jurnalistik.co.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengawali rangkaian kunjungan kerja di Papua Barat dengan mendarat di Manokwari, pada Sabtu (20/6/2026), disertai lima mahasiswa yang diajaknya.
Gibran tiba di Bandara Rendani sekitar pukul 14.35 WIT setelah menempuh perjalanan udara dari Gorontalo selama sekitar dua jam. Setibanya di bandara, ia turun dari pesawat menggunakan topi Kasuari, sementara noken diselempangkan di bahunya.
Pantauan di lokasi menunjukkan kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu disambut alunan musik tradisional dan tarian adat Papua. Setelah menyaksikan penampilan tarian penyambutan, Gibran melakukan salaman dengan sejumlah pejabat dan tokoh setempat.
Di antaranya, ia menyalami Ribka Haluk yang merupakan anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Gubernur Papua Barat, serta beberapa pejabat daerah lainnya.
Usai rangkaian sambutan di Bandara Rendani, Gibran melanjutkan perjalanan menuju Manokwari Selatan menggunakan pesawat CN 295. Perpindahan lokasi ini menjadi bagian dari agenda kunjungan kerjanya di wilayah tersebut.
Setelah menempuh perjalanan udara, Gibran mendarat di Bandara Abresso sekitar pukul 15.44 WIT. Di bandara itu, ia kembali disambut dengan tarian penyambutan adat Papua.
Sesudah penyambutan, Gibran menyapa masyarakat setempat yang sudah antusias berkumpul menunggunya. Ia menyapa sejumlah warga secara satu per satu, sementara mereka juga berebutan untuk menyalam serta berfoto dengan Wapres.
Di Manokwari Selatan, Gibran dijadwalkan mengikuti sejumlah kegiatan. Salah satu agenda yang disebutkan adalah penanaman bibit kakao dengan sistem agroforestri dinamik.
Agenda agroforestri dan penanaman kakao
Kegiatan penanaman bibit kakao dengan sistem agroforestri dinamik menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gibran di Manokwari Selatan. Agenda tersebut menempatkan penanaman sebagai aktivitas utama dalam kunjungan di wilayah tersebut.
Selain agenda penanaman, kunjungan kerja di Manokwari Selatan juga dirangkaikan dengan kegiatan lain yang telah dijadwalkan, sesuai informasi yang disampaikan sebelum pelaksanaan rangkaian agenda lapangan.
Kunjungan kerja sebelumnya di Gorontalo
Sebelum tiba di Papua Barat, Gibran menghadiri acara Pekan Nasional (PENAS) XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Pada hari yang sama, ia berdialog dengan perwakilan petani dan nelayan.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga meninjau pameran alat pertanian. Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai peralatan, termasuk traktor, drone, hingga alat pembajak sawah canggih.
Dalam pidatonya di Gorontalo, Wapres menyampaikan terima kasih kepada para petani dan nelayan yang disebutnya sebagai garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan di Tanah Air.
Gibran menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan langsung dalam rangkaian acara di Gorontalo.
“Saya senang pagi ini bisa berkumpul dengan bapak ibu semua garda terdepan dalam menjamin kemandirian pangan,” ujar Gibran dalam pidatonya pada saat kegiatan di Gorontalo.
Dengan demikian, rangkaian perjalanan dari Gorontalo menuju Papua Barat menjadi alur berkelanjutan dari agenda Wapres. Setelah menempuh perjalanan udara, ia menjalani serangkaian tahapan penyambutan di bandara dan melanjutkan agenda kunjungan kerja hingga pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan di Manokwari Selatan.
Rangkaian pertemuan di kedua bandara tersebut menegaskan tahapan kunjungan kerja yang tersusun dari kedatangan, penyambutan, hingga interaksi langsung dengan pihak setempat. Usai mengikuti tarian penyambutan dan salaman, Gibran melanjutkan agenda dengan mendekat kepada masyarakat yang sudah berkumpul, sehingga proses penyambutan tidak berhenti pada seremoni awal saja.
Perjalanan dari Manokwari menuju Manokwari Selatan juga dilakukan sebagai bagian dari alur kerja yang telah ditetapkan, termasuk perpindahan menggunakan pesawat CN 295. Setelah mendarat kembali di Bandara Abresso, penyambutan adat Papua kembali digelar, lalu dilanjutkan dengan kegiatan menyapa warga di lokasi yang disiapkan untuk menerima kedatangan Wapres.
Di Manokwari Selatan, penanaman bibit kakao disebut menjadi agenda utama dalam kunjungan lapangan, dengan sistem agroforestri dinamik sebagai bagian dari pelaksanaan program tersebut. Di luar kegiatan penanaman, kunjungan juga dirangkaikan dengan agenda lain yang telah disampaikan sebelumnya, sehingga setiap tahapan kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah disusun sejak awal rangkaian kunjungan kerja.












