Hukum & Kriminal

Louvre Buka Kembali Galerie d’Apollon, Sembilan Bulan Setelah Pencurian Perhiasan

×

Louvre Buka Kembali Galerie d’Apollon, Sembilan Bulan Setelah Pencurian Perhiasan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Watch: Louvre Museum reopens gallery after jewellery heist

jurnalistik.co.id – Paris kembali menyambut pengunjung ke salah satu ruang paling bersejarah di Museum Louvre. Rabu lalu, Galerie d’Apollon dibuka untuk umum setelah penantian panjang selama sembilan bulan.

Pembukaan itu terjadi setelah perampokan perhiasan yang nilainya mencapai jutaan pada 19 Oktober. Namun, pembukaan kali ini tidak menghadirkan koleksi perhiasan apa pun di dalam galeri tersebut.

Ruang ikonik, tanpa perhiasan

Galerie d’Apollon sebelumnya dikenal sebagai salah satu tempat yang pernah menampung perhiasan mahkota Prancis. Kini, Louvre memilih untuk menampilkan ruangannya sebagai area museum, tanpa memajang Crown Jewels maupun batu permata yang menjadi sasaran dalam kasus pencurian.

Christophe Leribault, direktur museum, menyampaikan bahwa keputusan itu bagian dari penataan ulang pengamanan. Ia mengatakan, “Ini adalah ruang ikonik di dalam Louvre, tetapi tidak lagi menjadi tempat bagi Crown Jewels dan batu-batu permata, yang akan ditampilkan di area aman di tempat lain di museum.”

Dengan langkah itu, pengunjung tetap dapat melihat suasana dan karakter ruang Galerie d’Apollon. Tetapi, tujuan pemajangan dialihkan ke lokasi yang lebih terkendali, sesuai penjelasan dari pihak museum.

Kejadian 19 Oktober dan modus pelaku

Peristiwa pencurian terjadi pada 19 Oktober. Kepolisian menilai pelaku menjalankan aksi dengan tingkat keberanian yang tinggi, menggunakan persiapan khusus untuk mencapai ruang galeri.

Menurut keterangan yang tercantum, pencuri bertopeng memakai sebuah truk yang dipasang perlengkapan berupa tangga mekanis. Kendaraan tersebut digunakan untuk mengakses Galerie d’Apollon melalui balkon.

Modus itu memperlihatkan bahwa serangan tidak bergantung pada pembobolan langsung yang sederhana, melainkan memanfaatkan peralatan teknis untuk melewati akses yang tersedia. Perampokan tersebut kemudian dikaitkan dengan perhiasan bernilai jutaan.

Status penangkapan dan barang yang belum ditemukan

Pihak berwenang telah melakukan penangkapan terhadap empat orang. Jaksa penuntut mengeklaim bahwa mereka adalah pelaku pencurian tersebut.

Meski demikian, hingga saat ini barang-barang yang dicuri masih belum ditemukan. Kondisi ini membuat pembukaan galeri yang kembali diakses pengunjung berlangsung tanpa pemajangan koleksi yang sempat menjadi fokus peristiwa.

Bagi Louvre, pemulihan layanan ke publik tampak menjadi bagian dari proses pemulihan pascapercurian yang panjang. Di saat yang sama, museum menekankan bahwa pengaturan pemajangan perhiasan dilakukan dengan memindahkan koleksi ke area aman.

Dengan dibukanya Galerie d’Apollon, museum tidak hanya mengembalikan ruang ikonik ke daftar kunjungan. Louvre sekaligus memberi sinyal bahwa pelajaran dari peristiwa 19 Oktober akan diterapkan melalui perubahan lokasi tampilan perhiasan dan batu permata.

Kembali hadirnya galeri ini pada Rabu menjadi penanda bahwa operasional ruang museum dapat berjalan lagi meski kasus pencurian belum mencapai pemulihan penuh. Namun, ketiadaan perhiasan di dalam ruangan memperjelas bahwa penanganan pengamanan dan pemajangan masih berlangsung.

Pembukaan ulang itu juga menunjukkan bahwa Louvre berupaya menjaga kelancaran kunjungan tanpa menunggu seluruh proses penanganan selesai. Galeri yang sebelumnya identik dengan tampilan koleksi bernilai tinggi kini hadir dalam format yang berbeda, sehingga pengunjung tetap bisa mengamati ruang dan suasananya, tetapi tanpa menghadapkan publik pada pemajangan yang menjadi sasaran pencurian.

Melalui pemindahan pemajangan ke lokasi yang lebih terkendali, museum menegaskan bahwa perubahan bukan sekadar bersifat sementara. Louvre menempatkan keputusan tersebut dalam kerangka penataan ulang sistem keamanan, dengan tujuan mengurangi risiko, sekaligus mempertahankan fungsi galerie sebagai bagian dari pengalaman museum—hanya saja dengan penataan ulang di area lain yang dianggap lebih aman.

Di sisi lain, penegak hukum yang telah menahan empat orang belum dapat memberikan kabar tentang keberadaan barang hasil perampokan. Karena perhiasan dan batu permata yang menjadi fokus kasus tersebut masih belum ditemukan, pemulihan layanan bagi publik berjalan beriringan dengan langkah investigasi dan penyesuaian pemajangan, sehingga Galerie d’Apollon dibuka kembali dengan konten yang disesuaikan.