Hukum & Kriminal

Karen Carter: Polisi memulai penyidikan resmi atas kematian perempuan asal Inggris yang ditikam di desa Prancis

×

Karen Carter: Polisi memulai penyidikan resmi atas kematian perempuan asal Inggris yang ditikam di desa Prancis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Karen Carter: Police formally investigate woman after Brit stabbed to death in French village

jurnalistik.co.id – Kepolisian Prancis memulai penyidikan resmi atas kematian Karen Carter, perempuan asal Inggris yang menjadi warga Inggris–Afrika Selatan, dan meninggal dunia setahun lalu di sebuah desa di wilayah Dordogne.

Kasus ini menyangkut Karen Carter, ibu dari empat anak yang berusia 65 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi tewas di dekat mobilnya, dengan luka tusuk, setelah diketahui oleh seorang teman di Trémolat, desa tempat ia tinggal lebih dari satu dekade.

Selama bertahun-tahun, Carter juga mengelola dua rumah sewaan liburan di lokasi tersebut. Kini, menurut perkembangan perkara, proses hukum telah masuk ke tahap yang lebih formal.

Penyidikan resmi dibuka dan hakim penyelidik mengeluarkan dakwaan

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Rabu, Jacques-Edouard Andrault selaku investigating judge (hakim penyelidik) menyebut bahwa penyelidikan yang sebelumnya dijalankan telah berujung pada penetapan langkah berikutnya.

Andrault mengatakan, “the investigations conducted as part of the judicial inquiry opened on 7 May, 2025, have led the investigating judge to formally charge her”. Pernyataan itu menegaskan bahwa perkara telah mencapai tahap penahanan formal dalam kerangka hukum peradilan.

Dalam hukum Prancis, status “formal investigation” berarti hakim penyelidik harus menilai apakah bukti yang terkumpul cukup untuk perkara tersebut berlanjut ke tahap persidangan.

Sebelumnya, pihak kejaksaan menyatakan bahwa perempuan berusia 70 tahun itu pada mulanya ditempatkan dalam tahanan pada 2025 sebagai bagian dari penyelidikan pendahuluan, sebelum akhirnya dilepaskan.

Kemudian kematian Carter dikaitkan dengan kejadian April

Pada saat kejadian yang terjadi pada April tahun lalu, suami Carter, Alan, memaparkan bahwa kabar pertama mengenai kematian istrinya ia terima dari jalur tidak langsung.

Menurut Alan, ia mendengar kabar itu pertama kali setelah seorang sepupu membacakan informasi dari laman komunitas Facebook lokal. Ia kemudian baru menerima konfirmasi resmi setelah pembantunya menghubungi kepolisian setempat.

Alan menggambarkan bahwa kematian istrinya berdampak besar bagi keluarganya. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai sesuatu yang “traumatic” bagi mereka.

Ia menuturkan bahwa karakter istrinya justru berlawanan dengan kesan yang biasanya ada pada orang yang cenderung pendiam. Alan menyatakan, “I’m an introvert, and she’s the exact opposite.”

Lebih jauh, Alan menggambarkan bahwa istrinya adalah seorang ekstrovert yang gemar bergaul dan dekat dengan banyak orang. Ia menambahkan, “She’s an extrovert, she loves people, she loves to have fun. People love her, she has a good heart,”

Alan juga mengaitkan sifat tersebut dengan kebiasaan kecil yang menurutnya sangat mencerminkan kepedulian Carter. Ia mengatakan, “She’s the one who would bring home the lost dog, or cat, or whatever. She’s that sort of person.”

Ia menegaskan bahwa lingkungan sekitar mengenal Carter sebagai figur yang disukai. Alan menyatakan, “Everyone liked her. That’s why I married her. She’s just lovely.”

Proses tetap bergulir setelah tahap awal penyelidikan

Dengan dimulainya penyidikan resmi, fokus perkara kini berada pada penilaian formal atas bukti yang sudah terkumpul dalam rangka penyelidikan peradilan. Tahap ini menjadi penentu apakah kasus akan berlanjut sampai sidang.

Perkembangan tersebut datang setelah penyelidikan peradilan dimulai pada 7 Mei 2025, sebagaimana disebutkan dalam pernyataan hakim penyelidik Andrault. Pernyataan itu sekaligus menandai bahwa penyelidikan tidak berhenti pada pemeriksaan awal.

Di tengah proses tersebut, latar kehidupan Carter di Trémolat dan pengelolaan dua rumah sewa liburan menjadi bagian dari konteks yang memperjelas bahwa ia telah lama beradaptasi dengan komunitas setempat.

Sementara itu, cerita suaminya mengenai cara kabar kematian diterima memperlihatkan bahwa informasi awal tidak datang dari kanal resmi, melainkan dari pembacaan di media sosial komunitas, sebelum akhirnya dikonfirmasi melalui polisi.

Kini, setelah penetapan “formally charge” oleh hakim penyelidik, jalan perkara di Prancis memasuki babak yang menuntut penilaian lebih ketat mengenai kelayakan pembuktian di persidangan.