Internasional

Sorotan halaman depan: “Burn to be mild” dan “Pulp fiction”

×

Sorotan halaman depan: “Burn to be mild” dan “Pulp fiction”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: 'Burn to be mild' and 'Pulp fiction'

jurnalistik.co.id – Sorotan surat kabar Rabu banyak tertuju pada pertemuan pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham di Sidang Umum PBB di New York. Dalam kesempatan itu, berbagai media menyoroti isi percakapan keduanya sekaligus kontras pandangan masing-masing pihak terkait sejumlah isu.

Gambaran paling menonjol datang dari Daily Star yang memopulerkan judul “Burn to be mild”. Koran itu mengutip pernyataan Trump bahwa ia “can do business” dengan pemimpin Inggris yang baru, menggambarkan nada pertemuan yang berusaha tetap pragmatis di tengah perbedaan kepentingan.

Sejumlah surat kabar juga menekankan bahwa halaman depan bukan hanya membahas sapaan awal, melainkan turut menonjolkan kritik Trump terhadap kesepakatan Chagos. Trump menyebutnya “terrible”, dan kalimat tersebut ikut menjadi bahan framing utama di edisi kertas.

Daily Telegraph menulis “Burnham bows to Trump on Chagos”. Dalam laporannya, Burnham disebut berjanji melakukan “everything possible to find a resolution to the issue”. Media itu menjelaskan Perdana Menteri Inggris “reversed his position after a meeting on the sidelines of the UN General Assembly” terkait “plans to cede sovereignty of the Chagos Islands to Mauritius”.

The Times membingkai pertukaran itu sebagai “Trump wins review of ‘ridiculous’ Chagos deal”. Koran ini menjabarkan bahwa Trump menolak kesepakatan tersebut, sementara Amerika Serikat disebut tetap “paying for a lease of Diego Garcia”, pangkalan bersama UK-AS di Samudra Hindia.

Di tempat lain, halaman depan menampilkan seruan Sir Charlie Mayfield, yang menjurus pada perubahan tata kelola ketidakhadiran kerja. Ia mendesak agar “calling in sick with a text or email must end”, sebuah pernyataan yang mendapat ruang terpisah di sejumlah headline.

Daily Mirror membawa narasi yang menilai proses diplomasi Burnham berlangsung di bawah tekanan. Dengan judul “Don well?”, koran itu menempelkan foto kedua pemimpin yang berjabat tangan di New York dan menulis, “Nervous PM navigates minefield in first talks with volatile Trump but the differences remain,” serta menegaskan pertukaran tersebut sebagai “win” bagi Burnham.

Media tersebut juga menampilkan foto Putri Wales dan Tom Cruise yang berjalan bersama di red carpet pada pemutaran perdana film Digger. Di bawah foto, ada caption “Reign man: Tom and the royals”, sebagai penyeimbang visual di tengah dominasi berita politik.

The Independent menurunkan judul “Chagos deal in doubt”. Koran ini menyebut bahwa “president hails PM in first meeting as ‘businessperson’ who ‘gets it’” dan menampilkan foto yang sama saat pasangan duduk, dengan caption “historic handshake”. Dengan cara itu, kesepakatan Chagos dibahas sebagai isu yang masih menyisakan ketidakpastian meski ada sinyal positif dari pertemuan pertama.

Guardian menulis “Trump praises Burnham”, menggambarkan suasana pertemuan yang juga dipromosikan sebagai langkah komunikasi baru. Di saat yang sama, halaman depan memuat kabar lain: “hot deaths from El Niño forecast to reach 451,000”, dengan penjelasan dari ilmuwan iklim bahwa kematian tersebut diperkirakan terkait dampak kekeringan, kebakaran hutan, dan banjir.

Daily Mail menggunakan frame “Burnham wobbles on Chagos as Trump hits out”. Media itu menuliskan bahwa Perdana Menteri Inggris “forced to look on stony-faced as the US President rounded on Labour’s ‘terrible deal’ to hand sovereignty of the Chagos Islands to Mauritius”. Sementara itu, Daily Express melanjutkan narasi serupa dengan headline “Donald’s attack on ‘terrible’ handover”.

Berbeda penekanan, The i Paper justru membuka ruang lebih depan untuk isu teknologi. Koran itu memuat “Burnham warns world over AI” dan menulis bahwa langkah tersebut “sets UK on collision course with America”. Saat Perdana Menteri berbicara pada “business chiefs” bahwa ia menginginkan “a ‘single of global principles’ to guard against rogue AI”, media ini menyebut ia bisa “put him at odds with Donald Trump”.

The i Paper juga mengutip pandangan Trump terkait upaya pengaturan global teknologi. Trump disebut “rejects any attempt to construct a globalist scheme” untuk mengendalikan teknologi, termasuk keterangan bahwa ia mengubah istilah terkait kecerdasan buatan menjadi “super intelligence”.

The Metro menurunkan headline “knifed for saying no” untuk sebuah kasus “obsessed teen attack”. Media itu menyebut seorang gadis berusia 13 tahun “stabbed ten times” oleh seorang siswa laki-laki di sekolah setelah gadis tersebut menolak pelaku, dan koran membandingkannya dengan limited series Adolescence yang menggambarkan seorang anak laki-laki yang menikam hingga membunuh seorang teman sekelas perempuan.

Di bagian hiburan dan dampak personal, The Sun menyoroti bab baru dalam riak berkaitan buku Earl Spencer tentang Putri Diana. Koran itu menampilkan pernyataan Piers Morgan yang menuntut agar salinan buku tersebut “should be pulped”, setelah Earl Spencer “admits wrongly claiming the ex-tabloid editor was behind the Mirror Group’s publication of intrusive photos of Diana in 1993”.

Terakhir, Financial Times menulis bahwa “White House and Gulf billionaires back [financier Todd Boehly] swoop on Lukoil assets”. Koran ini menjelaskan bahwa aset Lukoil tersebut “were put up for sale after the Russian oil company was hit with US sanctions last year”, dan menyebut nilai portofolionya “valued at $20bn (£15bn)”.