Bisnis & Ekonomi

Gedung Putih: Damai AS-Iran Bisa Buka Ruang Penurunan Suku Bunga

0
×

Gedung Putih: Damai AS-Iran Bisa Buka Ruang Penurunan Suku Bunga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gedung Putih Sebut Damai AS-Iran Buka Peluang Suku Bunga Turun - Global

jurnalistik.co.id – Gedung Putih melihat peluang penurunan suku bunga The Fed jika harga energi benar-benar turun seiring tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pandangan itu disampaikan kepala penasihat ekonomi Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Kevin Hassett, dalam wawancara di acara Sunday Morning Futures pada saluran Fox News.

Hassett mengatakan Gedung Putih memperkirakan harga energi akan langsung merosot begitu kesepakatan damai dengan Iran tercapai. Pernyataan itu ia sampaikan di tengah sorotan pasar terhadap arah negosiasi Washington dan Teheran, yang belakangan kembali menjadi perhatian setelah Trump juga memberi sinyal serupa melalui media sosial.

Dalam unggahan yang dirujuk Hassett, Trump menyebut negosiasi dengan Teheran “berjalan secara teratur dan konstruktif.” Ungkapan itu muncul beriringan dengan optimisme Gedung Putih bahwa perkembangan menuju kesepakatan akan membawa dampak cepat pada harga energi, yang kemudian dikaitkan dengan ruang kebijakan moneter di AS.

“Sekali lagi, kami memperkirakan harga energi akan langsung anjlok begitu kesepakatan tercapai,” ujar Hassett. “Dan ketika hal itu terjadi, maka akan ada banyak ruang bagi The Fed untuk mengambil langkah yang tepat dengan menurunkan suku bunga.”

Di dalam pernyataannya, Hassett menempatkan penurunan harga energi sebagai titik awal dari rangkaian yang lebih luas. Menurut dia, jika tekanan pada harga energi mereda, maka The Fed akan memiliki lebih banyak kelonggaran untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga acuan. Hubungan sebab-akibat itulah yang menjadi inti penilaiannya.

Hormati independensi The Fed

Meski bicara soal arah suku bunga, Hassett juga menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati independensi bank sentral. Ia menaruh penekanan pada pentingnya The Fed tetap bergerak sesuai mandat dan prosesnya sendiri, terlepas dari harapan pasar atau pandangan Gedung Putih atas kondisi harga energi.

Dalam kesempatan yang sama, Hassett melayangkan pujian kepada Kevin Warsh, yang baru saja dilantik sebagai Gubernur The Fed pada Jumat (23/5). Pelantikan itu menjadi bagian dari dinamika terbaru di bank sentral AS, yang kerap menjadi sorotan di tengah perkembangan ekonomi dan arah kebijakan suku bunga.

Trump saat pelantikan Warsh sempat berpesan agar ia tetap “sepenuhnya independen” dan “menjalankan tugas dengan cara sendiri.” Pesan itu sejalan dengan penekanan Hassett bahwa dirinya menghormati independensi bank sentral, meski Gedung Putih pada saat yang sama menyampaikan harapan akan adanya ruang bagi penurunan suku bunga.

Pernyataan Gedung Putih ini memperlihatkan bagaimana pembicaraan soal Iran, harga energi, dan suku bunga saling bertaut dalam satu rangkaian pandangan kebijakan. Bagi Hassett, kesepakatan dengan Iran bukan hanya isu geopolitik, melainkan juga faktor yang dinilai bisa segera memengaruhi harga energi di pasar.

Dari situ, Gedung Putih melihat adanya kemungkinan bagi The Fed untuk bergerak lebih longgar. Hassett tidak menyebut langkah spesifik apa yang harus diambil, tetapi ia menekankan bahwa penurunan harga energi akan membuka lebih banyak ruang bagi bank sentral untuk “mengambil langkah yang tepat dengan menurunkan suku bunga.”

Di saat yang sama, penegasan soal independensi bank sentral tetap menjadi bagian penting dari pesan Gedung Putih. Hassett menempatkan dukungan terhadap independensi itu berdampingan dengan optimisme bahwa harga energi dapat turun cepat setelah kesepakatan damai dengan Iran tercapai. Dengan begitu, arah kebijakan moneter tetap diposisikan sebagai kewenangan The Fed, sementara Gedung Putih hanya menggarisbawahi kondisi yang menurut mereka bisa mendukung langkah tersebut.