Otomotif

Dishub Tangerang Ajak Warga Beralih ke Transportasi Umum setelah BBM Naik

0
×

Dishub Tangerang Ajak Warga Beralih ke Transportasi Umum setelah BBM Naik

Sebarkan artikel ini
Dishub Tangerang Ajak Warga Pakai Transportasi Umum Setelah BBM Naik Otomotif 15 Juni 2026
Ilustrasi: Dishub Tangerang Ajak Warga Pakai Transportasi Umum Setelah BBM Naik

jurnalistik.co.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi perhatian warga di Kota Tangerang. Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum yang telah tersedia, antara lain Bus Tayo dan Angkot Si Benteng.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Achmad Suhaely mengatakan, penggunaan transportasi umum tidak hanya dapat membantu masyarakat menekan biaya transportasi, tetapi juga mendukung upaya mengurangi kemacetan di jalan raya. Ia menyampaikan imbauan tersebut sebagai bagian dari penyesuaian yang sedang berjalan.

“Di tengah adanya penyesuaian harga BBM, kami mengajak masyarakat untuk mulai beralih menggunakan transportasi umum yang telah disediakan Pemkot Tangerang,” kata Achmad Suhaely, dikutip dari keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Dalam program yang didorong Pemkot Tangerang, Trans Tangerang atau Bus Tayo melayani trayek dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui Pintu Masuk M1 menuju Cadas. Layanan ini dibanderol dengan tarif Rp 2.000.

Achmad Suhaely juga menyebut bahwa layanan Bus Tayo dan Angkot Si Benteng terus ditingkatkan dari sisi kenyamanan dan aksesibilitas. Menurutnya, peningkatan layanan tersebut ditujukan agar pengguna bisa beralih tanpa merasa terbebani, terutama ketika harga BBM mengalami penyesuaian.

Untuk jaringan Bus Tayo, saat ini moda tersebut melayani empat koridor strategis yang menghubungkan berbagai kawasan di Kota Tangerang. Sementara itu, Angkot Si Benteng hadir sebagai moda transportasi pengumpan (feeder) yang menjangkau wilayah permukiman hingga terintegrasi dengan simpul transportasi lainnya.

Keduanya, Bus Tayo dan Angkot Si Benteng, memiliki tarif Rp 2.000. Dengan skema tarif yang sama, Pemkot Tangerang berharap makin banyak warga menjadikan transportasi umum sebagai bagian dari perubahan pola mobilitas sehari-hari.

“Selain membantu mengurangi beban pengeluaran akibat kenaikan BBM , penggunaan angkutan umum juga berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih tertib dan berkelanjutan,” kata Achmad Suhaely.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas transportasi publik yang ada. Dengan menggunakan Bus Tayo maupun Angkot Si Benteng, warga diharapkan dapat bepergian dengan aman, nyaman, sekaligus lebih hemat.

Pemkot Tangerang menilai perpindahan ke moda transportasi umum dapat membantu warga tetap menjalankan aktivitas harian tanpa terganggu oleh meningkatnya biaya perjalanan. “Melalui pemanfaatan transportasi umum, Pemkot Tangerang optimistis masyarakat dapat tetap beraktivitas secara produktif tanpa harus terbebani dengan meningkatnya biaya perjalanan di tengah dinamika harga BBM saat ini,” tutup Achmad Suhaely.

Dalam penjelasan Dishub, imbauan ini juga dimaksudkan agar warga memiliki pilihan perjalanan yang lebih terencana saat harga BBM mengalami penyesuaian. Dengan memanfaatkan moda yang sudah disiapkan, pengguna diharapkan tetap bisa melakukan perjalanan harian tanpa harus menyesuaikan anggaran secara drastis.

Bus Tayo disebut menjadi salah satu opsi utama yang menghubungkan titik-titik penting, mulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui Pintu Masuk M1 menuju kawasan Cadas. Tarif yang diterapkan sebesar Rp 2.000 dinilai dapat mendorong masyarakat mencoba layanan tersebut sebagai alternatif transportasi harian yang lebih ekonomis.

Selain itu, Angkot Si Benteng berperan sebagai pengumpan yang menjangkau area permukiman, sehingga layanan transportasi umum tidak berhenti di koridor tertentu saja. Moda ini juga diarahkan agar mampu terhubung dengan simpul transportasi lainnya, memudahkan perpindahan bagi warga yang memiliki tujuan berbeda-beda dalam satu rute aktivitas.

Pemkot Tangerang menekankan bahwa upaya peralihan ini dilakukan melalui peningkatan kualitas layanan, baik dari sisi kenyamanan maupun aksesibilitas. Dengan ketersediaan tarif yang sama untuk Bus Tayo dan Angkot Si Benteng, diharapkan semakin banyak warga beralih secara bertahap, sekaligus mendukung terciptanya lalu lintas yang lebih tertib serta lingkungan perkotaan yang lebih teratur dan berkelanjutan.