jurnalistik.co.id – Penambahan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Sumatera Barat ternyata belum efektif mengurai antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pantauan Kompas.com di lapangan pada Senin (27/7/2026) menunjukkan antrean masih mengular, terutama di Kota Padang.
Di sejumlah titik, antrean didominasi kendaraan angkutan barang dan truk yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM. Kondisi tersebut membuat warga resah dan memunculkan spekulasi terkait kemungkinan kelangkaan pasokan.
Menurut penjelasan yang dihimpun, masalah utama yang memperlambat aliran distribusi dan logistik BBM berawal dari perbaikan pada Jembatan Bungus. Jembatan tersebut berada di jalur lintasan utama Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung.
Jembatan berstruktur rangka besi itu dinilai sudah berada pada kondisi yang memerlukan penanganan segera. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi, menyampaikan bahwa jembatan tersebut dibangun pada tahun 1994.
“Ini jembatan rangka yang dibangun tahun 1994, usianya sudah 32 tahun. Kemarin mengalami kerusakan pada bagian lantai, sehingga harus segera diperbaiki agar tidak rusak secara keseluruhan,” terang Elsa.
Elsa menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan karena kondisi lantai jembatan mengalami kerusakan. Saat ini, proses penggantian dan pengecoran lantai beton jembatan telah rampung, namun masih menunggu masa pematangan beton agar kendaraan berat dapat melintas dengan aman.
Dalam upaya mempercepat pemulihan penyaluran BBM, BPJN Sumbar memajukan target penyelesaian perbaikan. Dengan percepatan tersebut, BPJN berupaya agar jalur dapat kembali dilewati sesuai rencana yang lebih cepat dari jadwal semula.
Percepatan perbaikan jalur di Teluk Kabung
Elsa menyebut sebelumnya penanganan itu ditargetkan baru dibuka resmi pada 15 September mendatang. Akan tetapi, BPJN melakukan percepatan sehingga proses menuju tahap pemulihan kelancaran jalur dapat berjalan lebih awal.
“Awalnya ditargetkan baru buka resmi pada 15 September mendatang. Namun kami lakukan percepatan, insya Allah tanggal 14 Agustus ini sudah bisa dilakukan open traffic untuk kembali dilalui kendaraan,” kata Elsa.
Berita Terkait
Perubahan jadwal tersebut diharapkan berdampak pada kelancaran distribusi BBM menuju wilayah-wilayah yang membutuhkan pasokan dari jalur IT Teluk Kabung. Selama perbaikan masih berlangsung dan masa pematangan belum dinyatakan aman, kendaraan logistik tetap menghadapi hambatan dalam distribusi harian.
Situasi di lapangan kemudian terlihat pada antrean yang belum menunjukkan penurunan signifikan. Kendaraan yang umumnya membutuhkan pengisian lebih cepat tetap harus menunggu lebih lama karena kelengkapan pasokan dan arus distribusi belum kembali normal sepenuhnya.
Skema darurat operasi depot Pertamina
Menanggapi hambatan distribusi, PT Pertamina Patra Niaga menjalankan skema darurat untuk menjaga keandalan pasokan BBM dan LPG di wilayah Sumatera Barat. Sales Area Manager (SAM) Retail Sumbar PT Pertamina Patra Niaga, Fakhri Rizal Hasibuan, menjelaskan bahwa operasional depot IT Teluk Kabung difungsikan penuh tanpa henti.
“Sejak tanggal 3 Juli kami sudah mengoperasikan depot IT Teluk Kabung selama 24 jam penuh. Ini sudah memasuki minggu ketiga operasional nonstop,” kata Fakhri.
Fakhri menegaskan bahwa pengoperasian 24 jam penuh merupakan langkah ekstra, karena pada kondisi normal operasional harian depot IT Teluk Kabung tidak berlangsung selama itu. Dengan pembukaan operasi secara berkelanjutan, Pertamina berupaya mengimbangi perlambatan distribusi yang terjadi di jalur utama.
Untuk menopang skema darurat, Pertamina juga mendatangkan dukungan tambahan berupa armada tangki dan tenaga kerja dari luar Sumbar. Fakhri menyebut ada perbantuan dalam jumlah yang cukup besar agar jadwal penyaluran dapat terus berjalan.
“Kami menyiagakan perbantuan kurang lebih 15 sampai 20 mobil tangki tambahan beserta Awak Mobil Tangki (AMT) dan tenaga pekerja dari luar Sumbar. Kami juga menambah penyaluran harian untuk Sumbar sebesar 9–10 persen, dan khusus Kota Padang mencapai 15–18 persen. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait stok BBM di SPBU,” tutur Fakhri.
Perkiraan peningkatan penyaluran harian untuk Sumbar serta penambahan yang lebih tinggi di Kota Padang menjadi bagian dari strategi agar keterlambatan arus distribusi tidak berlanjut menjadi kelangkaan di tingkat SPBU. Meski demikian, antrean panjang yang masih terlihat menunjukkan bahwa perputaran pasokan dan distribusi masih membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.
Dengan langkah operasional depot tanpa henti sejak 3 Juli dan dukungan armada tambahan, Pertamina berupaya menjaga pasokan tetap tersedia bagi masyarakat. Pada saat yang sama, proses perbaikan Jembatan Bungus juga ditargetkan selesai lebih cepat melalui percepatan menuju open traffic pada 14 Agustus.
Koordinasi antara pembenahan infrastruktur dan penguatan operasional distribusi diharapkan menutup gap pasokan yang sebelumnya memicu antrean di SPBU. Hingga Senin (27/7/2026), antrean di Kota Padang masih terus terjadi, terutama pada kendaraan logistik yang harus menunggu untuk mendapatkan BBM.












