia 76 tahun saat itu.

Ia ditahan lebih dari satu tahun, sementara diselidiki dengan dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dan perdagangan anak di bawah umur untuk eksploitasi seksual. Brunel membantah semua tuduhan.

Brunel mendirikan MC2 Model Management dengan dukungan dana dari Epstein. Ia juga dicurigai mengangkut dan menempatkan gadis atau perempuan muda untuk Epstein.

Jeffrey Epstein sendiri meninggal dunia akibat bunuh diri di sel penjara di New York pada 2019. Ia berusia 66 tahun saat itu, dan sedang menunggu persidangan federal terkait kasus perdagangan seks.