Otomotif

Ducati Tak Menyangka Awal MotoGP 2026 Jadi Mimpi Buruk

0
×

Ducati Tak Menyangka Awal MotoGP 2026 Jadi Mimpi Buruk

Sebarkan artikel ini
Ducati Tak Sangka Awal MotoGP 2026 Jadi Mimpi Buruk Otomotif 15 Juni 2026
Ilustrasi: Ducati Tak Sangka Awal MotoGP 2026 Jadi Mimpi Buruk

jurnalistik.co.id – Manajer Ducati, Davide Tardozzi, mengakui bahwa tim Borgo Panigale tidak membayangkan awal MotoGP 2026 akan berlangsung sesulit itu. Padahal, setelah tes pramusim di Sepang, Ducati sempat optimistis bisa menjalani musim yang kompetitif.

Menurut Tardozzi, optimisme itu muncul setelah hasil positif di Sepang. Saat itu, lima motor Desmosedici berhasil menembus enam besar.

Perkembangan cepat rival mengubah peta awal musim

Tardozzi kemudian menyoroti perubahan yang terjadi setelah tes Sepang hingga sesi terakhir di Buriram. Ia menyebut Aprilia membuat perkembangan besar di rentang waktu tersebut.

Hasilnya, Aprilia langsung mendominasi pada bagian awal musim. “Jujur, iya. Karena setelah Sepang saya sangat yakin ini akan menjadi musim yang bagus untuk kami. Bukan mimpi buruk seperti yang terjadi pada beberapa balapan pertama,” kata Tardozzi, dikutip dari Crash, Senin (15/6/2026).

Tardozzi juga memberikan apresiasi kepada Aprilia atas kemajuan yang ditunjukkan. “Tapi kami harus memberikan apresiasi kepada mereka karena membuat kemajuan besar antara Sepang dan Thailand. Salut untuk mereka,” ujarnya.

Di sepanjang fase awal, Marco Bezzecchi berhasil memenangkan tiga grand prix pembuka. Jorge Martin turut menyumbang kemenangan Sprint, sementara Ducati memasuki seri Eropa dengan hanya satu kemenangan Sprint.

Marquez kembali bekerja, gap mulai dipangkas

Di tengah tantangan tersebut, pemulihan Marc Marquez ikut terhambat setelah ditemukan adanya saraf radial terjepit di lengan kanannya. Setelah kondisi itu, Ducati mulai melakukan langkah-langkah perbaikan.

“Setelah itu kami mulai bekerja. Gigi melakukan pekerjaan yang bagus bersama para insinyur dan saya pikir kami berhasil memangkas sedikit jarak,” kata Tardozzi. Ia menilai upaya tersebut membuat tim bergerak lebih dekat, meski belum sepenuhnya memuaskan.

“Menurut saya masih belum cukup. Tapi dengan pebalap yang kami miliki, saya rasa kami mulai lebih mendekat,” tambah Tardozzi.

Meski tetap menghadapi performa yang belum ideal, Ducati akhirnya meraih kemenangan grand prix pertamanya musim ini lewat Alex Marquez di Jerez. Setelah itu, Fabio Di Giannantonio menambah kemenangan kedua di Catalunya.

Di balapan utama Catalunya, Francesco Bagnaia turut menyumbang podium pertama tim pabrikan Ducati ketika Marc Marquez absen karena menjalani operasi. Marc Marquez kemudian kembali di Mugello dan finis ketujuh sebelum tampil dominan di Balaton Park.

Di Balaton Park, Marc Marquez merebut pole position, lalu memenangi Sprint dan balapan utama. Namun, Tardozzi menekankan bahwa kemenangan dan pole position belum otomatis berarti pemulihan Marquez sudah selesai sepenuhnya.

Kondisi Marquez belum 100 persen

Tardozzi menegaskan, “Saya masih berpikir ini sangat sulit untuk dia. Pole position, menang, menang, bukan berarti dia sudah 100 persen. Dia belum 100 persen.”

Ia merinci target pemulihan berikutnya dengan menekankan waktu pemulihan yang lebih panjang. “Target kami adalah memastikan dia pulih sempurna dari cederanya dan itu akan membutuhkan setidaknya satu bulan lagi, mungkin bahkan dua bulan,” ujar Tardozzi.

Persaingan tetap terbuka meski ada hasil memangkas jarak

Meski Ducati berhasil memangkas selisih poin, Tardozzi menilai persaingan musim ini masih terbuka. “Kami mengalami nasib buruk di awal musim. Kami tahu dari total 44 balapan akan ada hasil dan situasi yang berbeda di setiap akhir pekan. Kita lihat nanti,” tuturnya.

Dengan rangkaian perbaikan yang terus dijalankan setelah rentetan kesulitan awal, Ducati berharap momentum yang terbentuk bisa berlanjut. Pada saat yang sama, pernyataan Tardozzi menunjukkan bahwa fokus tim saat ini tidak hanya pada hasil akhir pekan, tetapi juga pada memastikan kondisi Marc Marquez benar-benar kembali optimal.