jurnalistik.co.id – Libur sekolah kerap dimanfaatkan keluarga untuk bepergian ke berbagai destinasi wisata, termasuk Bandung yang menjadi pilihan banyak warga Jabodetabek karena aksesnya relatif mudah.
Untuk yang merencanakan perjalanan menggunakan mobil pribadi, menyiapkan anggaran sejak awal membantu perjalanan berjalan lebih terukur. Dalam kasus rute darat Jakarta–Bandung, biaya tol dan konsumsi bahan bakar menjadi dua komponen utama yang menentukan besarnya pengeluaran.
Secara umum, rute yang digunakan dari Jakarta menuju Bandung adalah melalui Tol Jakarta–Cikampek, kemudian dilanjutkan Tol Cipularang dan Tol Padaleunyi. Penghitungan ini berangkat dari skema perjalanan yang lazim ditempuh untuk menghubungkan Jakarta dan Bandung lewat koridor tol tersebut.
Untuk kendaraan Golongan I, tarif tol menuju Bandung melalui Gerbang Tol Pasteur tercatat sebesar Rp 75.500. Nilai ini menjadi dasar biaya jalan tol yang perlu dipersiapkan dalam sekali perjalanan.
Perkiraan konsumsi dan biaya BBM Selain tol, konsumsi bahan bakar berpengaruh langsung pada total biaya. Dalam simulasi yang pernah digunakan Kompas.com untuk perjalanan jarak jauh, konsumsi Daihatsu Sigra diasumsikan berada pada angka rata-rata 17 kilometer per liter.
Angka konsumsi tersebut menggambarkan kondisi penggunaan kombinasi jalan tol dan lalu lintas yang tidak selalu lancar. Dengan kata lain, asumsi 17 kilometer per liter dipakai sebagai rata-rata yang merepresentasikan variasi kondisi selama perjalanan.
Dengan jarak Jakarta–Bandung sekitar 150 kilometer, kebutuhan bahan bakar dapat dihitung sebagai berikut: 150 kilometer dibagi 17 kilometer per liter, sehingga Daihatsu Sigra membutuhkan sekitar 8,82 liter bensin untuk menyelesaikan perjalanan tersebut.
Jika menggunakan Pertalite dengan harga Rp 10.000 per liter, maka biaya bahan bakar yang perlu disiapkan mencapai sekitar Rp 88.235. Sementara itu, apabila memilih Pertamax yang saat ini dijual Rp 16.250 per liter, biaya BBM menjadi sekitar Rp 143.382.
Perhitungan ini menempatkan estimasi konsumsi (8,82 liter) sebagai penghubung antara jarak perjalanan dan harga BBM yang dipilih. Dengan demikian, perbedaan total biaya perjalanan terutama dipengaruhi oleh pilihan jenis bahan bakar beserta tarif per liternya.
Setelah biaya BBM dan biaya tol dijumlahkan, estimasi biaya perjalanan Jakarta–Bandung menggunakan Daihatsu Sigra dapat dirinci sebagai berikut. Untuk skenario Pertalite, totalnya adalah Rp 88.235 untuk BBM dan Rp 75.500 untuk tol, sehingga menjadi Rp 163.735.
Untuk skenario penggunaan Pertamax, totalnya adalah Rp 143.382 untuk BBM dan Rp 75.500 untuk tol, sehingga menjadi Rp 218.882. Dengan demikian, selisih total biaya antara Pertalite dan Pertamax terlihat dari perbedaan harga per liter yang digunakan dalam penghitungan.
Jika dibuat dalam rentang anggaran yang lebih mudah dipakai untuk persiapan perjalanan, pemilik Daihatsu Sigra perlu menyiapkan dana sekitar Rp 164.000 hingga Rp 219.000 untuk sekali perjalanan Jakarta–Bandung. Rentang tersebut tetap bergantung pada jenis bahan bakar yang dipilih.
Dengan mempertimbangkan tarif tol melalui Gerbang Tol Pasteur serta asumsi konsumsi rata-rata 17 kilometer per liter untuk jarak sekitar 150 kilometer, estimasi biaya ini dapat menjadi acuan awal yang praktis bagi pengendara yang hendak melintas rute tol Jakarta–Cikampek, Cipularang, dan Padaleunyi menuju Bandung.
Untuk keluarga yang hendak memanfaatkan libur sekolah agar perjalanan tetap nyaman, menyusun hitungan sejak awal dapat membantu menentukan apakah rencana berangkat lebih sesuai dengan anggaran yang sudah disiapkan. Dalam simulasi yang sama, perhitungan biaya perjalanan Jakarta–Bandung pada dasarnya bertumpu pada dua komponen, yakni tol dan pengeluaran BBM yang mengikuti konsumsi rata-rata 17 kilometer per liter.
Karena asumsi konsumsi digunakan untuk merepresentasikan kondisi yang tidak selalu lancar, angka total biaya di atas sebaiknya dipahami sebagai estimasi, bukan angka pasti. Penyesuaian nyata biasanya akan mengikuti perubahan konsumsi dan harga per liter yang dipakai saat mengisi. Dengan kata lain, ketika jarak sekitar 150 kilometer dan konsumsi 17 kilometer per liter dijadikan dasar, perbedaan utama yang membuat total biaya bergerak adalah pilihan Pertalite atau Pertamax, lalu dampaknya pada selisih biaya BBM.












