jurnalistik.co.id – Sebanyak 70 delegasi dari Provinsi Riau untuk PENAS XVII mulai tiba di Kabupaten Gorontalo pada Selasa (16/6/2026). Kedatangan itu dijadwalkan berlangsung bertahap hingga 23/6/2026.
Tiga orang delegasi Riau menjadi yang pertama mendarat di Bandara Djalaluddin Tantu. Mereka tiba menggunakan pesawat Batik Air sekitar pukul 08.00 Wita pada hari yang sama, yakni Selasa (16/6/2026).
Penyambutan dilakukan oleh Lurah Biyonga selaku penerima tamu selama proses pemondokan. Kehadiran delegasi juga disambut Sekretaris Dinas Kominfo dan Statistik, Sandra Mangindaan, beserta jajaran, sebagai naradamping selama berada di Gorontalo.
Setelah rangkaian penyambutan dan foto bersama, tiga delegasi yang dipimpin oleh Suratman diarahkan untuk sarapan. Usai kegiatan tersebut, mereka kemudian disambut lebih lanjut oleh Lurah Biyonga sebagai lokasi pemondokan para peserta PENAS XVII.
Pihak terkait menjelaskan bahwa delegasi Riau akan datang secara bertahap menggunakan lima penerbangan. Dalam pengaturan jadwalnya, jumlah rombongan yang tiba pada tiap hari berbeda-beda sesuai rencana penerbangan.
Rincian jadwal kedatangan
Sandra Mangindaan menyampaikan bahwa lima orang delegasi dijadwalkan tiba pada Selasa besok. Selanjutnya, 50 orang akan datang pada Jumat, sementara tujuh dan lima orang masing-masing dijadwalkan tiba pada Senin dan Selasa.
“Jadi total delegasi Riau terinformasi ada 70 orang. Paling banyak 50 orang akan tiba pada hari Jumat subuh, atau sehari sebelum pembukaan dengan pesawat Batik Air,” jelas Sandra.
Selain pengaturan kedatangan, delegasi juga diarahkan menuju rumah warga yang berfungsi sebagai posko sekaligus tempat pemondokan peserta. Dengan pola ini, rombongan dapat beraktivitas dan beristirahat di lokasi yang sudah disiapkan selama berada di Gorontalo.
Lurah Biyonga menyambut para delegasi dengan ramah. Ia berharap warga menunjukkan identitas asli masyarakat Gorontalo yang akrab dan terbiasa menyambut tamu dari berbagai daerah.
Di bagian lain, Lurah Biyonga juga menekankan pentingnya aspek keamanan selama seluruh peserta berada di Bumi Serambi Madinah. Tujuannya agar para delegasi dapat menjalani kegiatan dengan aman dan nyaman sejak masa kedatangan hingga pelaksanaan acara.
Penataan kedatangan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan arus rombongan yang masuk pada beberapa hari berbeda. Karena delegasi Riau tiba melalui lima penerbangan dan jumlahnya tidak seragam setiap tanggal, pihak panitia menyiapkan alur penjemputan, pengarahan, serta proses pemondokan agar semua peserta dapat segera mendapatkan tempat tinggal sesuai pengaturan yang sudah direncanakan.
Dalam rangkaian awal saat kedatangan, tiga delegasi yang tiba lebih dulu menjalani tahapan sambutan sebelum melanjutkan ke kegiatan berikutnya. Setelah proses penyambutan dan foto bersama selesai, rombongan yang dipimpin Suratman kemudian diarahkan untuk sarapan, sekaligus menjadi bagian dari penyesuaian awal selama berada di Gorontalo. Kegiatan lanjutan selanjutnya tetap berada dalam pendampingan penerima tamu di lokasi pemondokan.
Selama masa tinggal, para delegasi juga diarahkan menuju rumah warga yang berfungsi sebagai posko sekaligus tempat pemondokan peserta PENAS XVII. Dengan penempatan seperti itu, rombongan memiliki ruang untuk beraktivitas harian serta beristirahat di lokasi yang telah disiapkan. Pola ini membuat pelaksanaan rangkaian kegiatan berjalan lebih teratur sejak kedatangan, karena peserta telah memiliki titik kumpul dan tempat tinggal sejak awal.
Dalam penjelasannya, Sandra Mangindaan menegaskan bahwa total delegasi Riau yang terinformasi mencapai 70 orang. Sebagian besar rombongan dijadwalkan tiba pada Jumat subuh, yaitu sebanyak 50 orang, dengan pesawat Batik Air, dan kedatangan pada waktu tersebut disebut berlangsung paling dekat dengan waktu pembukaan. Sementara itu, sisa rombongan dijadwalkan datang pada Senin dan Selasa sesuai pembagian rombongan pada rencana penerbangan.
Lebih lanjut, Lurah Biyonga menekankan bahwa penyambutan tidak hanya berfokus pada proses penerimaan, tetapi juga pada kenyamanan selama seluruh peserta berada di Gorontalo. Ia berharap tamu dapat merasakan sambutan yang hangat dari masyarakat setempat, sekaligus menegaskan pentingnya aspek keamanan agar delegasi dapat menjalani agenda dengan tenang, mulai dari masa kedatangan hingga pelaksanaan acara.












