Pendidikan

Biaya Pendidikan Makin Tinggi, Danamon Bidik Kebutuhan Dana Pendidikan Keluarga lewat Perencanaan

×

Biaya Pendidikan Makin Tinggi, Danamon Bidik Kebutuhan Dana Pendidikan Keluarga lewat Perencanaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Biaya Pendidikan Kian Mahal, Danamon Bidik Kebutuhan Dana Pendidikan Keluarga

jurnalistik.co.id – Kenaikan biaya pendidikan mendorong keluarga untuk memikirkan kebutuhan pembiayaan jauh sebelum masa belajar anak dimulai. Tren tersebut membuat perencanaan tidak lagi bisa ditangani secara spontan, melainkan perlu dikelola sejak awal agar tetap sesuai kemampuan finansial keluarga.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk menggandeng Universitas Prasetiya Mulya dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia untuk menghadirkan layanan Danamon Prasmul EduWealth. Layanan ini dirancang sebagai satu ekosistem yang menggabungkan perencanaan pendidikan, pendanaan, serta perlindungan.

Langkah kolaborasi ini dipandang relevan karena biaya pendidikan cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Dengan adanya penggabungan antara pendidikan, perbankan, dan asuransi, diharapkan keluarga bisa menyusun rencana yang lebih menyeluruh.

Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, menilai keluarga perlu menyiapkan dana pendidikan sejak dini. Menurutnya, pendekatan perencanaan yang dilakukan bertahap dapat membantu orang tua menghindari beban keuangan di kemudian hari.

“Pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting bagi masa depan keluarga. Seiring meningkatnya biaya pendidikan dari tahun ke tahun, perencanaan yang dilakukan sejak dini, termasuk perencanaan keuangan, menjadi semakin penting agar orang tua dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak secara lebih terarah,” kata Ivan dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

“Melalui Danamon Prasmul EduWealth, kami ingin membantu nasabah mempersiapkan kebutuhan dana pendidikan mereka secara bertahap dan terencana dengan solusi keuangan holistik yang sesuai dengan kebutuhan keluarga,” ujar Ivan.

Komitmen tersebut juga menautkan kebutuhan pendidikan dengan strategi pendanaan yang lebih teratur. Ivan menegaskan, solusi holistik tidak hanya menyiapkan uang saat waktu sekolah tiba, tetapi juga menempatkan perencanaan sebagai bagian dari pengelolaan tujuan jangka panjang keluarga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya kenaikan biaya pendidikan pada beberapa jenjang. Rata-rata biaya pendidikan jenjang SMA meningkat dari sekitar Rp 4,6 juta pada 2018 menjadi sekitar Rp 10,2 juta pada 2024.

Untuk pendidikan tinggi, tren sempat menunjukkan penurunan, namun kemudian kembali naik hingga sekitar Rp 19 juta pada 2024. Perubahan seperti ini memperlihatkan bahwa kebutuhan pembiayaan pendidikan dapat berubah mengikuti kondisi dan dinamika biaya.

Melihat pola tersebut, perencanaan pendidikan dipandang tidak cukup hanya berbentuk tabungan. Keluarga juga perlu mempertimbangkan perlindungan terhadap risiko yang dapat memengaruhi keberlanjutan rencana pendidikan anak.

Ivan menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat membantu keluarga menyusun rencana pendidikan secara lebih komprehensif. Mulai dari penetapan tujuan pendidikan, pengelolaan pendanaan, hingga perlindungan atas risiko yang mungkin terjadi.

“Sebagai mitra keuangan terpercaya, Danamon berkomitmen menghadirkan solusi yang membantu nasabah mencapai berbagai tujuan finansial jangka panjang,” kata dia.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong lebih banyak keluarga Indonesia membangun kebiasaan perencanaan keuangan yang disiplin demi mewujudkan cita-cita pendidikan anak,” lanjutnya.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati, menekankan bahwa perencanaan pendidikan yang berjalan panjang juga perlu diimbangi perlindungan. Menurutnya, kesiapan finansial tetap harus dijaga ketika keluarga menghadapi situasi yang tidak terduga.

“Pendidikan anak merupakan salah satu tujuan penting bagi banyak keluarga,” kata Lauren.

“Namun, rencana jangka panjang seperti ini perlu disiapkan secara lebih menyeluruh, termasuk melalui perlindungan yang dapat membantu keluarga tetap memiliki kesiapan finansial saat menghadapi risiko kehidupan,” ujar Lauren.

Di sisi lain, Ketua Pengurus Yayasan Prasetiya Mulya, Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak, melihat pendidikan yang berkualitas memerlukan persiapan matang. Ia mengingatkan agar keputusan pendidikan anak tidak semata ditentukan oleh kemampuan finansial pada waktu tertentu, karena pendidikan adalah proses yang berjalan dalam jangka panjang.

Djisman menilai kolaborasi lintas sektor dibutuhkan agar keluarga memiliki ruang untuk menyusun perencanaan yang lebih terarah. Hal ini dipandang penting ketika meningkatnya biaya pendidikan berjalan beriringan dengan kebutuhan kompetensi di masa depan.

“Kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang memilih universitas terbaik, tetapi juga tentang memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih potensi terbaiknya,” tegas Djisman.

Dengan layanan Danamon Prasmul EduWealth, kolaborasi yang melibatkan institusi pendidikan, perbankan, dan asuransi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara tujuan pendidikan keluarga dan strategi pengelolaan keuangan. Fokusnya berada pada kesiapan yang terukur, bertahap, dan lebih tahan terhadap kemungkinan gangguan di sepanjang perjalanan pendidikan anak.