jurnalistik.co.id – Earl Spencer menyampaikan permintaan maaf kepada Piers Morgan terkait kesalahan faktual dalam bukunya tentang Diana, Princess of Wales.
Dalam memoarnya, Earl Spencer menulis bahwa Morgan adalah editor Daily Mirror saat Mirror Group menerbitkan “highly intrusive photographs of Princess Diana at the gym”.
Earl Spencer, yang merupakan saudara kandung Diana, menyatakan bahwa kesimpulannya keliru. Ia mengakui, “his assumption was incorrect”, dan menyampaikan, “apologises to Mr Morgan for this error”, demikian bunyi pernyataan yang dikutip.
Morgan telah menerima permintaan maaf tersebut, namun ia tetap melanjutkan ancaman langkah hukum. Setelah permintaan maaf disampaikan, Morgan menuliskan di media sosial bahwa ia akan “I am pursuing legal action against him and his publisher Penguin to have the lies removed, and damages paid to the King’s Trust.”
Isu ini juga berkembang dari pernyataan Morgan sebelumnya pada hari Senin. Ia mengatakan akan menggugat Earl Spencer dan penerbitnya terkait “fabricated inaccuracies”.
BBC menyebut bahwa foto-foto Diana yang dibicarakan dalam konteks keterkaitan Morgan dalam buku Earl Spencer merupakan hasil publikasi Sunday Mirror pada 7 November 1993.
Pada periode itu, Morgan bekerja di The Sun, dan baru bergabung sebagai editor Mirror pada tahun 1995. Rangkaian fakta tersebut menjadi salah satu dasar koreksi yang kemudian diakui.
Koreksi penerbit dan pembahasan dalam tayangan Morgan
Penerbit Penguin, yang memuat buku Swan Song: Diana, My Sister, disebut akan mengamend satu poin tersebut pada edisi-edisi mendatang. Dengan demikian, pengubahan ditujukan untuk memperbaiki kesalahan faktual yang dinyatakan terkait asumsi Earl Spencer.
Berita Terkait
Dalam penjelasannya, Morgan juga menyinggung isi buku melalui tayangan YouTube-nya, Piers Morgan Uncensored. Morgan membacakan bagian ketika Earl Spencer menulis: “They realised they were unable to be rude to the brother of the much-mourned princess…”
Masih dalam kutipan yang dibacakan Morgan, Earl Spencer menulis: “The only one who sounded surly, as opposed to merely confused or embarrassed, was Piers Morgan of the Mirror, who snarled with annoyance before he hung up.”
Di bagian yang sama, Earl Spencer menambahkan: “I assumed Morgan must be feeling particular guilt because, four years earlier, he and his Sunday Mirror counterpart had published photographs taken with hidden cameras by a gym owner. They were of Diana working out in a leotard.”
Ia kemudian menulis: “This was such an intolerable invasion of her privacy that Diana instructed lawyers to sue the Mirror Group and to block further use of the images.”
Sementara itu, juru bicara untuk saudara kandung Diana menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa kisah Earl Spencer tentang percakapannya dengan Piers Morgan adalah akurat. Pernyataan tersebut menyebut Morgan tampak “surly and annoyed” saat Earl Spencer menghubungi langsung untuk memberi tahu bahwa ia tidak diterima pada pemakaman sang saudari.
Pernyataan juru bicara tersebut sekaligus mengakui adanya kesalahan faktual. Disebutkan bahwa “as an historian, accuracy is important to Earl Spencer”, sehingga ia ingin meluruskan bahwa asumsi yang ia buat tidak tepat, lalu “Earl Spencer apologises to Mr Morgan for this error.”
Perdebatan lebih luas seputar Swan Song dan keluarga kerajaan
Swan Song disebut memuat serangkaian tuduhan, termasuk klaim bahwa King Charles mengatakan “we’ll forget her soon enough” pada masa-masa setelah kematian Diana. Isi seperti ini disebut turut memicu perdebatan dan pertukaran pernyataan antara Earl Spencer dan Buckingham Palace.
Dengan demikian, permintaan maaf Earl Spencer kepada Piers Morgan terjadi di tengah eskalasi yang lebih luas—yang mencakup koreksi atas satu poin faktual, respons Morgan yang menegaskan jalur hukum, serta perdebatan publik yang terus melebar seputar isi buku tersebut.










