Olahraga

Final Piala Dunia 2026 Hadir dengan Nuansa Super Bowl: Madonna sampai Tom Cruise

×

Final Piala Dunia 2026 Hadir dengan Nuansa Super Bowl: Madonna sampai Tom Cruise

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Final Piala Dunia 2026 Hadir dengan Nuansa Super Bowl, dari Madonna hingga Tom Cruise

jurnalistik.co.id – Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey.

Pertandingan puncak digelar pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB, setelah laga di waktu setempat pada 19 Juli 2026 sore sekitar pukul 15.00.

Selepas hampir enam pekan perjalanan turnamen yang dipenuhi emosi dan kejutan, laga penentunya menjadi panggung yang menampilkan dua gaya sepak bola sekaligus ambisi yang berbeda.

Spanyol datang dengan keyakinan tinggi untuk meraih gelar juara dunia kedua mereka, setelah menempuh rangkaian pertandingan sepanjang turnamen.

Sementara itu, Argentina berupaya mempertahankan trofi dari edisi sebelumnya sekaligus menutup perjalanan Lionel Messi dengan satu lagi titel Piala Dunia.

Menjelang pertandingan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, sementara Gianni Infantino berada di sampingnya.

Suasana stadion dan pengamanan

Cuaca yang sebelumnya sempat dikhawatirkan tidak lagi menjadi hambatan. Asap tebal akibat kebakaran hutan di Kanada yang beberapa hari terakhir menyelimuti wilayah New York dan New Jersey telah menghilang.

Suhu udara yang sempat terasa cukup menyengat juga berangsur lebih sejuk, membuat langit cerah menyambut puluhan ribu suporter yang mulai berdatangan sejak beberapa jam sebelum kick-off.

Kehadiran Trump membuat pengamanan ditingkatkan. Ratusan jurnalis, sukarelawan, hingga pengisi acara harus antre berjam-jam untuk melewati pemeriksaan oleh personel Secret Service.

Arus antrean suporter untuk masuk stadion relatif lebih lancar. Namun, setelah berada di dalam, mereka masih harus menunggu sebelum bisa membeli makanan maupun merchandise resmi pertandingan.

Nuansa tribun turut dibentuk oleh warna dari masing-masing tim. Di MetLife, dominasi biru-putih khas Argentina dan merah-kuning milik Spanyol mulai memenuhi area tribun menjelang laga dimulai.

Upacara penutupan dan nuansa Amerika Serikat

Sebelum pertandingan dimulai, FIFA menggelar upacara penutupan turnamen yang diisi unsur hiburan bertabur bintang. Musisi Post Malone tampil, sementara aktor Tom Cruise juga hadir sebagai bagian dari rangkaian acara.

Rangkaian tersebut menegaskan sentuhan khas Amerika Serikat pada perhelatan kali ini. Penyanyi Jennifer Hudson dijadwalkan membawakan lagu kebangsaan Amerika Serikat, sedangkan tenor Christopher Macchio menyanyikan lagu patriotik America the Beautiful.

FIFA juga mengadopsi sejumlah tradisi yang lazim ditemui dalam olahraga Amerika Serikat sepanjang penyelenggaraan turnamen.

Final kali ini bahkan mencatat catatan sejarah. Ini merupakan partai puncak pertama sejak edisi perdana Piala Dunia pada 1930 yang mempertemukan dua negara berbahasa Spanyol, yakni Spanyol dan Argentina.

Di antara ketatnya pengamanan dan kesiapan stadion yang terus disiapkan, perhatian sejak awal tertuju pada momen-momen krusial menjelang sepak mula.

Bagi Spanyol, laga ini menjadi kesempatan untuk memburu gelar juara dunia kedua. Bagi Argentina, final sekaligus momen untuk mengamankan trofi dan memperpanjang cerita yang dibawa Lionel Messi hingga ujung turnamen.

Di tengah rangkaian acara penutupan berskala besar, malam puncak ini tetap berdiri pada satu hal: pertandingan final yang menentukan siapa yang berhak mengangkat Piala Dunia 2026.

Kick-off kemudian menjadi titik tumpu bagi kedua kubu, sementara stadion MetLife berubah menjadi barometer tekanan pertandingan.

Meski akses masuk stadion terbilang lebih tertata, suasana tetap dipenuhi jeda-jeda menunggu. Setelah melewati pemeriksaan, para penonton tidak langsung bisa menikmati kebutuhan di dalam stadion, karena pembukaan layanan makanan dan merchandise resmi berlangsung menjelang waktu yang mendekati kick-off.

Di tengah persiapan yang makin rapat, tribun pun terasa hidup dengan identitas warna yang kontras. Biru-putih yang identik dengan Argentina dan kombinasi merah-kuning khas Spanyol sama-sama menonjol, membuat suasana laga final lebih cepat terasa seperti pertarungan dua ambisi yang sama-sama besar.

Upacara penutupan menambah dimensi lain pada rangkaian turnamen, dengan penampilan musisi dan kehadiran figur hiburan yang menguatkan kesan perayaan berskala internasional. FIFA turut menyelipkan nuansa tradisi olahraga Amerika Serikat lewat sajian lagu-lagu patriotik, sekaligus mencatat sejarah karena partai puncak mempertemukan dua negara berbahasa Spanyol untuk pertama kalinya sejak edisi 1930.