Daerah

Dirut Perum Bulog Didampingi Gubernur Gusnar Ismail Salurkan Beras di Gorontalo

×

Dirut Perum Bulog Didampingi Gubernur Gusnar Ismail Salurkan Beras di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Dirut Bulog Didampingi Gubernur Gusnar Bagi Beras di Gorontalo
Ilustrasi: Dirut Bulog Didampingi Gubernur Gusnar Bagi Beras di Gorontalo

jurnalistik.co.id – Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu rangkaian kegiatannya ditandai dengan penyaluran bantuan Cadangan Pangan Nasional.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Desa Tabongo Timur, Kabupaten Gorontalo, pada Kamis (18/6/2026). Bantuan diserahkan oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramadhani.

Cadangan Pangan Nasional itu, sebagaimana disebut dalam rangkaian kegiatan PENAS XVII, diserahkan sebagai tindak lanjut perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat di wilayah Gorontalo. Penyaluran dilakukan di tengah berlangsungnya ajang nasional yang mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

Gusnar Ismail menyatakan bahwa bantuan pangan dari Presiden RI menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat Gorontalo melalui penyelenggaraan PENAS XVII. Menurutnya, penyaluran melalui Perum Bulog menjangkau sekitar 170 ribu penerima manfaat di seluruh wilayah Gorontalo.

Rincian yang disampaikan gubernur menyebutkan bahwa setiap penerima manfaat memperoleh 20 kg dan juga 4 liter minyak goreng. Pernyataan tersebut disampaikan langsung dalam kegiatan penyerahan bantuan di Desa Tabongo Timur.

“Kita patut berterima kasih dan merasa bangga, sekali lagi mengucapkan syukur atas bantuan dari Bapak Presiden melalui Direktur Utama Perum Bulog di Desa Tabongo Timur Kabupaten Gorontalo. Kurang lebih 170 ribu penerima manfaat, masing-masing dapat 20 kg, kemudian 4 liter minyak goreng,” kata Gusnar.

Gubernur menilai, momen PENAS XVII membawa perhatian dari berbagai pihak, tidak hanya dari pemerintah pusat, tetapi juga dari peserta yang berasal dari berbagai daerah. Dengan demikian, perhelatan nasional ini diharapkan memberi dampak positif bagi proses pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penyaluran bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan pangan dapat sampai kepada masyarakat. Kehadiran Perum Bulog dalam penyerahan bantuan memperlihatkan keterlibatan lembaga penyalur pada program dukungan pangan di Gorontalo.

Peninjauan gudang sebagai pemantauan ketersediaan pangan

Selain menyerahkan bantuan, Direktur Utama Perum Bulog didampingi oleh Gubernur Gusnar saat meninjau Gudang Jagung Bulog di Telaga Biru. Kunjungan ini dilakukan di sela-sela rangkaian kegiatan PENAS XVII sebagai bagian dari pemantauan ketersediaan dan pengelolaan pangan daerah.

Peninjauan gudang tersebut menjadi langkah lanjutan setelah penyerahan bantuan, sekaligus memberikan gambaran mengenai pengelolaan komoditas pangan yang terkait dengan kegiatan Bulog di wilayah setempat. Dengan pemantauan langsung, diharapkan pengelolaan pangan daerah dapat berjalan lebih terarah sesuai kebutuhan.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan di Desa Tabongo Timur pada Kamis (18/6/2026) menegaskan keterhubungan antara agenda nasional PENAS XVII dan dukungan pangan bagi masyarakat. Dari penyerahan Cadangan Pangan Nasional hingga peninjauan Gudang Jagung Bulog, seluruh agenda dirancang untuk memberi manfaat yang langsung dirasakan.

Gorontalo, melalui penyelenggaraan PENAS XVII dan dukungan Cadangan Pangan Nasional, memperoleh rangkaian perhatian yang diharapkan memperkuat kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan daerah. Melalui penyaluran bantuan kepada sekitar 170 ribu penerima manfaat, program ini berupaya menghadirkan dukungan nyata di lapangan pada momentum ajang nasional.

Rangkaian penyaluran yang digelar di Desa Tabongo Timur juga menunjukkan bahwa program cadangan pangan tidak berhenti pada seremoninya, melainkan diarahkan untuk memastikan distribusi sampai ke tangan penerima sesuai kebutuhan. Kehadiran pimpinan daerah dan Direktur Utama Perum Bulog dalam kegiatan tersebut menegaskan keterlibatan lintas unsur dalam mendukung agenda nasional yang sekaligus berpijak pada situasi di lapangan.

Dalam pelaksanaan kegiatan, rincian manfaat yang disampaikan menjadi bagian dari penegasan dukungan yang diterima masyarakat. Setiap penerima manfaat memperoleh 20 kg bantuan cadangan pangan, disertai 4 liter minyak goreng, sehingga manfaatnya tidak hanya terbatas pada ketersediaan pangan pokok, tetapi juga melengkapi kebutuhan konsumsi harian di tingkat rumah tangga.

Usai penyerahan bantuan, peninjauan Gudang Jagung Bulog di Telaga Biru melengkapi gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan pangan di wilayah setempat. Pemantauan langsung ke gudang dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan dan pengelolaan komoditas berjalan terarah, sekaligus memperkuat peran Bulog sebagai lembaga penyalur dalam menjaga kesinambungan pasokan di Gorontalo.

Dengan keterkaitan antara agenda PENAS XVII dan program Cadangan Pangan Nasional, kegiatan di Gorontalo diharapkan memberi dampak yang terasa bagi masyarakat. Perhelatan nasional yang mempertemukan petani dan nelayan dari berbagai daerah menjadi momentum bagi penguatan perhatian pemerintah serta dukungan nyata yang diharapkan ikut mendorong peningkatan kesejahteraan dan proses pembangunan daerah.